Saturday, 17 October 2015

The Martian : Bertahan hidup 1.5 tahun di Mars seorang diri 2

Mark Watney ketika mendapati tanamannya di Mars hancur
Mark Watney ketika mendapati tanamannya di Mars hancur
Petualangan Mark Watney dimulai. Sejak hari pertama Mark beraksi, adegan di film ini sudah menunjukkan bahwa seorang astronot harus bisa bertahan hidup, mengerti banyak hal, selain juga cerdas.

Terbangun dalam kondisi tertusuk antena yang menembus baju astronot serta perut bagian kiri, membuatnya harus berjuang ekstra untuk bisa bertahan hidup di Mars. Adegan - adegan dalam film senantiasa menampilkan bahwa seorang astronot haruslah paham tentang banyak hal.

Mark, sungguh malang nasib sang astronot ini. Sudah dianggap mati oleh rekan satu timnya dan seluruh dunia. Ternyata ia masih hidup dan harus survive sendirian di sana. Alih - alih meratapi kesedihan, Mark memilih untuk bertahan hiduo sampai misi Ares 4 dilakasanakan dan hal ini tidaklah berlebihan jika dikatakan demikian.

Mark berhasil memasuki ruang penyetabil tekanan udara habitat. Jumlah oksigen dalam baju astronot yang tinggal sedikit itu, kini sudah tidak perlu dipikirkan. Mark sudah bisa menghirup udara dengan bebas lagi di habitat.

Mark mencari peralatan medis. Ia mencoba mengobati tubuhnya, melepas logam, bagian ujung dari antena yang nyangkut di sisi kiri perutnya. Sendiri. Entah apakah seorang awak nasa itu dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda semuanya diwajibkan untuk mengerti tentang medis, permesinan, astronomi, dll. Tapi apa yang dilakukan Mark adalah sebuah keberanian.

Operasi tersebut ia lakukan sendiri. Dengan sebuah pisau medis ia mencoba membuat sobekan di sekitar lubang yang terbentuk. Tujuannya untuk mempermudah mengeluarkan patahan logam yang masih ada di perutnya. Ditekannya pisau ke kulit perut. Wajah Mark meringis, menahan perih yang berasal dari sobekan pisau tersebut. Meski harus menahan sakit, ia berhasil membuat lubang itu.

Lalu, Mark berusaha melanjutkan operasi tersebut. Kali ini ia harus mencari, lalu mengangkat potongan logam yang tertinggal itu. Sebuah tang medis dipegang dengan pasti di tangan kanannya. Napasnya tertahan ketika ujung tang berhasil meraih potongan logam. Dijepit, lalu diangkat benda itu hingga akhirnya berhasil ia keluarkan.

Belum selesai. Lubang yang dibuat tadi segera ia tutup dengan steples. Cetak, cetak, cetak, cetak!!. Steples tembak tersebut akhirnya menutup luka Mark.

Wajahnya lemas. Ia belum makan semenjak ia sadar. Operasi itupun dilakukannya dalam kondisi lemas. Beruntung akhirnya operasi yang ia lakukan kepada tubuhnya sendiri berhasil dilakukan.

Mark mencari makanan. Seketika ia terpikir untuk memikirkan bagaimana dengan jumlah makanan yang ada di habitat bisa membuatnya bertahan sampai kedatangan ares 4, lima tahun kemudian. Sungguh mustahil jika ia hanya mengandalkan stok makanan yang ada untuk bertahan hidup selama itu. Mustahil. Tapi ia memutuskan untuk bertahan hidup dan bermimpi supaya bisa kembali lagi ke bumi.

Mark adalah ahli pertanian. Sisa makanan tersebut akan menjadi mimpi buruk bagi seseorang yang tidak mengerti tentang pertanian. Mars berbeda dengan bumi. Tanahnya tidak bisa ditanami dengan tumbuhan apapun. Tidak bisa bertanya kepada siapapun, termasuk dengan google. Latar belakang pendidikan Mark membuat film ini menjadi lebih seru.

Mark telah menghitung persediaan makanan. Ternyata hanya cukup untuk dikosumsi sampai satu setengah tahun. Stok kentang yang ada di pantri habitat memberinya ide untuk bercocok tanam.

Mark memulainya. Ia belum memikirkan cara untuk mengeluarkannya dari Mars. Bercocok tanam adalah langkah pertama, sebuah langkah yang tepat untuk membuatnya bertahan hidup lebih lama.

Mark menyulap gudang habitat menjadi sebuah ladang. Ia memulainya dengan memenuhi seluruh lantai habitat dengan tanah Mars yang gersang. Lalu, ia membuat isolasi dengan plastik besar yang dikelilingkan mengikuti bentuk habitat yang melingkar. Inti dari apa yang dilakukan Mark ini adalah bertanam di dalam sebuah tenda. Fungsi tenda ini sendiri adalah untuk membuat sebuah hujan buatan, lebih tepatnya membuat embun yang kemudian membuat tanah tadi berair. Ekosistem seperti di bumi berhasil ia ciptakan.

Untuk pupuknya, Mark Watney mengandalkan kotoran - kotoran mereka yang sudah terbungkus kantong - kontong plastik vakum. Ide bertanam kentang ini akhirnya berhasil dan Mark Watney mendapatkan kentang - kentang baru untuk menyambung hidup.

Inilah enaknya menonton film fiksi ilmu pengetahuan (science fiction), refreshing tapi juga sambil belajar. Bagi penggemar film science fiction, keseluruhan adegan di film ini sangat menarik untuk ditonton. Banyak disiplin ilmu yang terkait dengan film ini, misalnya ilmu mekanika, ilmu kimia, ilmu pertanian, ilmu aeronautika, dll.

Dua adegan tersebut hanya dua diantara banyak adegan ilmiah lain yang ditampilkan di film ini. Menarik. Namun sayang film ini tidak menjelaskan bagaimana pesawat luar angkasa yang dipakai oleh astronot ini mendarat di Mars dan mendarat di bumi. Posisinya yang vertikal terhadap permukaan Mars membuat saya penasaran seperti apa proses landing pesawat antariksa NASA mendarat. Secara keseluruhan, film ini menarik untuk Anda tonton.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon