Friday, 18 September 2015

Format Jogja Edisi Ramadhan

Sebagai mahasiswa perantau, Ramadhan di Jogja baru saya rasakan dua tahun belakangan, yaitu di 2014 dan 2015. Jadwal Ramadhan yang selalu maju akhirnya membuat hampir semua mahasiswa yang kuliah di Jogja, termasuk saya, merasakan  Ramadhan di kota ini. 2015 pun berbeda dari 2014.

Awal Ramadhan ini saya dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada lainnya harus ujian akhir di tengah ibadah puasa. Baru kali ini, sejak awal kuliah pada 2011 ujian akhir semester tidak pernah dilaksanakan di Bulan Suci. Sebagai sebagai pelajar lulusan SMA Negeri 4 Lahat, sejak awal kelulusan, saya sudah secara otomatis tergabung dalam ikatan alumni sekolah tersebut, FORMAT (Forum Alumni SMA Negeri 4 Lahat)

Karena kuliah di Jogja, maka saya pun menjadi bagian FORMAT Yogyakarta. Sejak awal kedatangan saya di Jogja, FORMAT Yogyakarta sudah banyak membantu, mulai dari menjemput dan mengantarkan saya bersama beberapa teman seangkatan daftar ulang ke kampus tempat kami lulus SNMPTN, hingga pada akhirnya angkatan saya yang mengayomi alumni – alumni baru yang baru lulus sekolah dan mau kuliah di Jogja. Ramadhan tahun ini, Saya bersama teman – teman FORMAT Yogyakarta, mengadakan bakti sosial ke panti asuhan. 

Kegiatan yang merupakan hal baru bagi FORMAT Yogyakarta. Tahun – tahun sebelumnya organisasi mahasiswa kedaerahan ini belum pernah mengadakan bakti sosial sekalipun. Penggalangan dana untuk kegiatan amal tersebut prosesnya termasuk cepat dan tidak rumit. Hal ini ditunjukkan dengan rentan waktu penggalangan dana yang cukup singkat dengan jumlah dana yang dihimpun lebih dari cukup.

Hanya dua hari setelah ide bakti sosial dicetuskan, FORMAT Yogyakarta berhasil mengumpulkan dana yang akan disalurkan ke sebuah panti asuhan di Kota Gudeg. Donasi dari Kerabat dan Sesama Alumni Penggalangan dana dilakukan di hari pertama Ramadhan dan dilakukan dengan cara pendekatan personal. Tiap anggota mengajak teman – teman kost, teman – teman kuliah serta alumni SMA Negeri 4 Lahat yang sudah bekerja untuk menjadi donatur di kegiatan amal yang akan kami lakukan.

Jika bersedia, mereka bisa mendonasikan berapapun uang yang mereka miliki tanpa batasan minimum. Alumni yang bersedia menjadi donatur dan kebetulan tidak berada di Jogja bisa mengirimkan donasinya ke rekening organisasi. Rata – rata mereka yang ditawari dan kemudian menjadi donatur menanyakan kapan dan bagaimana bentuk bakti sosialnya.

Pertanyaan tersebut kami jawab sesuai dengan sebaik – baiknya dan sebagai umpan balik, kami memberikan bukti dokumentasi kegiatan amal yang akan kami laksanakan. Karena dalam dua hari dana yang terkumpul sudah cukup, maka penghimpunan dana hanya dilakukan sampai hari ke dua. Dana tersebut akan dibelanjakan bermacam – macam sembako, seperti minyak goreng, gula, susu, mie instan, makarel, sirup, dan lain sebagainya.

Separuhnya lagi (donasi yang terkumpul) digunakan untuk memesan nasi kotak di salah satu resto terkenal di Jogja. Puncak dari kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 24 Juni 2015 atau hari ke tiga Ramadhan. Panti Asuhan Islam Ibadah Bunda yang beralamat di Jalan Bangirejo, KW I/50, Yogyakarta, menjadi tujuan kegiatan amal yang kami galangkan. Pukul 16.30, kami sudah tiba di Panti Asuhan Islam Ibadah Bunda. Sampai di sana, salah seorang perwakilan FORMAT Yogyakarta, yakni Novita Sari, Mahasiswi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, secara simbolik menyerahkan sembako kepada Kepala Panti Asuhan Islam Ibadah Bunda, Ibu Anti, di depan anggota FORMAT Yogyakarta dan anak – anak panti. 

Acara dilanjutkan dengan perkenalan, lalu mendengarkan sambutan dari Bu Anti, selaku Kepala Panti Asuhan Islam Ibadah Bunda. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terimakasih kepada keluarga besar FORMAT Yogyakarta yang telah datang dan memberikan bantuan kepada Panti Asuhan Islam Ibadah Bunda.

Tak lupa, beliau juga menceritakan sejarah berdirinya panti asuhan yang sejak awal berdiri, 25 tahun lalu, ia kelola bersama suami. Sebagai acara puncak, sore itu kami akhiri dengan buka puasa bersama adik – adik panti asuhan. Kami berbuka dengan melon, teh hangat dan tempe goreng, selepas shalat maghrib barulah kami menyantap nasi kotak bersama – sama. Alhamdulillah Ramadhan kali ini bermakna. FORMAT (Forum alumni SMA Negeri 4 Lahat) FORMAT Yogyakarta SMA Negeri 4 Lahat

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon