Friday, 30 October 2015

Kenapa menolak ketika diberi? Yuk belajar menerima

kenapa menolak sih ketika diberi sesuatu? Yuk belajar menerima

Kenapa menolak ketika diberi? Yuk belajar menerima


Anda atau saya mungkin pernah menolak sebuah pemberian dari seseorang. Pasti ada alasan tersendiri kenapa Anda menolaknya. Lalu apakah alasan Anda? Sudah terlalu banyak duit, merasa tak layak menerima karena lebih pantas memberi orang yang memberi sesuatu kepada Anda, atau karena kebiasaan menolak yang Anda pelihara? Yang manakah jawaban yang paling cocok dengan Anda?

Kenapa sih ditolak? Kok tidak diterima saja? Pernahkah Anda berpikir bahwa ketika Anda memberi, lalu orang yang mau Anda kasih sesuatu tadi menolak pemberian Anda. Orang tersebut mengatakan "ah ga usah Pak, makasih", "wah makasih banyak Pak, tapi maaf saya ga bisa menerimanya", dalam kondisi tersebut bagaimanakah perasaan Anda?

Bayangkan ketika Anda sudah berniat membelikan seseorang hadiah, lalu Anda benar - benar membelinya untuk kemudian dikasihkan ke seseorang. Di waktu berikutnya Anda bertemu dengan orang yang akan Anda beri hadiah. Hadiah Anda berikan, "ini Pak, Bu ada sedikit hadiah dari Saya untuk bapak dan ibu". 

Nah, apa harapan Anda ketika Anda memberi? Apakah Anda berharap supaya orang tersebut menerima pemberian Anda, atau menolaknya dengan berbagai alasan. Saya yakin kalau Anda sudah membeli hadiah untuk seseorang pastilah Anda sudah 100% ingin supaya barang tersebut diterima oleh orang yang Anda maksud.

Lalu, kenyataan ternyata berjalan tidak sesuai harapan Anda. Pemberian Anda ditolak, dengan alasan yang ahsudahlah. Bayangkan, Anda sudah ke sebuah mall satu hari sebelumnya, memilah - milah jenis barang yang cocok untuk diberikan ke seseorang, Anda menghabiskan cukup banyak waktu untuk mendapatkan barang yang cocok untuk penerimanya. Akhirnya, setelah berjam - jam lamanya, Anda mendapatkannya. Anda pasti membayangkan senyum bahagia orang yang akan menerima pemberian Anda tersebut, right?

Eh ternyata ditolak. Mereka tidak menerima pemberian Anda. Dengan segudang alasan. Bingung? Pasti. Anda pasti bingung, lah kok ada orang yang hari ini dikasih sesuatu gratis, halal, malah menolak.

Awalnya menolak, sebenernya mau, mau banget

Ada juga yang awalnya menolak, tapi ujung - ujungnya menerima. Yang seperti ini masih lebih baik daripada yang menolak. Tentu saja. Agama saja mengajarkan supaya jangan pernah menolak rejeki, apalagi yang jelas - jelas rejeki halal.

Kalau awalnya tak mau, tapi ujung - ujungnya mau ini pernah juga saya alami. Kalau diteliti, saya menganggap asal muasal sikap malu - malu aslinya mau saya dalam menerima pemberian ini adalah kebiasaan yang saya berdayakan dari kecil. Saya ingat bahwa sejak kecil saya pasti mengatakan ga usah Bude, Pakde, makasih, begitulah dulu yang saya lakukan kalau diberi uang oleh pakde dan bude saya. 

Karena setiap dikasih sesuatu saya menolak dulu walau akhirnya ya diambil juga, lama - lama perilaku tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Dikasih apa - apa menolak dulu didepan. Bagaimana dengan Anda? Adakah yang sama dengan saya? 

Lalu, apa yang paling benar ketika Anda diberi sesuatu oleh siapapun orangnya?




Menerimanya. Menerima pemberian seseorang sudah menempatkan kita sebagai orang yang menghargai niat baik nan tulus yang dimiliki si pemberi kepada kita. Siapapun orang yang Anda kenal, yang memberikan sesuatu kepada Anda, pastikanlah Anda menerima pemberian darinya. Dengan cara itu Anda membuat si pemberi senang karena usaha yang ia lakukan tidak sia - sia.

Bagaimana jika si pemberi lebih pantas untuk diberi sesuatu?

Tetap saja jawabannya adalah, terimalah. Terimalah pemberian tersebut meskipun Anda merasa bahwa Anda lebih kaya daripada si pemberi.

Hargailah apapun yang orang lain persembahkan untuk Anda tanpa menimbang berapa harga pemberian tersebut. Berikan penghormatan terbaik dengan mengucapkan terimakasih disertai senyum terbaik yang Anda miliki. Dengan demikian Anda telah menjalankan anjuran agama dengan baik.

Jika Anda malu karena Anda belum terpikir untuk memberi hadiah kepada siapapun sedangkan Anda adalah seseorang yang sangat kaya, lalu Anda sedang berhadapan dengan orang yang hidupnya sulit tapi mau mencoba memberi hadiah kepada orang lain dengan kemampuannya. Jika Anda dalam kondisi seperti ini lupakanlah rasa malu Anda dan terimalah hadiah terbaik dari orang lain yang diberikan kepada Anda.

"Pemberi yang baik adalah penerima yang baik" - T. harv Eker

Dalam bukunya Secrets of the Millionaire Mind Harv Eker yang menjelaskan dalam sub bab yang menyampaikan bahwa salah satu kebiasaan orang kaya adalah berbagi, ada poin khusus di situ yang menjelaskan juga bahwa selain senang berbagi, orang - orang dengan pemikiran millionaire juga merupakan penerima yang baik.

Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang menerima dengan senang hati pemberian orang lain, sebenarnya orang tersebut juga memberi sesuatu kepada si pemberi, yaitu kebahagiaan. Setiap orang yang memiliki niat tulus untuk memberi pastilah bahagia ketika apa yang ia berikan disukai oleh orang yang menerima, di mana hal itu sekaligus menandakan bahwa usaha yang ia lakukan berhasil. Ingat bahwa ketika memberi sesuatu setiap orang berharap orang yang menerima senang.

Jangan lupa tunjukan senyum

Hal termurah yang bisa diberikan seseorang kepada orang lain namun memiliki dampak yang besar adalah senyum. Tak perlu biaya untuk memberikan senyum. Berikanlah senyuman terbaik Anda kepada orang yang memberikan hadiah kepada Anda. Tunjukkan simpati padanya, tunjukkan bahwa Anda senang dengan hadiah uang Anda terima.

Nah, setelah membaca artikel ini, bagaimanakah pendapat Anda tentang menerima dan menolak pemberian? Bersediakah Anda menjadi penerima yang baik?

Sumber referensi dan gambar :
http://news.stanford.edu/news/2014/april/giving-and-happiness-041414.html

Kenapa menolak ketika diberi? Yuk belajar menerima

Artikel Terkait

1 komentar so far

Bonus Deposit 100% –Sudahkah anda berbisnis forex trading?, bergabung sekarang juga dengan kami
trading forex hotforexasian.com
-----------------
Kelebihan Bertransaksi di HotForex
1. HotForex Memberikan Bonus Deposit 100% pada akun anda
2. Trading di HotForex dimulai dari 0 spread
3. Deposit Mulai dari 70 Ribuan atau 5 usd
4. Memiliki regulasi yang benar FSC
5. Perusahaan HotForex Berdiri Sejak Tahun 2010
6. Deposit dapat dilakukan menggunakan BANK LOKAL BCA, MANDIRI, BRI DAN FASAPAY
7. Hotforex juga menyediakan akun PAMM dimana anda dapat menitip dana kepada perusahaan untuk di kelola dan
banyak lagi kelebihan yang lainya, daftar segera disini hotforexasian.com.
-----------------
Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
Tlp : 085364558922
BBM : efx2009


EmoticonEmoticon