Tuesday, 13 October 2015

Suku bunga acuan atau BI Rate dari Bank Indonesia dan pengaruhnya

Dalam sebuah laman yang menjelaskan tentang makna dan fungsi BI rate, penulis mendapatkan bahwa menurut Bank Indonesia, BI Rate adalah "suku bunga kebijakan" yang mencerminkan sikap kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik.

Penjelasan oleh Bank Indonesia melalui situs resminya ini memang tidak menjabarkan secara rinci tentang apa itu suku bunga, yang di Indonesia sendiri, suku bunga, disebut sebagai BI rate.

Suku bunga dalam konteks negara, bukan korporasi, adalah persentase bunga acuan yang dikeluarkan oleh otoritas moneter sebuah negara, yang kemudian keputusan dari otoritas moneter tersebut akan diikuti oleh korporasi, bank - bank yang berada di dalam negara yang bersangkutan, untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga bank (suku bunga deposito dan suku bunga kredit) masing - masing. Di 
Indonesia pemegang otoritas moneter adalah Bank Indonesia.

Bagaimana suku bunga acuan ini mempengaruhi perekonomian sebuah negara?

Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan urutan sebab akibat naik turunnya suku bunga.

Penyebab suku bunga (BI rate) naik

Suku bunga acuan sebuah negara bisa naik karena terpaksa, yaitu untuk mengimbangi besaran inflasi. Lalu karena perekonomian sudah berjalan sangat baik sehingga menaikkan suku bunga tidak akan mengganggu perekonomian negara.

Suku bunga acuan dikeluarkan untuk menjaga agar perekonomian tetap berjalan dengan baik. Faktor umum naik turunnya suku bunga adalah inflasi.

Inflasi adalah penyebab utama yang mengakibatkan harga - harga melambung tinggi, yang membuat bakso 500 perak di tahun 90-an hari ini harganya diatas enam ribu rupiah.

Tugas BI sebagai badan yang diamanati untuk menaikan dan menurunkan suku bunga acuan adalah untuk menjaga laju perekonomian, gerak perekonomian. Dengan bahasa yang lebih sederhana yaitu menjaga supaya transaksi jual beli di masyarakat masih berjalan normal.

Inflasi yang tinggi menyebabkan harga - harga naik, termasuk transportasi.
Hal ini membuat biaya produksi perusahaan - perusahaan di negara yang bersangkutan membengkak. Jika biasanya membeli bahan baku itu hanya perlu keluar Rp500.000, karena inflasi biayanya bisa sampai Rp800.000, jika harga tersebut baru harga produknya saja, belum termasuk biaya transportasi, tentu pengeluaran perusahaan membengkak parah.

Biaya produksi yang besar ini kadang tidak diikuti oleh permintaan yang besar. Biasanya untuk menutup biaya produksi, produsen terpaksa menaikkan harga produk yang dijualnya. Lalu, di sisi konsumen, konsumen tidak sanggup dan berpikir dua kali untuk membeli produk tersebut karena harganya yang tiba - tiba naik. Peristiwa ini, yaitu sedikitnya permintaan produk daripada ketersidaan atau stoknya, juga melandasi maraknya PHK saat krisis. 

Dengan demikian, Bank Indonesia harus menaikkan suku bunga acuan. Secara umum, ketika BI rate dinaikkan, maka suku bunga deposito dan suku bunga kredit juga naik.

Suku bunga deposito dan suku bunga kredit ini adalah kebijakan masing - masing bank. Jadi, besaran bunga yang dinaikkan atau diturunkan itu setiap bank angkanya bisa berbeda - beda, ada yang naik menjadi 1,5% per bulan, ada yang 1,2% saja per bulan, misalnya.

Suku bunga deposito sendiri pengertiannya adalah besar bunga yang diberikan bank kepada nasabah yang menyimpan uangnya di bank, sedangkan suku bunga kredit adalah besarnya bunga kredit yang bank berikan jika ada orang yang ingin mengajukan kredit ke bank. 

Nah, biasanya, di saat ekonomi sedang susah, suku bunga kredit itu naik. Besaran suku bunga acuan atau bi rate selalu membelakangi persentase inflasi. 

Artinya, jika kenaikan inflasi bulan ini adalah 1,5%, bi rate nya akan bertambah 1% atau 1,2% bisa juga di angka 0,8%. Dengan kata lain, jika terjadi inflasi, BI rate akan naik sampai waktu yang telah ditentukan oleh BI.

Jadi pikir - pikir dulu sebelum Anda melaksanakan niat Anda untuk meminjam uang ke sebuah bank di saat inflasi sedang tinggi. Cek dulu apakah suku bunga kredit dari bank yang akan Anda pinjam uangnya juga ikut naik. 

Jikapun naik, cek seberapa besarnya, lalu, cek juga apakah besaran bunga yang akan menjadi beban Anda tersebut nilainya fix atau fluktuatif mengikuti suku bunga dari Bank Indonesia.

Apa tujuan dinaikkannya BI rate oleh Bank Indonesia?

Salah satu tujuan dinaikkannya BI rate adalah supaya masyarakat tetap menyimpan uangnya di Bank, karena sudah jelas, di satu sisi masyarakat dikasih enak, yaitu mendapatkan bunga lebih banyak (bagi nasabah), yang jika uang tersebut disimpan sendiri akan membuat nilainya tergerus. 

Namun, di satu sisi, peminjaman uang (kredit) untuk usaha juga dipersulit dengan naiknya suku bunga ini.

Masyarakat sebagai nasabah bank tentu mau menahan uangnya di bank dengan alasan supaya tidak termakan inflasi terlalu banyak. 

Karena uang tersebut jika disimpan sendiri di rumah, jumlahnya tidak akan bertambah, sedangkan jika disimpan di bank jumlahnya akan bertambah.
Yaitu dalam bentuk bunga.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon