Thursday, 29 October 2015

Perencanaan Bisnis yang Muncul Sekejap

Rencana bisnis pada dasarnya seperti sebuah pemikiran yang dimiliki oleh seorang pebisnis di mana rencana tersebut membuatnya yakin bisnisnya akan berhasil. Tingkat kematangan rencana bisnis itu sendiri bisa diukur dengan memberikan si pebisnis beragam pertanyaan mulai dari seberapa mungkin rencana tersebut bisa diaplikasikan, apa saja langkah - langkah yang akan dilakukan untuk membuat rencana tersebut berhasil, berapa jumlah orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rencana tersebut.

Jika seorang pebisnis mampu menjawab seluruh pertanyaan terkait rencana bisnisnya dengan baik dan jawabannya juga mengarah kepada tujuan utama rencana bisnisnya, yaitu meraup laba, maka bisa dipastikan investor pasti mau menanamkan modal ke usaha tersebut.

Tidak ada pakem waktu tertentu untuk membuat rencana bisnis. Ada orang yang bisa membuatnya dengan cepat dan ada pula yang memerlukan rentang waktu yang cukup panjang untuk membuatnya. Di artikel ini Anda akan membaca pembahasan Kami tentang membuat rencana bisnis yang cepat dan berhasil.

Contoh paling baik untuk mengilustrasikan bagaimana seorang pebisnis merencanakan bisnisnya dalam waktu singkat adalah kisah dari pemilik Virgin Group, Sir Richard Branson, saat ia pertama kali menyediakan jasa penerbangan komersial.

Munculnya ide yang secara tiba - tiba

Sir Richard Branson berada dalam sebuah perjalan menuju Kota X. Pesawat yang ia naiki memerlukan satu kali transit, yaitu di Bandara A, yang kemudian akan terbang lagi menuju Bandara Z sebagai tujuan akhir.

Sir Richard bersama penumpang lainnya telah take off dari Bandara di Kota X menuju Bandara A. Perjalanannya nyaman dan juga aman. Lalu, setelah 45 menit mengudara, pesawat yang membawa mereka tiba di Bandara A. Sang pilot berhasil mendaratkan pesawat berkapasitas 200 penumpang itu dengan baik. Penumpang turun dan beberapa diantaranya menunggu untuk keberangkatan berikutnya menuju Bandara Z.

Masalah muncul sewaktu transit di Bandara A. Delay berjam - jam tanpa penjelasan yang disertai pelayanan yang buruk oleh maskapai pesawat. Setiap penumpang memiliki kepentingan berbeda - beda. Ada yang memiliki urusan bisnis sehingga harus sampai tepat waktu, ada juga yang santai--mungkin sedang liburan. 

Sir Richard Branson yang merupakan salah satu penumpang di penerbangan berikutnya itu tiba - tiba memiliki ide untuk membantu penumpang - penumpang lain. Ia melihat bahwa ada orang yang harus sampai sesuai jadwal penerbangan di kota Z, pasti beberapa orang dari 200 penumpang itu memiliki urusan penting.

Ia memikirkan sebuah rencana yang akan membuat penumpang - penumpang itu bisa tiba tepat waktu di Bandara Z. Ia pikirkan betul - betul langkahnya apa, biayanya berapa dan harus memasang tarif berapa kepada para penumpang terlantar itu. Target pasarnya sudah jelas, yaitu semua penumpang yang menjadi korban delay penerbangan.

Sir Richard akhirnya menyewa sebuah pesawat yang sudah siap terbang, sudah terisi avtur di tangki bahan bakarnya. Lalu memastikan waktu take off di Bandara A hingga waktu landing di Bandara B apakah sesuai dengan rencananya, yaitu sama dengan jadwal semula penerbangan yang delayed tadi.

Setelah memastikan bahwa semua rencananya sangat mungkin untuk dilakukan, akhirnya ia menawarkan kepada seluruh penumpang lain pesawat yang tidak bisa berbuat apa - apa kecuali menunggu tersebut jasa penerbangan miliknya, Virgin Air, yang baru ia buat hari itu juga.

Virgin Air milik Sir Richard waktu itu menawarkan penerbangan ke kota Z dengan harga tiket yang relatif lebih murah serta waktu terbang yang sesuai dengan jadwal semula pesawat yang delay itu. Kisah ini ada di buku Like A Virgin karangan Sir Richard sendiri. Sir Richard menempatkan posisi maskapai buatannya di depan maskapai yang delay, ia memberi harga yang relatif lebih murah, dan waktu yang lebih awal dari penerbangan yang tertunda.

Ide tersebut merupakan ide yang muncul dalam waktu cepat. Diterapkan juga dalam waktu yang singkat. Hebatnya, rencana tersebut berhasil. Anda bisa dan boleh mengatakan bahwa rencana yang berhasil tersebut merupakan suatu keberuntungan. Sah jika Anda berpikir seperti itu, pasalnya rencana tersebut bisa saja tidak berjalan jika Sir Richard berada di Bandara Heathrow, Inggris, yang mempunyai jadwal penerbangan yang sangat padat. Sulit untuk mencari waktu kosong untuk penerbangan baru, apalagi waktunya bisa dipilih, yaitu sama dengan jadwal terbang pesawat delay yang mereka tumpangi.

Dari hulu ke hilir

Sir Richard pasti sudah melakukan pengecekan berulang kali terhadap rencana dan langkah - langkah yang ia buat untuk melaksanakan ide tersebut. 

Dari kisah tersebut Sir Richard terlihat sudah memikirkan idenya itu dari awal hingga akhir. Dari munculnya ide sampai pesawatnya benar - benar berhasil mendarat di Bandara Z.

Gambaran besar, keseluruhan, seperti ini penting untuk dibayangkan oleh seorang pebisnis yang sedang membuat rencana usaha. Ia harus memastikan rencana yang ia buat sudah menyeluruh, bukan potongan - potongan kecil yang hasil akhirnya bukan tujuan utama bisnis.

Dari kisah tersebut, Kita juga diajarkan bahwa keyakinan merupakan hal yang tak kalah penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Walau tidak dituliskan di cerita di atas tentang keyakinan yang dimiliki Sir Richard, jika diperhatikan Sir Richard memiliki keyakinan yang kuat bahwa usaha yang ia jalankan akan berhasil.

Keyakinan dulu atau rencana dulu

Ada suatu hal yang sebaiknya Anda tahu dan ambil dari tulisan ini. Pelajaran tentang keyakinan atau tentang pentingnya memiliki keyakinan sering kali dibahas dalam buku - buku bisnis.

Kali ini, Anda juga akan membacanya di ujung tulisan ini. Merunut ke pengalaman penulis dalam menjalankan bisnis, modal sekadar yakin ini dalam situasi tertentu akan berbahaya.

Bahayanya muncul ketika si pebisnis mengaminkan bahwa menjalankan usaha itu harus yakin, lalu iya yakin dan berniat menjalankan usahanya, namun mengabaikan perencanaan bisnis.

Keyakinan yang tinggi disertai anggapan bahwa memulai bisnis tak perlu memikirkan A sampai Z, tak perlu memikirkan rencana adalah salah.

Perencanaan berfungsi untuk meraba atau membantu Anda memprediksi sejauh mana ide Anda akan berhasil, sejauh mana bisis Anda akan berjalan.

Pembahasan lebih lanjut? Tunggu artikel berikutnya yang membahas tentang ini ya. Nanti linknya akan Kami sertakan di akhir tulisan ini.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon