Tuesday, 3 October 2017

Pengertian Resensi, Struktur dan Tips Jitu Membuatnya

Pengertian Resensi, Struktur, Jenis dan Tips Jitu Dalam Membuatnya

Pengertian Resensi


Semakin hari, semakin banyak buku yang dibuat untuk setiap genre ataupun jenisnya. Misalnya buku yang bergenre novel yang setiap tahun pasti selalu bertambah.

Bertambahnya jumlah novel ini tentu akan membuat pecinta novel ataupun orang yang hobi membaca buku dibuat bingung harus membaca novel yang mana dulu.

Hal ini berkaitan dengan aktivitas membaca buku yang juga memakan waktu dan juga uang untuk membeli atau menyewanya. Beruntung sekali jika kamu mempunyai seorang teman yang buku - bukunya boleh kamu baca.

Nah, di sinilah salah satu fungsi sebuah resensi buku. Sebuah resensi buku salah satu fungsinya adalah untuk memudahkan kita dalam memilih buku mana yang sebaiknya kita baca.

Sebuah resensi buku memiliki peran yang sama dengan review atau ulasan film. Terkadang, karena saking banyaknya film yang tayang di bulan yang sama, tak jarang, membaca review dari film - film tersebut perlu kita lakukan, supaya kita bisa menonton film yang tepat.

Sama halnya dengan resensi. Resensi dibuat atau diciptakan untuk membuat pembacanya tahu seperti apa kualitas suatu buku.

Dalam sebuah resensi yang baik umumnya dibahas hal - hal seperti tema cerita, gaya penulisan penulisnya, penulisannya enak tidak dibaca dan beberapa hal lainnya.

Jadi, apakah yang dimaksud dengan resensi?

Jika dirangkum ke dalam sebuah kalimat ringkas, resensi dapat dikatakan sebagai penilaian atas sebuah karya. Sering kali, seseorang membeli sebuah buku itu karena resensi yang dibacanya.

Jadi, saat kamu membuat resensi itu berarti kamu sedang membuat penilaian atas suatu karya (dalam hal ini karya tersebut adalah buku). Lalu, apa saja yang kita nilai dalam sebuah resensi? Jawabannya banyak. Ada banyak hal.

Ya, ada banyak hal (dari sebuah buku) yang bisa kita nilai melalui sebuah resensi. Salah satu hal yang bisa kita nilai adalah tentang seberapa baik suatu buku dibanding dengan buku lainnya di genre (jenis) yang sama.

Kita bisa membandingkan buku A dengan buku B yang ditulis oleh pengarang yang berbeda. Namun, tidak jarang juga, ditemukan resensi - resensi yang penulis resensinya membandingkan buku - buku dari penulis yang sama.

Misalnya, saya sedang membuat resensi tentang novel Marmut Merah Jambu karangan Raditya Dika. Di dalam resensi tersebut saya membandingkan Marmut Merah Jambu dengan Koala Kumal, misalnya.

Hal yang bisa dibandingkan misalnya Marmut Merah Jambu dibuat terlalu melankolis, tidak seperti Koala Kumal yang sangat mengocok perut. Ini misalnya loh ya, hanya contoh.

Pengertian resensi menurut para ahli

Pengertian resensi menurut para ahli

Di bawah ini terdapat beberapa pengertian resensi yang diutarakan oleh ahli termasuk sebuah pengertian yang merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Ada tiga tokoh yang telah memaparkan opininya tentang pengertian resensi, ketiganya adalah Saryono, Panuti Sudjiman dan W.J.S. Poerwadarminta. Berikut adalah opini yang mereka paparkan :


  • Menurut Saryono, resensi adalah sebuah tulisan yang berbentuk esai dan bukan ulasan berukuran besar mengenai isi dari sebuah buku.
  • Menurut Panuti Sudjiman, resensi adalah hasil dari pembahasan dan juga penilaian pendek tentang suatu karya tulis.
  • Lalu, menurut W.J.S. Perwadarmita, resensi adalah perbincangan atau pertimbangan tentang isi dari suatu buku yang memberi nilai berupa kelebihan atau juga kekurangan buku yang dinilai, menarik atau tidaknya isi buku tersebut, dorongan untuk membeli atau berupa kritikan dan juga kesimpulan apakah buku tersebut layak untuk dibaca oleh khalayak ramai atau tidak.
Sedangkan menurut KBBI, pengertian resensi adalah :
  • Pembicaraan tentang buku atau pertimbangan dari isi buku, ulasan buku. Perilaku resensi mempunyai arti memberi penilaian, mengungkapkan kembali isi dari sebuah buku dan juga membahas kritik dari sebuah buku.


Struktur resensi

pengertian resensi buku menurut para ahli


Sama seperti karya dalam bentuk tulisan lainnya, resensi ditulis dengan mengikuti struktur penulisan tertentu. Struktur ini dijadikan acuan dalam penulisan sebuah resensi.

Struktur resensi yang biasa digunakan pada umumnya adalah sebagai berikut :

  1. Judul resensi
  2. Cover buku
  3. Asal tempat pencetakan buku
  4. Judul buku
  5. Tahun penerbitan
  6. Pengarang
  7. Jumlah halaman
  8. Jumlah penerbitan buku
  9. Ulasan/rangkuman isi buku
  10. Kesimpulan, kelebihan dan kekurangan buku

Di dalam sebuah resensi, tentu, wajib ada judul. Judul resensi bisa kamu buat sesuai keinginanmu. Ingatlah bahwa judul yang menarik akan membuat orang tertarik untuk membaca.

Cover buku, sertakan cover buku di dalam resensi yang kamu buat. Cover buku turut disertakan sebagai tujuan agar pembaca resensi tahu seperti apa wajah buku tersebut sehingga akan memudahkan ketika mereka mencari buku di toko buku.

Ingatlah bahwa resensi itu biasanya dibaca oleh orang yang belum pernah membaca buku yang diulas di resensi. Sehingga menyertakan gambar sampul buku merupakan salah satu hal penting dalam membuat resensi.

Asal tempat pencetakan buku, entah apa pun fungsinya, harus disertakan di dalam bagian kepala resensi.

Tuliskan juga judul buku, karena mau bagaimanapun informasi yang satu ini harus (wajib) ada supaya pembaca resensi yang kita buat tidak kebingungan karena tidak adanya informasi tentang judul buku di depan.

Jenis - jenis resensi

pengertian resensi


Terdapat tiga jenis resensi yang dapat kita buat dan jenis - jenisnya adalah seperti berikut :

Yang pertama, resensi informatif.
Resensi informatif adalah sebuah resensi yang hanya menyampaikan isi resensi secara ringkas dan hanya membahas hal - hal umum dari keseluruhan isi buku.

Ciri resensi informatif ini biasanya : 1. Tidak mengandung opini seperti pendapat (si penulis resensi) tentang gaya penulisan buku, apakah buku tersebut inspiratif atau tidak, misalnya. 2. Tulisan resensi secara keseluruhan cenderung singkat, 3. Tidak mengandung kritik maupun saran.

Yang kedua, resensi deskriptif.
Resensi deskriptif adalah salah satu jenis resensi yang membahas setiap bagian buku secara detail. Resensi jenis ini (seringnya) membahas buku secara bab per bab, tema cerita, bagaimana cerita dikembangkan, dan lain - lain.

Yang ketiga, resensi kritis.
Resensi jenis ini berisi banyak opini dari sang penulis resensi yang ditulis dengan mengikuti kaidah penulisan resensi tertentu. Pada resensi kritis, opini yang ditulis tentu harus objektif dan jauh dari unsur subjektif.

Resensi paling baik adalah resensi jenis ketiga ini, resensi kritis. Jika saja semua penulis resensi hanya membuat resensi jenis ini, maka hal ini akan memudahkan pembaca resensi mengetahui seperti apa nilai dari sebuah buku.

Resensi kritis biasanya ditulis oleh orang - orang yang memang suka mengulas/mereview isi buku. Mereka (yang membuat resensi kritis) adalah orang - orang yang sudah terbiasa memberi penilaian pada sebuah buku melalui resensi. Resensi jenis ini lah yang paling menarik untuk dibaca.

Tips jitu membuat resensi

pengertian resensi


Jika kamu belum pernah membuat sebuah resensi tapi ingin membuat suatu resensi yang baik, salah satu cara yang paling mudah agar kamu bisa membuat resensi dengan baik adalah dengan mengikuti tips penulisan resensi berikut :

1. Menyusun data buku

Dalam menulis resensi, selalu awali dengan mengidentifikasi data - data buku seperti judul buku, pengarang, penerbit, tempat penerbitan buku, tahun terbit, jumlah cetakan pertama (opsional), edisi cetakan, tebal buku dan harganya.

2. Membuat pembukaan

Di bagian pembukaan resensi ada sistematika penulisan tertentu seperti berikut ini :

Yang pertama, buat uraian tentang latar belakang pengarang. Cari tahu informasi tentang asal - usul pengarang, seperti tempat lahir, usia, riwayat pendidikan, karya - karya lain yang pernah diciptakan, serta prestasi yang pernah diraih si pengarang buku.

Yang kedua, bandingkanlah novel atau buku dengan novel atau buku karya pengarang lainnya dari genre dan topik yang sama. Misalnya, novel bertema sosial dibandingkan dengan novel dengan tema sosial. Buku dengan tema pengembangan diri dibandingkan dengan buku pengembangan diri juga.

Buat ulasan mengenai perbandingan buku tersebut dan masukkan ke dalam resensi. Kamu bisa melakukannya dengan mencari keunikan dari masing - masing novel terlebih dahulu. Misalnya, novel A membahas tema sosial namun lebih ke sosial politik, isinya secara khas banyak membahas tentang kritik terhadap pemerintah, sedangkan novel B lebih banyak membahas tentang kehidupan sosial di masyarakat.

Yang ketiga, tulis kelebihan novel. Buat ulasan positif terkait isi novel. Biasanya ulasan positif ini terletak pada gaya bahasa, pemilihan tema novel dan alur cerita novel.

Keempat, sampaikan kesan yang kamu miliki terhadap novel tersebut. Setelah menulis bagian ulasan, tugas pembuat resensi selanjutnya adalah menyampaikan kesan terhadap novel tersebut. Saat membuat bagian ini, kamu perlu mengingat satu hal, jika resensi yang kamu buat nanti akan berisi banyak kritikan akan kelemahan dari buku, sudah (seharusnya) pula kamu menyebutkan sisi positif dari novel tersebut seperti prestasi penulisnya, atau jumlah penjualannya yang meskipun banyak dikritik tetapi laris manis terjual.

Dalam menulis resensi, upayakanlah agar resensi yang kamu buat tidak berkesan menjatuhkan si pengarang dan buatlah supaya terkesan netral. Karena pada dasarnya, resensi itu dibuat dengan tujuan untuk mempromosikan buku atau novel yang kita ulas.

Yang kelima, tulis secara ringkas profil penerbit. Meskipun terlihat seperti bukan bagian penting dari resensi, namun ternyata banyak juga loh orang yang memutuskan untuk membeli sebuah buku dengan mempertimbangkan siapa penerbitnya.

Biasanya para penerbit besar tidak akan menerbitkan buku yang isinya biasa - biasa saja, makanya, meskipun sepele, ada baiknya kamu juga menuliskan profil singkat penerbit buku yang kamu bahas di resensi yang kamu buat.

Keenam, lemparkan kalimat - kalimat pertanyaan yang ditujukan kepada pembaca. Buatlah supaya gaya bahasa penulisan terlihat seolah kamu memposisikan diri sedang berbicara dengan pembaca.

Pembaca resensi lebih senang membaca resensi yang ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Cirinya, di dalam resensi terdapat kata kamu yang ditujukan untuk pembaca.

Sebenarnya, sistematika penulisan resensi akan berbeda dari standard penulisan resensi novel pada umumnya kalau resensi akan diletakkan di koran atau majalah yang nanti penulisannya akan menyesuaikan dengan besar kolom koran atau majalah.

Sebagai contoh, misalnya ada majalah A yang menerima resensi novel dengan menyantumkan identitas buku dan jenisnya adalah resensi informatif. Sementara ada koran atau majalah B yang memberikan ruang resensi hanya berupa ulasan singkat saja.

Kalau kamu ingin tahu bagaimana cara membuat resensi secara mendalam, kamu bisa membaca Kaidah Komprehensif Menulis Resensi agar kamu bisa lebih paham bagaimana cara membuat resensi yang tepat.

pengertian resensi buku novel


Tips jitu menulis resensi buku berikutnya adalah :

3. Membaca novel atau buku yang akan diresensi berkali - kali

Mau membuat resensi tapi belum pernah membaca bukunya akan menjadi hal yang lucu. Kamu tidak akan bisa membuat resensi tanpa membaca bukunya terlebih dahulu.

Untuk membuat resensi yang bagus, kamu harus membaca buku atau novel secara berulang. Namun, pengulangan tersebut tidak perlu kamu lakukan dari halaman depan sampai belakang lalu diulang dari depan sampai belakang lagi.

Kamu bisa melakukannya dengan mengulangi bagian tertentu yang kamu anggap menarik dan ingin kamu bahas saja. Misal, kamu sedang mencari tahu tentang latar atau setting dari cerita.

Kamu bisa mengenali latar cerita dengan membaca bagian novel yang mendeskripsikan latar cerita secara berulang sampai kamu paham dan yakin untuk menuangkan pendapatmu ke dalam resensi.

4. Mencari, menandai dan menulis catatan penting saat membaca novel

Poin ke empat merupakan poin lanjutan dan secara langsung (sebenarnya) masih berhubungan dengan poin ketiga.

Ketika membaca novel, entah itu untuk pertama kali ataupun ketika membaca ulang, kamu bisa memanfaatkan pulpen, spidol atau post it kecil untuk menandai bagian tertentu yang ingin kamu masukkan ke dalam resensi.

5. Buat sinopsis atau ringkasan singkat

Menyertakan ringkasan singkat di bagian awal resensi dapat membuat resensimu terus dibaca sampai habis atau bahkan tidak akan dibaca sama sekali.

Tulislah ringkasan yang menarik yang bisa membuat pembaca menjadi kepo atau penasaran sama buku yang kamu ulas di resensimu.

Kamu juga bisa menceritakan tentang alasan kenapa kamu suka dengan buku tersebut. Jika kamu merasa buku itu sangat bagus dan kamu ingin merekomendasikannya kepada orang lain, tuliskanlah alasan kenapa kamu ingin orang lain membacanya di dalam rangkuman ini.

Itulah 5 tips jitu yang dapat kamu ikuti untuk membuat sebuah resensi yang bagus. Semoga bermanfaat.

Monday, 2 October 2017

Seperti Apakah Sejarah Candi Mendut? Yuk Ketahui

Sejarah Candi Mendut Yang Masih Seperti Puzzle



Candi Mendut merupakan salah satu candi warisan kerajaan penganut ajaran Budha di Indonesia. Lokasi dari Candi Mendut ini adalah di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Letak Candi Mendut ini kalau dari Candi Borobudur (sebenarnya) tidak terlalu jauh, yaitu hanya sekitar tiga kilometer.

Letaknya yang (kalau dari Jogja) searah dengan Candi Borobudur, membuat posisi dari Candi Mendut ini bisa dikatakan cukup strategis.

Candi Mendut terletak persis di pinggir Jalan Mayor Kusen. Tahukah kamu kalau Jalan Mayor Kusen ini merupakan jalan langsung ke Candi Borobudur dari Yogyakarta.

Sejarah Candi Mendut (Posisi Alamat Candi Mendut di Kab. Magelang)

Karena letaknya yang mudah diakses ini, banyak wisatawan Candi Borobudur datang ke sini setelah selesai berkunjung ke Candi Borobudur.

Kalau suatu saat nanti kamu ke Candi Borobudur, ingatlah untuk menyempatkan diri datang ke candi kecil ini. Cukup sediakan waktu limabelas sampai tigapuluh menit, rasanya sudah cukup untuk menikmati bentuk candi ataupun untuk berfoto.

Candi Mendut selalu ramai (lebih tepatnya sangat ramai) pada hari raya Waisak. Pasalnya, pada hari tersebut, candi digunakan sebagai pusat prosesi awal rangkaian acara peringatan hari raya Waisak sebelum prosesi di Candi Borobudur.

Jadi, dapat diketahui juga bahwa fungsi Candi Mendut adalah sebagai tempat prosesi doa di hari raya waisak.

Mempelajari Sejarah Candi Mendut

Kalau kamu ingin tahu seperti apa sejarah dari Candi Mendut, sayangnya, noyvesto.net belum bisa menyampaikan rangkaian sejarah yang paling tepat tentang Candi Mendut.

Hal ini disebabkan karena belum adanya data yang akurat mengenai waktu persisnya kapan Candi Mendut dibangun. Kalau berdasarkan pada penelitian arkeologi, kemungkinan besar Candi Mendut didirikan pada tahun 824 Masehi.

Tidak ada bukti sejarah Candi Mendut yang ditemukan di lokasi candi yang menyebutkan tentang waktu pendirian candi.

Namun, pernah tercatat bahwa pernah ada seorang arkeolog Belanda bernama J. G. de Casparis yang menyebutkan bahwa pada Prasasti yang ditemukan di Desa Karang Tengah yang ditemukan berangka tahun 824 Masehi, di sana ditemukan bahwa Raja Indra telah membangun sebuah bangunan suci yang disebut dengan Venuwana.

Casparis mengartikan kata Venuwana sebagai hutan bambu. Kemudian, hutan bambu ini diperkirakan adalah kawasan Desa Mendut yang pada saat itu masih berupa hutan bambu.

Maka, disimpulkanlah (oleh Casparis) bahwa sebuah bangunan suci yang didirikan oleh Raja Indra dari Dinasti Syailendra tersebut adalah Candi Mendut.

Sehingga, menurut perkiraan, Candi Mendut ini memiliki usisa yang jauh lebih tua dari Candi Borobudur.

Sejarah Penemuan Kembali




Dalam perjalanannya, Candi Mendut sempat hilang karena tidak terurus. Menurut catatan sejarah (terkait penemuan Candi Mendut), Candi Mendut telah terkubur di dalam tanah saat pertama kali ditemukan pada 1836.

Pada tahun tersebut dilakukan penggalian besar - besaran untuk membuka kembali bangunan Canadi Mendut secara keseluruhan. Stelah digali, seluruh bangunan candi dapat ditemukan, kecuali bagian atap candi.

Pada saat itu, meskipun bangunan candi telah ditemukan, Candi Mendut belum langsung dipugar. Hal ini sama dengan sejarah candi lainnya, yang tidak langsung dipugar pada saat pertama kali ditemukan.

Berdasarkan catatan sejarah, candi lainnya, seperti Candi Prambanan, juga mengalami hal serupa, yaitu tidak langsung dipugar pada saat pertama kali ditemukan.

Kamu bisa membaca cerita tersebut di tulisan berjudul Sejarah Candi Prambanan yang menjabarkan kisah mulai dari asal mula pembangunan candi, pembangunannya, alasan kenapa candi sempat tidak terurus bahkan sampai pernah hilang, hingga cerita tentang penemuan kembali candi untuk pertama kali setalah bertahun - tahun tertimbun tanah.

Pemugaran pertama

Pemugaran pertama Candi Mendut dilakukan pada 1897 - 1904. Proses pemugaran candi pertama dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Pada saat itu, bangunan candi dapat direkonstruksi dengan baik termasuk rekonstruksi bagian atapnya yang hilang. Meskipun berhasil dipugar, ternyata didapati bahwa hasil pemugaran pertama tersebut masih belum sempurna.

Pemugaran kedua

Kekurangan pada pemugaran pertama disempurnakan dengan proses pemugaran kedua yang dilaksanakan pada tahun 1908. Pemugaran kedua yang dilakukan pada bangunan Candi Mendut ini dipimpin oleh Theodoor van Erp.

Pada pemugaran kedua ini pemerintah Hindia Belanda memfokuskan pada perbaikan bentuk dan penyempurnaan atap candi, serta pemasangan kembali stupa - stupa.

Karena keterbatasan dana pada saat itu,  proses pemugaran kedua sempat berhenti beberapa saat dan baru dapat diteruskan kembali pada 1925 sampai selesai.

Arsitektur Candi


sejarah candi mendut lokasi magelang

Ketika membahas tentang sejarah candi, salah satu hal yang tak kalah menarik untuk dibahas adalah tentang arsitektur candi.

Di beberapa sudut candi terdapat seluran air atau yang sering disebut dengan Jaladwara, salah satu ciri yang juga dimiliki candi - candi lain di Jawa.

Candi ini dibangun dengan menggunakan batu (seperti batu bata) yang dicampur dengan andesit. Candi peninggalan kerajaan Budha yang satu ini memiliki tinggi 26,4 meter. Bangunan candi berdiri di atas sebuah batur setunggi dua meter yang permukaannya dilengkapi dengan langkan.

Candi Mendut terdiri dari bangunan utama yang cukup besar dengan ruangan di dalamnya. Supaya bisa masuk ke dalam ruang candi, kita perlu menaiki sebuah tangga yang arahnya langsung menghadap ke barat.

Ada tiga buah arca Budha yang bercukuran cukup besar terdapat di dalam bangunan candi. Syukurlah, arca - arca Candi Mendut tersebut terawat dengan baik sampai hari ini.

Archa Budha Candi Mendut

Tiga archa Budha di dalam bangunan Candi Mendut.

Pertama, Budha Sakyamuni.

Budha Sakyamuni disebut pula sebagai Budha yang sedang berkhotbah. Archa Budha Sakyamuni letaknya di tengah - tengah tepat di depan pintu masuk ruang candi yang menghadap ke barat.

Patung Budha Sakyamuni adalah patung Budha dengan posisi tangan seperti sedang memberi wejangan atau nasehat.

Kedua, Bodhisattva Avalokiteswara.

Keren yah nama arca yang satu ini. Arca Bodhisattva Avalokiteswara terletak di sebelah kanan arca Budha Sakyamuni dan menghadap ke selatan.

Arca ini berbentuk arca budha dengan posisi duduk dengan kaki kiri dilipat dan kaki kanan menjuntai ke bawah menginjak binga teratai.

Ketiga, Arca Maitreya.

Arca Maitreya terletak di bagian kiri arca Bodhisattva Avalokiteswara dan arahnya menghadap ke utara. Posisi arca digambarkan sedang duduk dengan sikap tangan simhakarnamudra dengan jari - jari tertutup.

Kesamaan umum

Kesamaan yang dimiliki Candi Mendut dengan candi lainnya adalah adanya panel relief yang mengelilinginya.

Panel relief tersebut jumlahnya ada 31 buah dan kesemuanya berisi relief atau ukiran yang indah yang mengisahkan beragam cerita, salah satunya adalah cerita tentang pancatatra dan jataka.

Hampir di semua bagian candi ini bisa kita temui relief - relief indah dengan berbagai ukuran dan cerita. Cerita yang ada di relief ini, semuanya, menceritakan tentang kehidupan, cerita tentang budha dan cerita - cerita lainnya.


Daya tarik wisata

Candi Mendut merupakan salah satu Candi Budha yang memiliki peran penting, sehingga, kalau kamu berkunjung ke Candi Borobudur, berkunjunglah (sekalian) ke Candi Mendut.

Ingat, letak Candi Mendut ini tidak jauh loh dari Candi Borobudur.

Seperti yang sudah disampaikan di awal bahwa di hari raya waisak, Candi Mendut selalu ramai pengunjung. Hal ini karena pada hari raya waisak biasanya umat Budha terutama para Bikhsu, akan memadati candi untuk melaksanakan perayaan Waisak.

Prosesi Waisak di Candi Mendut sendiri dimulai sehari sebelum hari waisak. Prosesi waisak yang dilakukan di Candi Mendut ini proses yang dilaksanakan adalah dengan mengambil air dari beberapa sumber mata air suci yang ada di sekitar candi.

Kemudian, pada malam hari, semua pemuka agama Budha berkumpul di candi untuk berdoa. Prosesi doa ini berlangsung sampai hari H waisak.

Setelah masuk ke hari H, semua umat Budha dan para Bhiksu akan mengadakan pawai arak - arakan dengan berjalan kaki menuju Candi Borobudur.  Candi Borobudur menjadi lokasi puncak perayaan hari raya Waisak.

Perlu diketahui bahwa pada saat hari raya waisak seperti ini, Candi Mendut dan Candi Borobudur ditutup untuk umum. Pengunjung ataupun wisatawan tidak akan dibolehkan masuk ke area candi.

Jadi, apabila ingin datang ke candi ini, pastikan bukan di hari raya waisak ya. Meskipun hari tersebut adalah hari liburan, namun, tetap saja, perjalananmu akan sia - sia karena kamu tidak akan diperbolehkan masuk ke dua candi ini.


Friday, 29 September 2017

Cara Meresensi Buku (Kaidah Utama Dalam Membuat Resensi)

Cara Meresensi Buku Dengan Komprehensif : Inilah Kaidah Utama Dalam Meresensi Segala Jenis Buku

cara meresensi buku


Menulis resensi sebuah buku bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Kamu bisa membuatnya dengan mudah asalkan kamu paham kaidah dasar dalam penulisan sebuah resensi.

Seperti yang saya katakan pada kalimat sebelumnya bahwa menulis resensi buku bukanlah hal yang sulit, sehingga sebenarnya kamu juga bisa membuatnya sendiri.

Resensi buku sebenarnya merupakan rangkaian jawaban dari pertanyaan yang telah disusun. Setiap resensi buku pada dasarnya memiliki pola penulisan yang khas. Jadi, kalau kamu membaca sebuah resensi buku yang ditulis dengan baik, kamu akan melihat kesamaan pola penulisan dari resensi tersebut dengan resensi buku yang ditulis dengan baik lainnya.

Sebelum membaca cara meresensi buku yang sudah saya tulis, saya punya kabar baik. Di halaman ini, kamu bisa mendownload sebuah template yang berisi susunan pertanyaan yang (nanti) jawabannya akan tersusun menjadi sebuah resensi atau pun resume sebuah buku.

Template yang dimaksud dapat kamu download ya. Ingat, kamu baru bisa menggunakan panduan ini hanya jika kamu membaca tulisan ini sampai tuntas. Jadi, stay read ya. Dijamin bermanfaat.
cara membuat resensi buku novel non fiksi

Kita akan mulai dalam beberapa saat lagi.

Yaudah kita langsung mulai saja yah.

Bagaimana cara membuat resensi buku yang baik?

Untuk membuat sebuah resensi yang baik, kamu sebaiknya menggunakan template menulis resensi buku di atas. Lalu, menjawab semua pertanyaan yang ada di template tersebut.

Namun, selain itu, kamu juga harus memperhatikan beberapa hal penting yang bisa memudahkanmu dalam membuat resensi.

Persiapkan diri sebelum mulai

Untuk membuat resensi yang bagus, kamu bisa melakukannya dengan membaca buku dengan membuat catatan.

Catat langsung ketika kamu sedang membaca. Nah, di sinilah template cara meresensi buku ini berperan. Supaya kamu tidak bingung saat membaca dan mencatat, catatlah "hanya" hal - hal yang ditanyakan di dalam template saja.

Jika memungkinkan, bacalah buku yang akan kamu buatkan resensinya beberapa kali. Membaca secara berulang cenderung membuat seseorang yang sedang membaca bisa melihat aspek cerita, latar cerita, serta karakter tokoh dalam cerita dengan cara yang berbeda.

Simpelnya, kamu bisa menemukan sudut pandangmu sendiri, bisa beropini dengan pandanganmu sendiri kalau kamu mengerti setting (latar)-nya, karakteristik tokoh - tokohnya dan beberapa aspek lainnya.

Nah, sudut pandang pribadi ini baru bisa muncul setelah kamu paham sama ceritanya. Dan pemahaman tersebut baru bisa kamu dapatkan setelah membaca secara berulang.

cara meresensi buku pengetahuan

Buat catatan

Ketika kamu mulai membaca, kamu bisa sekaligus membuat catatan di atas kertas atau langsung di komputer/laptop. Catat apapun hal yang membuatmu tertarik ketika kamu membaca. 

Misal, untuk sebuah novel, kamu bisa mencatat "oh, si tokoh A ini keren, meskipun dia pendiam, tapi dia ternyata adalah seseorang yang memiliki filosofi hidup yang menarik, cara berpikirnya unik dan berbeda dari kebanyakan orang".

Catatan awal yang kamu buat tentu tidak perlu sempurna ataupun terorganisir. Catat saja seperlunya, catat yang menarik.

Nanti, kalau kamu sudah selesai membaca, barulah kamu bisa merangkum semua catatan yang kamu buat, misal, dalam meresensi novel, kamu baru bisa melihat karakter keseluruhan seorang tokoh setelah semua catatan kecil tentang seorang tokoh terkumpul.

cara membuat resensi buku cerita

Bahas tentang genre atau bidang yang dibahas dalam buku

Di dalam template cara meresensi buku, ada juga pertanyaan terkait genre atau jenis buku. Resensi buku yang menarik adalah resensi yang bisa memberikan perbedaan kepada pembacanya.

Perbedaan tersebut (lagi - lagi) bisa tercipta kalau kamu bisa mengeluarkan opinimu sendiri. Jadi, saat membahas tentang genre, bahaslah dengan caramu, sudut pandangmu.

Pembahasan untuk bagian ini bisa kamu mulai dengan membandingkan bagaimana buku yang kamu baca itu sesuai dengan genre yang ditulis di sampulnya.

Kamu bisa menuliskan pendapatmu mengenai alasan kenapa buku bergenre tertentu. Misal, di halaman sampul buku dituliskan kalau genre dari buku adalah horor, kamu bisa memaparkan bahwa (misalnya) "buku ini mampu membuat pembaca merasakan nuansa horor yang mencekam, bulu kuduk dibikin berdiri, sehingga pantas - pantas saja kalau buku ini disebut buku bergenre horor terbaik tahun ini", misalnya.

Nah, kamu bisa membahas tentang ini di resensimu. 

Bisa juga seperti ini : contohnya, kalau kamu meresensi sebuah buku non-fiksi yang di dalamnya membahas tentang vaksin polio pada tahun 1950, kamu bisa mempertimbangkan untuk membaca buku lain yang juga membahas tentang vaksin polio atau informasi (yang bisa kamu cari di internet) tentang perkembangan vaksin polio, sehingga dengan beberapa informasi tambahan ini kamu bisa membandingkan cerita di dalam novel dengan fakta yang sebenarnya.

Atau, kalau kamu sedang meresensi buku fiksi, misalnya buku seperti The Scarlet Letter karya Nathaniel Hawthorne, kamu bisa membahas tentang bagaimana korelasi antara novel ini dengan novel romantis ataupun fiksi sejarah lainnya yang memiliki latar atau setting pada periode waktu yang sama. Apakah gaya romantisme pada periode waktu tersebut (yang diceritakan di buku) sama dengan gaya romantisme yang ada di buku fiksi lainnya.

Tentukan tema utama dari buku

cara membuat resensi buku novel non fiksi pengetahuan

Tema, seringnya, adalah sebuah pelajaran atau pesan secara keseluruhan yang diterima pembaca dari bari ke baris.

Tema juga bisa menjadi gagasan fundamental dan biasanya universal yang dibahas di buku. Setiap penulis buku bisa menghadirkan banyak tema dalam penulisannya, terutama pada karya fiksi.

Supaya bisa menentukan tema dengan baik, kamu dapat mempertimbangkan saran berikut :
  • Perhatikan kata pengantar, kutipan atau referensi (kalau ada) dalam pengantar buku, karena isi cerita atau pembahasannya mungkin akan menyoroti tema utama dan sudut pandang buku.
  • Cara sederhana untuk menentukan tema utama buku adalah meringkas buku dalam satu kata. Jadi, misalnya, tema utama The Scarlet Letter bisa jadi "dosa". Begitu kamu memiliki satu ringkasan kata, kembangkan satu kata tadi menjadi sebuah pesan atau pelajaran, seperti (misalnya) mengembangkan sebuah kata menjadi pesan "dosa dapat memberi kita pengetahuan tetapi juga dapat menyebabkan penderitaan".

Perhatikan gaya penulisan sang penulis

cara penulisan resensi buku

Kamu bisa memulai bagian ini dengan bertanya kepada diri sendiri apakah gaya penulisannya sesuai dengan cara berkhayal dari audiens atau pembaca buku tersebut.

Ingaat bahwa genre adalah sebuah kategori dari penulisan, dan gaya adalah cara bagaimana sebuah subjek diekspresikan. Jadi, dari gaya yang digunakannya lah, seorang penulis bisa menyajikan sudut pandang yang berbeda kepada audiens yang dituju. Singkatnya, beda gaya penulisan, sudut pandang penulisan bisa berbeda.

Sebagai contoh, pada novel The Scarlet Letter, Hawthorne mencoba mengombinasikan gaya penulisan dari periode romantis masa lalu (1800 - 1855) dengan sekarang, bahasa sehari - hari dari orang Amerika Puritan tahun 1600-an. Hawthorne melakukan ini dengan kalimat panjang dan deskriptif yang digabung bersama koma dan semi-titik dua, dia juga menggunakan pilihan kata - kata kuno dan deskripsi yang berakar pada periode Romantis dan dalam istilah puritan yang diilhami oleh Alkitab.

Cari sisi unik buku

cara menulis resensi novel non fiksi


Setiap buku (seharusnya) punya keunikan masing - masing. Dan memang seperti itulah hal yang seharusnya. Karena, jika sebuah buku tidak mempunyai keunikan tertentu atau tidak memiliki nilai tambah tertentu dibanding buku sejenis lainnya, maka buat apa buku tersebut diciptakan.

Selain itu, seorang penulis terkadang mencoba mengembangkan aturan dan norma yang sudah ada pada sebuah genre. Pikirkan bagaimana buku tersebut dikembangkan dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi persepsi pembaca.

Jelaskan seberapa baik buku tersebut bagi target audiens

Tidak semua penulis buku (dalam hal ini buku non-fiksi) mampu menyajikan informasi yang tepat dan benar - benar berbobot bagi audiensnya, meskipun tidak sedikit juga (bahkan banyak) penulis yang mampu memberikan informasi yang benar - benar dibutuhkan audiensnya.

Nah, kamu bisa membahas tentang seberapa baik buku tersebut bagi para audiensnya. Misal, buku yang sedang ditulis resensinya adalah buku bergenre bisnis dan kebanyakan membahas tentang mindset seorang pebisnis hebat.

Kamu dapat menuliskan di resensi buku yang kamu buat bahwa buku bisnis tersebut merupakan buku bisnis yang sangat cocok bagi seorang pebisnis pemula karena sangat dominan membahas tentang mindset atau pola pikir seorang pebisnis.

Buat Draft Awal Resensi

Sekarang, kamu membaca bagian teknis dalam pembuatan resensi buku. Pada tahap selanjutnya ini, kamu akan ditunjukkan hal - hal teknis dalam membuat resensi.

Mulai dari bagian depan (kepala)

Hal pertama yang harus kamu lakukan dalam membuat resensi adalah membaca sekaligus mencatat (ketika kamu menemukan hal menarika yang perlu dicatat, lihat template cara membuat resensi yang sudah kamu download).

Buatlah catatan dan memulainya dari bagian depan resensi. Sebagian besar resensi buku dimulai dengan bagian depan yang membahas semua informasi bibliografi tentang buku. Kamu bisa menulis informasi tentang judul buku, tempat buku dipublikasikan, penerbit buku, tanggal publikasi, serta jumlah halamannya.

Awali dengan pendahuluan

Sebuah pendahuluan yang baik akan mencuri perhatian pembaca. Bagian pendahuluan yang baik tentu akan menjadi hal sangat penting karena jika bagian pendahuluannya baik, maka pembaca akan terkesan dan mulai menilai bahwa suatu resensi menarik untuk dibaca.

Kalau mereka sudah membuat penilaian setelah membaca bagian pendahuluan dan memiliki penilaian positif terhadap bagian pendahuluan yang mereka baca, maka mereka pasti akan terus membaca resensi tersebut sampai selesai. Kalau kamu (ketika menulisnya) menulisnya dengan gaya penulisan yang baik.

Pastikan bahwa bagian pendahuluan resensi yang akan kamu buat berisi detail yang relevan seperti latar belakang penulis, dan kalaupun ada, tulis juga karya lain dari si penulis untuk genre yang sama.

Kamu bisa juga menuliskan secuil potongan pembahasan terkait tema dari buku yang nanti akan kamu bahas secara lebih detail di belakang.

Dengan membahas sebagian hasil identifikasi yang kamu lakukan terkait tema buku akan membuat para pembaca resensimu berpikir bahwa kamu sudah membaca buku (yang kamu buat resensinya) dengan baik.

Sertakan bahasan lain yang memungkinkan untuk disertakan seperti momoen - momen historis, anekdot, pernyataan yang mengejutkan dari penulis, atau pernyataan yang bersifat deklaratif (berita).

Terlepas dari kalimat pendahuluan yang kamu buat, pastikan mereka secara langsung berhubungan dengan tanggapan kritismu terhadap buku ini secara singkat dan langsung.

Jika kamu tidak yakin tentang bagaimana memulainya, cobalah menulis bagian pendahuluan ini belakangan. Hal ini dapat memungkinkan kamu dalam mengatur semua poin pendukung dan posisi kritismu dan kemudian barulah menulis pendahuluan di akhir.

Dengan cara ini, kamu mungkin akan lebih yakin bahwa pendahuluan yang bakal kamu buat itu nyambung dengan bagian inti atau isi dari resensi.


Tulis rangkuman

Sekali kamu dapat menulis bagian pendahuluan dan bagian kepala, kamu bisa mulai merangkum tema dari buku beserta poin utamanya.

Jaga atau upayakan (bagaimanapun caranya) supaya rangkuman yang kamu buat tertulis dengan ringkas, singkat. Gunakan quote atau parafrasa dari buku untuk mendukung rangkuman. Pastikan kamu mensitasi semua quote dan parafrasa yang kamu tulis agar terhindar dari plagiasi.

Jangan menginformasikan detail penting bagian akhir buku di rangkuman, dan jangan menulis apapun dengan terlalu mendetail, termasuk apapun yang terjadi di bagian tengah buku dan seterusnya.

Selain itu, jika buku yang kamu buat resensinya merupakan bagian dari sebuah serial, kamu bisa menyinggung tentang bagian ini kepada pembaca resensimu yang tentunya juga merupakan audiens dari serial yang salah satu bukunya sedang kamu review.

Kritisi

cara membuat resensi buku novel fiksi non fiksi

Setelah selesai membuat rangkuman dan membahas tentang tema utama serta beberapa aspek penting lain, mulailah masuk ke pembahasan hal - hal yang kamu kritisi. Bagian ini merupakan inti dari resensi yang kamu buat. Jadi buatlah sejelas mungkin dan to the point.

Gunakan jawaban (dari pertanyaan - pertanyaan di template yang sudah kamu download) untuk memformulasikan kritik yang akan kamu tulis.

Alamatkan kritikmu ke pembahasan seperti seberapa baik buku itu ditulis, seberapa baik buku tersebut akan memuaskan pembacanya, seberapa baik buku tersebut jika dibandingkan dengan buku lain untuk genre yang sama, seberapa baik paragraf buku tersebut dikembangkan.

Selain itu, jangan lupa juga untuk menyampaikan pengalamanmu dalam membaca buku tersebut. Bagian ini adalah bagian penting, karena seorang pembaca resensi memerlukan beberapa penilaian dari orang yang sudah pernah membaca buku yang ia cari. Kalau kamu tidak mempunyai pendapat pribadi, lalu untuk apa kamu mebuat resensi?

Selalu gunakan qoute pendukung (dengan sitasi yang proporsional) dan isi dari buku untuk mendukung kritik yang kamu tulis. Hal ini tidak hanya akan menguatkan sudut pandang kamu dengan sumber terpercaya, tetapi juga membuat pembaca merasakan gaya penulisan serta narasi dari buku.

Aturan umum praktis dalam penulisan resensi adalah bahwa pada separuh pertama sampai dua pertiga resensi harus merangkum gagasan utama penulis dan setidaknya pada sepertiga bagian lainnya harus dituliskan hal yang harus dievaluasi.

Bungkus


Tulis paragraf penutup atau beberapa kalimat yang menjelaskan analisis kritismu terhadap buku. Jika posisi kritismu telah disampaikan dengan argumentasi yang baik, kesimpulannya harus mengikuti secara alami.

Periksa kekuatan dan kelemahan buku. Diskusikan apakah kamu akan merekomendasikan buku (yang kamu buat resensinya) itu kepada orang lain atau tidak.

Kalau iya, kamu merekomendasikannya, menurut kamu, siapakah orang yang ideal untuk buku tersebut? Tulis jawaban pertanyaan ini di resensimu.

Kamu juga bisa memberikan skor secara angka kepada buku itu. Kamu juga bisa memberikan jempol ke atas atau jempol ke bawah atau rating bintang.

Bagian Penting Terakhir

Di bagian terakhir ini, yang harus kamu lakukan adalah mem-finishing resensi yang kamu buat. Ada beberapa tahap yang bisa kamu ikuti agar kamu bisa dengan mudah mengeksekusi bagian ini.

Baca ulang dan langsung perbaiki

Tulisan pertamamu di resensi yang kamu buat mungkin tidak sesempurna seperti yang kamu inginkan, jadi bebaslah dalam merevisi dan menyesuaikan draft yang kamu buat. 

Untuk memperoleh perspektif yang baik, letakkan resensi yang kamu buat dan tinggalkan dalam beberapa hari dan kemudian baca lagi dengan mata dan pikiran yang lebih segar.

Dapatkan feedback atau umpan balik

Dalam membuat sebuah karya, mendapatkan feedback atau umpan balik merupakan hal yang penting.

Mengoreksi dan menemukan kekurangan dalam tulisan yang kamu buat sendiri bukanlah hal yang mudah. Karena itulah kamu memerlukan orang lain supaya tulisan yang kamu buat bisa lebih sempurna.

Pastikan kamu hanya mengumpulkan karya terbaikmu

Yap, inilah hal paling baik yang harusnya kamu lakukan. Hanya mengumpulkan hasil terbaikmu entah untuk tugas sekolah ataupun untuk masuk ke redaksi, pastikanlah kamu hanya mengumpulkan karya terbaikmu. 

Hal ini (kalau kamu upayakan terus menerus) akan membuatmu menjadi seseorang yang berkelas.

Wednesday, 27 September 2017

Sejarah Candi Prambanan, Legenda Dan Gambar Di Masa Lalu

Sejarah Candi Prambanan, Legenda Serta Gambar Candi Di Masa Lalu

Gambar Candi Prambanan (legenda dan sejarahnya)

Noyvesto.net, Yogyakarta - Siapa sih yang hari ini belum tahu atau belum pernah mendengar nama candi yang satu ini? Mayoritas penduduk Indonesia pasti tahu namanya.

Tahukah kamu kalau Candi Prambanan sebenarnya beradai di wilayah administrasi dua provinsi. Letaknya memang sungguh unik, komplek candi berada di wilayah administratif Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, D.I. Yogyakarta. Sedangkan pintu masuk candi terletak di Desa Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Letak Candi Prambanan memang berada tepat di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Namun, tahukah kamu kalau kebanyakan orang lebih mengenal atau lebih ingat nama Yogyakarta sebagai lokasi dari Candi Prambanan.

Candi Hindu terbesar di Indonesia yang terletak di Jawa Tengah ini hanya berjarak 16 kilometer dari Jalan Malioboro. Hal ini berarti juga bahwa posisi Candi Prambanan tidak terlalu Jauh dari Kota Yogyakarta.

Dengan demikian, menjadi hal yang wajar kalau kebanyakan orang lebih mengingat Jogja sebagai tempat di mana Candi Prambanan berada.

Saatnya Belajar Sejarah


Sejarah Candi Prambanan Gambar Legenda Foto

Saat membuat tulisan ini, saya mulai menyadari sesuatu. Saya menyadari bahwa setiap kali ke Candi Prambanan, saya tidak mempelajari sejarahnya, tidak memperhatikan relief yang ada di badan candi, dan hanya foto, foto dan foto.

Nah, sekaranglah saat yang tepat untuk mengenal dan belajar tentang sejarah Candi Prambanan, biar enak, nanti kalau kamu ke sini, kamu sudah tahu sejarahnya, jadi bisa tinggal foto, foto dan foto kayak yang saya lakukan.

Pembahasan tentang sejarah candi akan memaparkan tentang siapa pendiri Candi Prambanan, kerajaan apa yang mendirikannya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan mahakarya megah karya bangsa yang indah ini.

Asal usul nama Candi Prambanan

Nama Prambanan yang melekat pada candi berasal dari nama daerah tempat candi berdiri. Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa candi terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Ini untuk wilayah administrasi Provinsi D.I.Y. ya.

Untuk wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah, nama kecamatannya ternyata juga bernama Kecamatan Prambanan. Kamu bisa googling informasi ini dengan kata kunci "kecamatan di sleman" dan juga "kecamatan di Klaten". Di halaman hasil pencarian itu akan ada nama Kecamatan Prambanan untuk dua kabupaten tersebut.

Nah, lalu kenapa daerah tersebut bernama Prambanan ya? Merujuk pada artikel yang ada di wikipedia bahasa indonesia yang membahas tentang Candi Prambanan, ditulis di artikel tersebut bahwa nama Prambanan diduga merupakan hasil perubahan dialek bahasa jawa dari istilah teologi Hindu, yaitu "Para Brahman".

Para Brahman ini memiliki makna "Brahman Agung" yang merupakan realitas abadi tertinggi yang tidak dapat digambarkan yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam Agama Hindu.

Namun, ternyata ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa kata "Para Brahman" itu merujuk pada masa jaya candi ini yang dulu dipenuhi oleh Para Brahman. 

Lalu ada juga pendapat lain yang mengajukan anggapan bahwa nama Prambanan berasal dari akar kata mban. Kata mban ini dalam Bahasa Jawa makna "menanggung" atau "memikul tugas".

Alasan pengajuan pendapat versi terakhir ini merujuk kepada para Dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menyelaraskan jagat raya.

Banyaknya pendapat yang diajukan ini bukanlah sebuah hal yang harus diperdebatkan karena pada dasarnya pihak yang mengeluarkan pendapat menginginkan makna terbaik bagi nama Prambanan.

Yah, seperti itulah nama Prambanan berasal. Ada banyak pendapat tapi semuanya baik. Bagus bukan?

Ada beberapa topik pokok mengenai sejarah Candi Prambanan, mulai dari sejarah pembangunannya, sejarah penemuannya hingga pemugaran kembali sehingga bisa dinikmati sampai hari ini.

Sejarah Pendirian Candi Prambanan

Sejarah singkat candi prambanan

Pembangunan candi tidak berlangsung cepat, perlu waktu bertahun - tahun agar bangunan candi sempurna. Siapa saja raja yang terlibat dalam pembangunan candi tentu (seharusnya) menjadi hal yang menarik untuk kita ketahui.

Salah satu hal yang menarik untuk diketahui adalah fakta tentang siapakah yang melopori atau memulai pendirian candi. 

Orang yang melopori pendirian candi

Ini adalah salah satu hal yang paling banyak dicari oleh pengguna internet terkait Candi Prambanan. Kata kunci yang sering mereka pakai untuk mencari informasi ini adalah "pendiri candi prambanan", "siapa pendiri candi prambanan" hingga "kerajaan pendiri candi prambanan".

Nah, sebenarnya pembangunan Candi Prambanan itu dipelopori oleh Rakai Pikatan. Beliaulah yang ingin mendirikan Candi Prambanan. 

Konon, niat pendirian Candi Prambanan dimaksudkan sebagai tandingan dari Candi Budha Borobudur dan juga Candi Sewu yang letaknya tidak tidak jauh dari Prambanan.

Rakai Pikatan sendiri adalah raja keenam Kerajaan Medang yang memimpin pada periode 840 - 856. Dalam proses pembangunannya, pembangunan candi dimulai pada 850 Masehi dipimpin langsung oleh Rakai Pikatan.

Estafet pembangunan candi

Setelah masa pemerintahan Rakai Pikatan berakhir, tonggak estafet pembangunan candi dilanjutkan oleh raja setelahnya. Hal menarik dari pembangunan Candi Prambanan ini adalah kesadaran dari para rajanya yang secara sadar meneruskan pembangunan candi.

Setelah Rakai Pikatan tidak lagi menjadi raja di Kerajaan Medang. Pembangunan candi dilanjutkan oleh Raja Lokapala. Lalu, setelah Raja Lokapala tidak menjadi raja, pembangunan Candi Prambanan yang tinggal melewati masa penyempurnaan dilanjutkan oleh kepemimpinan Raja Balitung Maha Sambu.

Raja Balitung Maha Sambu memerintah selama periode 899 sampai 911. 

Tidak hanya sampai masa kepemimpinan Raja Balitung. Pembangunan Candi Prambanan terus dilanjutkan oleh raja - raja setelahnya. Di halaman wikipedia bahasa yang berisi informasi tentang Candi Prambanan disebutkan bahwa raja Kerajaan Medang Mataram berikutnya, seperti Raja Daksa dan Raja Tulodong terus menyempurnakan kompleks Candi Prambanan hingga membangun candi - candi tambahan di sekitar candi utama.

Sejarah Candi Prambanan (foto gambar legenda)

Tujuan pembangunan candi

Merujuk pada Prasasti Siwagrha dengan angka 856 M. Ditunjukkan dalam prasasti tersebut bahwa pembangunan Candi Prambanan bertujuan untuk memuliakan Dewa Siwa. 

Nama asli bangunan Candi Prambanan sendiri dalam Bahasa Sansekerta adalah Siwagrha yang berarti Rumah Siwa atau Siwalaya yang berarti Ranah Siwa atau Alam Siwa.

Jadi, bisa dikatakan bahwa Candi Prambanan ini dibangun dengan tujuan sebagai sebuah persembahan untuk memuliakan Dewa Siwa.

Fungsi Candi Prambanan lainnya adalah sebagai candi agung Kerajaan Mataram. Pada masa Kerajaan Mataram, Candi Prambanan digunakan sebagai tempat digelarnya berbagai upacara penting kerajaan.

Informasi tersebut memunculkan dugaan dari kalangan sejarawan bahwa pada saat Kerajaan Mataram berjaya ada ratusan pendeta brahmana beserta murid - muridnya berkumpul dan menghuni pelataran luar candi untuk mempelajari Kitab Weda dan melaksanakan berbagai ritual dan upacara Hindu.

Lalu, di mana letak Kerajaan Wedang Mataram-nya ya?

Setelah membaca sampai sini, tentu dari tadi kamu membaca tulisa "Kerajaan Wedang Mataram" atau "Kerajaan Wedang" dan mungkin membuat kamu bertanya - tanya tentang lokasi kerajaan Wedang Mataram ini.

Lokasinya memang berada di sekitar Kecamatan Prambanan, tapi, bagi kamu yang tempat tinggalnya di Jogja, Klaten atau dekat dengan Candi Prambanan mungkin bertanya - tanya "di mana leatak Kerajaan Wedang" ini kalau Candi Prambanannya ada di sini.

Jawaban atas pertanyaan kepo tersebut masih berupa dugaan. Dugaan sementara sampai saat ini menyebutkan bahwa pusat Kerajaan Wedang atau Keraton Kerajaan Mataram terletak di suatu tempat di Dataran Kewu yang terletak di lereng Gunung Merapi.

baca juga : Sejarah Candi Mendut, Magelang

Sempat Ditelantarkan

Tahukah kamu bahwa ternyata Candi Prambanan sempat ditelantarkan? Jaman itu (sekitar tahun 1930-an), Ibu Kota Kerajaan Wedang berpindah ke Jawa Timur.

Penyebab pindahnya pusat kekuasaan ini tidak diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan terbesarnya disebabkan oleh letusan hebat Gunung Merapi yang menjulang hinga (sekitar) 20 kilometer di utara Candi Prambanan.

Namun, penyebab lainnya yang mungkin terjadi adalah peperangan dan perebutan kekuasaan. Setelah ibu kota kerajaan pindah, Candi Prambanan mulai tidak terawat dan terlantar.

Karena tidak dirawat, secara perlahan bangunan candi ini mulai rusak dan runtuh.

Bangunan candi diduga menjadi benar - benar runtuh setelah dihantam gempa bumi hebat yang terjadi pada aba ke-16. Meskipun tidak lagi menjadi pusat keagamaan dan ibadah umat Hindu, candi ini masih dikenali oleh penduduk desa sekitar.

Fakta tersebut menjadi salah satu hal yang memungkinkan penemuan kembali Candi Prambanan sehingga akhirnya berhasil dipugar.

Akhirnya ditemukan kembali

Sempat hilang karena ditelantarkan akibat pindahnya pusat kerajaan, akhirnya Candi Prambanan ditemukan kembali.

Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa penduduk lokal sebenarnya masih mengenali candi ini meskipun hanya melihat reruntuhannya.

Sayangnya, mereka hanya tahu sebatas itu saja. Sekadar tahu kalau reruntuhan itu dulunya adalah candi. Namun, mereka tidak tahu latar belakang serta sejarah yang sesungguhnya. 

Mereka tidak mengetahui siapa yang mendirikan bangunan yang runtuh itu. Siapa raja yang menjadi pelopor pembangunannya dan dari kerajaan apa. Mereka tidak tahu informasi tersebut.

Sebagai hasil imajinasi, masyarakat setempat menciptakan dongeng lokal untuk menjelaskan asal mula keberadaan candi - candi di kompleks Candi Prambanan ini.

Diwarnai dengan kisah hebat tentang raja raksasa, ribuan candi yang dibangun oleh makhluk halus, jin dan dedemit hanya dalam tempo satu malam, serta seorang putri cantik jelita yang dikutuk menjadi sebuah arca. Legenda ini akan kita bahas di bawah. Sabar ya.

Setelah sempat terlantar, akhirnya Candi Prambanan bertemu dengan orang - orang yang akan membuatnya berdiri tegak kembali.

Sejarah Candi Prambanan (didirikan kerajaan)

Sejarah penemuan kembali Candi Prambanan

Dalam perjalanan panjang Candi Prambanan dari mulai runtuh hingga ditemukan, ketidaktahuan masyarakat negara penjajah dan pribumi telah membuat beberapa bagian dari candi hilang.

Beberapa dari mereka (masyarakat penjajah dan pribumi) ada yang menggunakannya sebagai bahan bangunan dan ada juga yang menggunakannya sebagai hiasa.

Tak bisa dibayangkan, kalau sampai hari ini tidak ada seseorang yang tahu seberapa megah dan besar bangunan candi tersebut, mungkin kita semua, iya kita, masih bisa melihat rongsokan batu besar di pinggiran Sungai Opak Prambanan.

Penemuan kembali Candi Prambanan terjadi pada 1733. Candi Prambanan ditemukan oleh CA. Lons, seseorang yang berkebangsaan Belanda. Candi ini menjadi pusat perhatian dunia internasional pada masa penduduka Britania atas Pulau Jawa.

Waktu itu, seseorang lainnya bernama Colin Mackenzie, salah satu surveyor yang merupakan bawahan Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan candi ini.

Walaupun waktu itu Sir Thomas Stamford Raffles memerintahkan penyelidikan lebih lanjut, sayangnya reruntuhan candi masih dibiarkan terlantar sampai berpuluh - puluh tahun.

Penggalian tak serius dilakukan sepanjang 1880-an yang sayangnya malah menyuburkan praktik penjarahan batu candi serta ukiran - ukirannya.

Lalu, pada 1855 ada seseorang bernama Jan Willem IJzerman yang akhirnya mulai membersihkan sekaligus memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi.

Beberapa saat berikutnya Isaac Groneman melakukan pembongkaran secara masiv (besar - besaran) membuat batu - batu candi menumpuk secara sembarang di sepanjang sungai Opak.

Sayangnya, sejak saat itu arca - arca dan relief Candi Prambanan diambil oleh warga Belanda dan dijadikan hiasan taman, sementara itu, warga pribuki setempat menggunakan batu candi untuk bahan bangunan dan pondasi rumah.

Sebuah perjalanan panjang reruntuhan Candi Prambanan sebelum dipugar ternyata begitu miris. Saya juga baru tahu tentang ini.

Sejarah Candi Prambanan singkat

Akhirnya dipugar

Setelah melalui waktu ratusan tahun dengan nasib yang tidak jelas, akhirnya Candi Prambanan dipugar.

Proses pemugaran dimulai pada tahun 1918. Namun, upaya yang benar - benar serius baru dilakukan pada tahun 1930-an (belum sampai seratus tahun yang lalu).

Theodoor van Erp memelihara bagian bangunan Candi Prambanan yang rawan runtuh. Pada tahun 1918 sampai 1926, estafet pemugaran dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah J.P. Perquin dengan cara yang lebih sistematis sesuai kaidah arkeologi.

Seperti yang sudah kita ketahui dari poin sebelumnya (tentang penemuan kembali reruntuhan candi), beberapa pendahulu yang telah mengurus reruntuhan candi telah memindahkan beribu - ribu bagian candi secara sembarang tanpa melakukan upaya pemugaran kembali.

Pada 1926, proses pemugaran dilanjutkan oleh De Haan, sampai akhir hayatnya pada tahun 1930. Perjuangan De Haan kemudian dilanjutkan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga 1942 dan kemudian kepemimpinan renovasi candi diserahkan kepada putra Indonesia dan berlanjut sampai 1993.

Usaha renovasi bangunan candi terus menerus dilakukan bahkan sampai hari ini (September 2017). Terakhir saya ke Prambanan itu Agustus 2017 ini, ada pemugaran bangunan candi di luar bangunan candi utama dan tentu proses tersebut (kemungkinan besar) masih berlangsung sampai tulisan ini dibuat.

Pemugaran Candi Siwa yang merupakan candi utama di kompleks Candi Prambanan dirampungkan pada 1953. Peresmian hasil pemugaran Candi Siwa diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno.

Banyak bagian candi yang direnovasi menggunakan batu - batu baru. Tentu saja kamu bisa menebak kenapa proses pemugarannya menggunakan batu baru.

baca juga : 5 Tempat Wisata Malam di Jogja yang Unch Unch Banget

Benar, batu - batu candi yang asli sudah banyak yang hilang karena dicuri ataupun dipakai ulang untuk keperluan lain seperti membangun rumah.

Sebuah candi itu, katanya, hanya akan direnovasi kalau saja jumlah batu asli masih lebih dari 75%. Nah, kalau nanti kamu ke Prambanan dan melihat banyak sekali reruntuhan candi - candi kecil, itu karena pemugarannya yang sulit dilakukan karena batu candi yang sudah hilang.

Hasil pemugaran Candi Prambanan yang dilakukan telah menjadikan candi ini sebagai salah satu situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO.

Status "Situs Warisan Dunia" yang diberikan UNESCO ini diterima pada 1991.

Demi pemugaran dan perbaikan

Pemerintah Indonesia pada 1990-an memindahkan kampung dan pasar yang tumbuh secara liar di sekitar candi.

Pemugaran dan penataan dilakukan secara serius, sampai - sampai kawasan perkampungan dan sawah di sekitar candi dan diubah menjadi taman purbakala.

Dalam perjalanannya dari pertama kali dipugar secara serius sampai hari ini, telah berlangsung beberapa peristiwa penting bagi Candi Prambanan.

Peristiwa penting bagi Candi Prambanan


  • 1992 Pemerintah Indonesia dengan kementrian BUMN - nya membuat badan usaha (PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko) yang berfungsi secara khusus hanya untuk mengurus dan mengelola Candi Prambanan, Candi Borobudur dan Candi Ratu Boko beserta kawasan sekitarnya.
  • 2006 Gempa bumi hebat dengan kekuatan 5,9 skala Richter membuat banyak bagian candi yang rusak. Candi Prambanan sempat ditutup dan dibuka lagi beberapa hari setelah gempat.
  • 2009 Ruang dalam candi utama Candi Siwa tertutup dari kunjungan wisatawan dengan alasan keselamatan.
Itulah cerita tentang sejarah, legenda serta beberapa gambar Candi Prambanan di masa lalu. Terimakasih sudah berkunjung, mohon dishare kalau kamu merasa bahwa tulisan ini bermanfaat untuk (mungkin) teman - teman sekolahmu yang juga sedang mengerjakan tugas atau ke siapapun, seseorang yang penting dalam hidupmu.

Kalau kamu sedang mencari sebuah jawaban sedangkan apa yang kamu cari belum ketemu di tulisan ini. kamu bisa membaca artikel tentang sejarah Candi Prambanan di blog lain yang juga mengulas tentang sejarah dari candi cantik yang berlokasi di Jogja dan Klaten ini.

Berikut artikel lainnya yang bisa kamu baca :
Seeya.

Sejarah Candi Prambanan, Legenda Dan Gambar Di Masa Lalu

Tuesday, 26 September 2017

5 Tempat Wisata Malam di Jogja Yang Unch Unch Banget

5 Tempat Wisata Malam Terbaik di Jogja Yang Harusnya Kamu Kunjungi

Tempat wisata malam jogja 2017 2018

Jogja itu adalah tempat wisata idaman. Idaman semua masyarakat Indonesia. Jadi akan sangat wajar kalau kamu juga ingin datang ke kota wisata yang juga menyandang julukan sebagai kota pelajar ini.

Oh iya, gaes, tulisan ini tidak dibuat untuk dilihat poin ke poinnya secara langsung ya, akan lebih bermanfaat kalau kamu membaca semua kalimatnya. Saya usahakan tulisan saya seperti buku - buku best seller yang renyah (enak) kalau dibaca. InshaAllah.

Saat membuat tulisan ini, saya sempat memikirkan hal berikut

Mudah - mudahan saya tidak melakukan kesalahan dalam menebak siapa audiens untuk tulisan ini. Di sini saya berharap kamu, iya kamu yang membaca tulisan ini, adalah wisatawan dari luar kota yang berkunjung ke Jogja hanya dalam beberapa hari saja. Sehari, dua hari, tiga hari, empat hari atau mungkin seminggu.

Kalau tebakan saya benar, bahwa kamu adalah orang yang seperti saya sebutkan di atas, maka ijinkana saya untuk menunjukkan beberapa tempat wisata malam yang tentu worth it untuk kamu kunjungi (baik) bersama teman atau keluarga di Jogja.

Kalau kamu sedang mencari informasi tentang apa saja tempat wisata malam yang ada di Jogja, jawabannya akan sangat banyak. Karena, dii Jogja itu, perempatan lampu merah saja jadi tempat wisata, tentu hanya beberapa ya, ga semuanya.

Jadi kalau kamu cuma sekadar ingin tahu informasi mana saja tempat wisata malam di Jogja, akan ada banyak sekali jawaban yang bisa kamu temukan di google dengan mudah. Tapi, apakah kamu yakin mau ke sana, ga ke sini atau ke situ saja?

Ada banyak situs yang sudah menjelaskan tentang tempat wisata malam di jogja seperti,



Okeh, kalau kamu memang (kebetulan) hanya membutuhkan list atau daftarnya saja, kamu bisa melihatnya di bawah, ini dia.

Daftar Tempat Wisata Malam di Jogja

  • Alun - alun Kidul
  • Alun - Alun Utara (Musiman, ramai kalau ada pasar malam)
  • Angkringan Stasiun Tugu
  • Bukit Bintang
  • Hutan Pinus Pengger
  • Jalan Malioboro
  • Oyot Godhong Cabaret Show
  • Pasar Seni Gabusan
  • Pentas Seni Ramayana Prambanan
  • Plengkung Gading
  • Purawisata
  • Sindu Kusuma Edupark (SKE)
  • Taman Parkir Abu Bakar Ali
  • Taman Pelangi
  • Titik Nol Kilometer
  • Tugu Jogja

Ada banyak kan, gaes, daftar ini disusun berdasarkan abjad ya, bukan berdasarkan rekomendasi atau yang lain, hanya berdasarkan abjad.

Nah, kalau kamu hanya butuh daftar lokasi wisata malam di Jogja, daftar di atas adalah jawabannya. Tetapi, kalau kamu mau tahu tempat yang mana dari daftar di atas yang seharusnya kamu kunjungi, maka kamu bisa terus membaca tulisan ini.

Apa yang akan kamu baca berikutnya?

Kamu akan tahu alasan tentang mengapa 5 tempat ini yang seharusnya kamu kunjungi. Lokasinya di mana, bagaimana cara ke lokasi wisatanya (jenis angkutan apa yang bisa digunakan), ada apa di sana, ada makanan kah? apa saja, dan bagaimana cara menikmati jalan - jalan di masing - masing tempat.

Tempat senang - senang di malam hari

Tujuan dari jalan - jalan adalah meng-entertaint diri atau menghibur diri. Bahasa simplenya refreshing, sebuah aktifitas yang secara budaya berarti berusaha membuat otak sekaligus hati menjadi segar kembali. Senang - senang.

Di mana ya tempat di Jogja yang bisa memenuhi kebutuhan refreshing di malam hari? 

Tempat - tempat yang akan saya tunjukkan beberapa di antaranya berada jauh dari pusat kota dan mayoritas berada di kota. Semuanya tergantung pilihanmu, kamu membutuhkan tempat seperti apa.

Kalau kamu datang rame - rame bareng keluarga atau teman, tempat yang disebutkan di sini adalah tujuan yang cocok untukmu.

5 Tempat wisata yang unch unch itu adalah

Tempat wisata malam di Jogja 2017 2018
sumber : bintang.com

1. Jalan Malioboro

Kepopuleran yang dimiliki Jalan Malioboro memang tidak bisa dihiraukan, ada banyak sekali orang yang memimpikan untuk datang ke sini dan melihatnya dari media sosial (melalui foto) atau di televisi (cukup sering dibahas di tv). 

Jalan Malioboro sebenarnya adalah jalan biasa, iya jalan biasa, jalannya beraspal, tengahnya ada garis - garis yang dicat putih dan juga ada trotoar di pinggir. Persis seperti jalan aspal pada umumnya.

Jalan ini menjadi tidak biasa karena ramai oleh pengunjung yang ingin berbelanja oleh - oleh, mulai dari batik, kaos jogja - jogjaan (kaos bertuliskan jogja), hingga kerajinan perak ada di sepanjang malioboro. 

Salah satu hal yang hebat dari Jalan Malioboro adalah fakta bahwa jalan ini tidak pernah sepi, entah itu siang ataupun malam. 

Di malam hari, tepatnya dari maghrib hingga jam setengah satu dinihari, Jalan Malioboro masih ramai dari ujung ke ujung. 

Ada alasan tertentu kenapa noyvesto.net merekomendasikan Jalan Malioboro sebagai tujuan wisata malam hari di Jogja. 

Alasannya adalah sebagai berikut.

Alasan pertama, tempat ini dekat dengan tujuan wisata malam lainnya. Lokasinya bahkan bisa dibilang berada di tengah - tengah. 

Malioboro berada di dekat dengan Stasiun Tugu Yogyakarta, di mana di dekat stasiun besar Jogja ini ada tempat nongkrong khas Jogja, angkringan. Di angkringan stasiun kamu bisa duduk, ngobrol, istirahat setelah jalan di Malioboro sambil menikmati jajanan khas angkringan, nasi kucing, kopi jos, susu jahe dan lain - lain.

Selain itu, Malioboro juga dekat dengan Titik Nol Kilometer, salah satu tempat yang juga ramai pada siang dan malam hari di Jogja. Bahkan, kalau mau, kamu bisa ke alun - alun utara (bagian depan Keraton Yogyakarta) setelah itu baru ke Alun - alun Kidul. 

Untuk Alun - alun Kidul, kita akan membahasnya juga di sini. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang seharusnya kamu kunjungi pada malam hari di Jogja.

Jadi, kalau kamu ke Malioboro, kamu punya dua banyak pilihan. Yang pertama, mungkin kamu memilih balik ke penginapan atau hotel karena sudah lelah. 

Yang kedua, kamu bisa memilih melanjutkan perjalanan ke arah selatan. Kalau ke arah selatan, kamu akan menuju Titik Nol Kilometer, lanjut ke Alun - alun Kidul melewati bagian depan Keraton Yogyakarta (Alun - alun Utara).

Yang ketiga, kamu bisa memilih melanjutkan perjalanan ke utara. Kalau ke utara, kamu bisa ke angkringan Stasiun Tugu, lalu lanjut (bisa jalan kaki) ke Tugu Jogja (Tugu Pal Putih).

Nah, jadi salah satu alasannya itu adalah, kalau ke Malioboro, kamu berada di tengah - tengah, jadi bisa ke tempat ramai lainnya.

Alasan berikutnya, kamu bisa duduk - duduk di kursi yang tersedia di sepanjang trotoar timur Jalan Malioboro, ini kalau kursinya kosong ya. Kalau duduk di sini, kamu bisa berfoto ataupun sekadar beristirahat sambil berbincang dengan teman.

Alasan berikutnya lagi, di Jalan Malioboro ini ada beberapa mall besar, seperti Malioboro Mall dan Ramai Mall. Keberadaan mall ini akan memudahkan kamu kalau kamu ingin membeli sebuah barang di mall.

Musik Angklung juga menjadi salah satu daya tarik dari Malioboro. Keberadaan musik angklung ini terdapat di beberapa titik. Biasanya tidak jauh di selatan Malioboro Mall. Musik angklung yang noyvesto.net masuk adalah seperti ini :

Halo - halo Bandung with Bobotoh (kayaknya)

Nah, kalau malam, nonton musik angklung di Malioboro ini jadi enak. Bakal rame banget loh yang nonton. 

Selain bisa menikmati musik angklung, kamu bisa mengunjungi sebuah tempat yang menurut saya iconic banget. Tempat ini adalah salah satu toko yang ada di Malioboro. Toko yang kalau kita masuki, kita akan mencium aroma dupa yang khas serta mendengar musik gamelan. Toko ini berada di selatan Jalan Malioboro, namanya Mirota Batik.

Toko ini salah satu pusat belanja oleh - oleh di Jalan Malioboro, dan saya merekomendasikan ke kamu agar berkunjung ke sini kalau berniat ke Malioboro.

diclaimer : ini bukan promosi, noyvesto.net tidak dibayar oleh pihak Mirota Batik ataupun produk lainnya yang disebutkan dalam tulisan.

Nah, jadi ga ada alasan untuk tidak ke Malioboro pada malam hari. Meskipun kamu sudah ke sini pada waktu siang, kamu tidak akan rugi datang ke sini pada malam hari.

Setelah Malioboro, tempat berikutnya yang recommended untuk kamu kunjungi pada waktu malam di Jogja adalah

2. Bukit Bintang

tempat wisata malam di jogja bukit bintang

Bukit Bintang adalah tempat yang paling jauh dari kota. Dari lima tempat yang noyvesto.net rekomendasikan, inilah tempat terjauh.

Ada dua kondisi paling enak dan tepat kalau mau berkunjung ke sini.

Yang pertama, berkunjung karena sekalian jalan menuju ke Jogja setelah jalan - jalan ke wisata pantai di Gunung Kidul. Jadi, kalau siang - siang kamu main ke Gunung Kidul (Kabupaten yang pantainya banyak banget, ada 50an), sekalian saja pulangnya malam atau maghrib, jadi bisa sekalian mampir ke Bukit Bintang.

Yang Kedua, kamu mau ke arah pantai untuk menginap di pantai dan menikmati sunrise. Yaelah, yang satu sekalian jalan balik, yang satunya sekalian jalan berangkat ke pantai.

Tunggu dulu, saya belum selesai.

Kalaupun kondisimu tidak ada yang sesuai dengan dua kondisi di atas, kamu juga bisa berkunjung ke sini langsung secara khusus hanya untuk ke sini. Lokasinya berada di dekat pintu masuk ke Kabupaten Gunung Kidul.

Secara geografis Bukit Bintang berada di lereng perbukitan. Letaknya berada di pinggir jalan raya antar kabupaten.

Dari bukit bintang ini kamu bisa menikmati pemandangan kota jogja yang terlihat seperti bintang - bintang. Citra bintang yang terbentuk berasal dari cahaya lampu rumah penduduk yang berada di bawah bukit.

Berhubung Jogja itu dataran renda, jadi dari Bukit Bintang ini kita dapat melihat lampu rumah - rumah warga yang terlihat seperti hamparan bintang yang luas.

Alasan tempat ini bagus untuk dikunjungi adalah sebagai berikut :

Alasan pertama, di tempat ini anginnya sepoy - sepoy. Kamu bisa memilih tempat sesuai dengan jumlah orang yang bersamamu, kalau ramai, pilih tempat di restoran yang ada di lokasi. Kalau cuma berdua, kamu bisa bebas memilih, mau duduk di resto yang ada atau duduk ngemper, bebass.

Alasan kedua, tempat ini satu - satunya tempat ramai di Jogja yang bisa melihat pemandangan seperti ini. Cocok juga kalau kamu mau ke sini sama pacar, tempat dan keadaannya memungkinkan untuk terciptanya suasana yang romantis.

Kalau kamu suka tempat yang jauh dari kota, maka Bukit Bintang adalah tempat yang tepat untuk kamu kunjungi. Jalan menuju ke lokasi Bukit Bintang ini menanjak dan berkelok, namun tenang, kamu tidak perlu jalan terlalu jauh dari tanjakan pertama karena lokasi Bukit Bintang ini memang tidak begitu jauh.

Untuk sampai ke sini kamu bisa memanfaatkan google maps karena sinyal internet masih bisa kok diakses sampai ke lokasi.

Nah, setelah Malioboro dan Bukit Bintang, tempat wisata malam di Jogja yang noyvesto.net rekomendasikan berikutnya adalah

3. Alun - alun Kidul

tempat wisata malam di jogja alun alun kidul

Setelah sempat dimention saat tulisan baru membahas tentang Malioboro, kali ini noyvesto.net akan menceritakan alasan kenapa ke Alun - alun Kidul adalah pilihan yang seharusnya dipilih oleh kamu yang akan ke Jogja atau mungkin sedang di Jogja.

Sama seperti Malioboro, Alun - alun kidul ini berada di tengah kota (walaupun agak minggir ke selatan). Akses ke lokasi cukup mudah, karena masih berada di tengah kota, jadi kamu bisa memanfaatkan google maps kalau bawa kendaraan sendiri. Kalau pun tidak, kamu bisa ke sini pakai becak, Go-Jek/Gocar ataupun Grab-bike/Grab-Car.

Alasan kenapa kamu harusnya ke sini adalah

Yang pertama, karena kamu tidak akan terlalu jauh dari tempat menginap, sehingga kalau mau menghabiskan waktu di sini pun, kamu tidak akan terlalu lama atau terlalu jauh menuju ke tempat tidur.

Yang kedua, karena di sini kamu bisa nongkrong, entah kamu bersama keluarga ataupun teman, tempat nongkrong di sini cocok buat keduanya. Selain itu, harga makanan di sini relatif terjangkau, apalagi bagi kamu yang mungkin datang dari kota besar seperti Jakarta, Bandung atau kota besar lainnya.

Makanan yang dapat kamu nikmati di sini ada banyak ragamnya, kamu bisa pilih sesuai selera. Nasi, soto, tempura, kopi jos, susu jahe, es teh, ataupun yang khas - khas Jogja lainnya ada.

Yang ketiga, di sini kamu bisa mencoba permainan berjalan sambil tertutup mata untuk melewati dua pohon beringin. Nah, ini adalah salah satu hal yang patut kamu coba kalau ke Alun - alun kidul. Permainan berjalan dengan mata tertutup melewati dua pohon beringin ini telah populer karena liputan - liputan dan siaran pariwisata di televisi.

Kalau mau mencoba ini, kamu bisa menyewa alat tutup mata, biayanya 5.000 sekali sewa dan bisa untuk bergantian.

Yang keempat, kalau kamu orang yang senang seru - seruan, di Alun - alun Kidul ini ada yang namanya mobil - mobilan. Mobil - mobilan ini memang benar - benar mobil - mobilan, tapi bisa dinaiki.

Mobil - mobilan ini terbuat dari rangka berbahan logam yang dilengkapi dengan sistem penggerak seperti yang dimiliki sepeda. Iya, kalau mau mobilnya jalan, kita harus mengayuh. Yang menarik, ngayuh mobilnya bisa ramai - ramai.

Hal yang heboh dan menarik dari mobil - mobilan ini adalah lampunya yang terang serta suara musiknya yang besar. Jadi, kalau naik mobil ini kamu bisa dengerin musik, entah musik apa pun itu.

Sekali lagi, kalau kamu adalah orang yang suka seru - seruan maka kamu patut mencoba ini.

Biaya

Kalau ke sini, biaya pertama yang harus kamu keluarkan adalah parkir, itu pun kalau kamu bawa kendaraan sendiri.

Selain itu, tidak ada tiket masuk, main permainan melewati dua pohon beringin dengan mata tertutup pun juga gratis.

Kalau mau naik mobil - mobilan kamu harus siapin uang sekitar 50 - 80 ribu untuk mobil - mobilan yang bisa dinaiki lebih dari empat orang. Kalau menawar biaya sewa mobil, jangan lupa tawar jumlah putarannya juga, bisa jadi kalau sewanya cuma untuk sekali putar biayanya bisa lebih murah.

Cara menikmati malam di sini adalah dengan duduk nongkrong menikmati makanan dan minuman dan juga bermain jalan dengan mata tertutup serta naik mobil - mobilan.

4. Tugu Jogja

Tempat wisata malam di jogja tugu jogja malam hari
brilio.net

Tugu Jogja merupakan perempatan teramai kedua (mungkin) setelah kilometer nol. Tapi, kalau urusan rame - ramean di tengah perempatan, tempat inilah yang paling ramai.

Tugu ini merupakan tugu bersejarah milik Kota Yogyakarta. Di tenggara tugu ada sebuah museum kecil yang menjelaskan tentang sejarah tugu. Di sini, kita juga melihat miniatur Tugu Golog Gilig (tugu awal).

Selain itu, di museum mini ini terdapat pula plaza sumbu yang menjelaskan tentang hubungan letak dari Keraton Yogyakarta, Alun - alun selatan, Alun - alun Utara, Jalan Malioboro, Tugu Jogja dan Gunung Merapi. Kamu bisa belajar tentang alasan kenapa tempat - tempat ini terletak sejajar dari selatan ke utara atau sebaliknya.

Alasan kenapa harus ke sini...

Alasan pertama, tugu berada tidak jauh dari Malioboro, angkringan KR (angkringan depan kantor koran KR), Stasiun Tugu Yogyakarta, angkringan stasiun, serta beberapa tempat lainnya.

Kalau kamu seorang budget traveller, kamu bisa mempertimbangkan untuk makan soto sampah (namanya serem ya) yang berada di seberang pom bensin di utara tugu. Di soto sampah ini kamu bisa makan nasi soto dengan harga mahasiswa. Cius.

Tetapi, kalau kamu mau nyobain makan di angkringan, sekalian datanglah ke angkringan dekat stasiun tugu, karena di situlah yang paling murah di antara jejeran angkringan dari Tugu Jogja ke stasiun.

Alasan kedua, ada pepatah "belum ke Jogja kalau belum main ke Tugu Jogja". Nah, hal inilah yang menyebabkan ada banyak sekali wisatawan yang berdatangan sekadar hanya untuk berfoto di depan tugu.

Tugu Jogja adalah salah satu landmark terkenal milik Jogja. Makanya tempat ini selalu ramai. Tugu ini seperti menara eifel di paris. Jika melihat foto menara eifel kita langsung teringat paris karena letaknya di paris, maka dengan melihat foto tugu ini kita bisa tahu kalau tugu itu terletak di Jogja.

Tempat ini mulai ramai sejak jam 3 sore dan semakin ramai di malam hari. Berdasarkan data dari google maps, puncak kunjungan terbanyak di tempat ini adalah antara jam sembilan sampai jam sepuluh malam. Jadi, kamu mau ke sini jam berapa, itu terserah kamu yang penting jangan lupa makan (#eh).

Biaya

Kalau ke sini, kamu hanya perlu menyiapkan uang parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk roda empat. Yaps, untuk sekadar masuk atau berfoto dengan tugu, tidak ada pungutan biaya masuk alias gratis.

Tugu Jogja berada 1 kilometer dari pangkal Jalan Malioboro. Jarak tersebut sebenarnya tidak terlalu jauh bagi pejalan kaki. Jadi, kamu bisa mempertimbangkan untuk jalan ke Malioboro setelah puas main di sekitar tugu ataupun sebaliknya.

5. Titik Nol Kilometer

Tempat wisata malam di Jogja titik nol kilometer
brilio.net

Kalau untuk rame - rame, tempat ini adalah salah satu tempat yang cocok untuk kamu kunjungi. Di sini kamu bisa berfoto - foto dengan seniman yang menghiasi dirinya menyerupai kadang - kadang spongebob, kadang superhero sampai hantu.

Untuk kamu yang jalan - jalan bersama keluarga, tempat ini bukan tempat yang cocok untuk kamu kunjungi. Untuk bersama keluarga, kami merekomendasikan kamu untuk kulineran ke resto yang cukup unik, yaitu Raminten. Again, ini bukan promosi ya. Atau, bisa juga main ke Mall, Jogja punya banyak mall untuk dikunjungi.

Kalau punya adik kecil, kamu bisa mengajak keluargamu untuk main ke Taman Pelangi yang sudah kita bahas di poin ke empat tadi. 

Lanjut lagi tentang Titik Nol Kilometer.

Di Titik Nol Kilometer ini kamu bisa melihat bentuk asli bangunan gedung bank BNI lama, Istana Negara, Benteng Vredeburg, Kantor Pos lama dan Bank Indonesia.

Titik Nol Kilometer ini berada tepat di perempatan Jalan Ahmad Yani/Jalan Malioboro, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Jalan Panembahan Senopati dan Jalan Pangurukan Yogyakarta.

Titik Nol Kilometer ini berada dekat dengan parkiran bus pariwisata loh. Bisa jadi, saat pertama kali bus kamu sampai dan berhenti (ketiga tujuannya ke Malioboro), kamu akan turun di dekat Titik Nol Kilometer. Tapi bisa juga sebaliknya, bisa jadi kamu akan turun di parkiran dekat Stasiun Tugu (Parkiran Abu Bakar Ali).

Alasan kenapa kamu seharusnya ke sini adalah

Kalau kamu cuma datang satu dua hari ke sini dan cuma punya satu malam untuk jalan - jalan di Jogja. Pilihan terbaik adalah jalan - jalan ke sekitar Titik Nol Kilometer, Jalan Malioboro dan Tugu Jogja Saja. Just maka it simple aja.

Atau kalau kamu belum puas dengan tempat - tempat ini, kamu bisa mencoba untuk berwisata kuliner. Tempat wisata kuliner malam hari yang rekomended di Jogja bisa kamu kunjungi kapanpun kamu mau. Tinggal perhitungkan saja antara waktu, budget dan tenaga yang mau keluarkan untuk ke tempat - tempat ini.

5 Tempat Wisata Malam Terbaik di Jogja Yang Harusnya Kamu Kunjungi