Tuesday, 3 November 2015

Kerang Kingdom UGM Mantapnya ke Mana - mana

Kerang Kingdom adalah warung kuliner yang menjual kerang - kerangan, lokasinya di Jalan Kaliurang sebelah gedung Purna Budaya UGM, timur jalan. Beruntung, saya pertama kali ke sini pas Warung Kerang Kingdom ini baru buka.

Loh, kok beruntung? Iya, pasalnya di hari pertama buka tersebut Warung Kerang Kingdom ini memberikan potongan atau diskon 50% untuk seluruh menu kerang  yang mereka tawarkan. Menu kerang yang ada kemarin itu baru tersedia dua jenis saja, dari  empat jenis kerang yang ada di menu mereka. Kata mas - mas yang jual di sini ada empat jenis kerang, yaitu kerang dara, kerang hijau, kerang baling - baling, dab kerang kapak.

Harga yang ditawarkan cukup murah bagi mahasiswa seperti saya waktu itu. Oh iya, warung ini menjual kerangnya dengan hitungan kilo bukan per porsi. Tapi tenang, minimum pembeliannya adalah ½ kilogram. 1 kilogram kerang hijau harganya 20 ribu rupiah, kalau beli setengah kilo berarti saya hanya bayar 10 ribu saja, nah kalau ada diskon 50% harganya jadi berapa tuh, kalau beli setengah kilo berarti saya hanya bayar lima ribu rupiah saja. Enak bukan?

Eits, tunggu dulu, karena lagi diskon, akhirnya saya memutuskan untuk pesan menu yang lebih mahal, yaitu menu kerang dara. Kerang dara di Warung Kerang Kingdom UGM ini harganya 28 ribu rupiah per kilogramnya. Kalau beli setengah, berarti bayarnya ga sampai 15 ribu rupiah srob. Nah, jangan lupa srob, karena lagi ada diskon 50%, jadi saya bisa pesan setengah kilogram kerang dara ini cukup dengan uang Rp7.500. Wow.

Fixed waktu itu saya pesan jadinya satu kilogram kerang dara, mumpung diskon, satu gelas es teh, dan seporsi nasi. Tidak lupa juga saya pesen sambelnya yang sambal asam manis. Saya bingung mau pesan sambal cocol jenis apa waktu itu. Karena bingung dengan variasi sambalnya yang menarik, akhirnya saya tanya ke mas - mas yang jual, mana sambal cocol yang paling recomended di antara jenis - jenis sambal cocol tersebut.

Sambel cocol di Warung Kerang Kingdom ini untuk setiap menu kerangnya disertakan satu jenis free, pengunjung pun ternyata dibebas memilih jenis sambalnya. Artinya, kalau pesan dua menu kerang, berarti Anda dapat dua jenis sambal, gratis, begitulah yang akan Anda dapatkan kalau memesan kerang di Warung Kerang Kingdom ini.

Jenis sambal cocolnya seinget saya ada empat jenis, sambal asam manis, saus hijau, saus jamur dan sambal kecap. Nah, sebagai pengunjung, Kita bebas milih mau jenis sambal yang mana. Anda pilih yang mana? Boleh lah disiapkan menu idamannya sebelum datang ke Warung Kerang Kingdom ini.

Oh iya, warung ini punya alasan kenapa menyajikan menu dalam takaran per kilo, bisa juga dipesan setengah kilo, yaitu karena memabg konsep mereka adalaa, dalam bahasa saya, makan kerang rame - rame. Jadi, setengah kilogram itu bisa dan cukup untuk berdua, sehingga Anda tak perlu sendirian. Saya dikasih tahu setelah saya tanya ke mas - mas yang jual dengan pertanyaan kenapa kok jualnya per kilo dan setengah kilo, apa ga kebanyakan kalau porsi minimalnya sebanyak itu.

Menurut saya akan ada antrean panjang beberapa minggu setelah warung ini buka. Saya datang di hari pertama, memang sih, masih sepi, tapi dengan penawaran yang diberikan, dari segi menu, rasa dan harganya, saya yakin Warung Kerang Kingdom ini akan ramai beberapa minggu nanti, mungkin akan ada antrian juga.

Sebelumnya, saya mau kasih tau dulu nih, saya belum pernah sama sekali, makan kerang ke warung yang memang menjual menu kerang secara khusus. Pernah makan kerang, tapi itu dikasih, dibawain ibu waktu di rumah, jadi saya tidak tahu kerang satu kilogram itu sebanyak apa. Hari itu, saya pede pesen kerang satu kilogram untuk saya sendiri.

Tujuh menit kemudian, menu yang saya pesan sampai ke meja makan saya. Anda mau tahu bagaimana ekspresi saya saat melihat mas - mas pelayannya datang ke meja makan membawa menu yang saya pesan? Saya ngelus - ngelus dada, astaga kok ini banyak banget, khilaf, satu kilogram untuk sendiri itu khilaf. Kerangnya disajikan di dalam sebuah baskom kecil, ¾ baskom kecil ini terisi oleh kerang.

Sambal yang saya pesan, sambal asam manis, juga sampai di depan saya. Anda juga akan mendapatkan air kobokan (untuk cuci tangan), gratis, lalu sebuah wadah untuk menyisihkan cangkang kerang. Hari itu saya lagi sehat, sehingga yang saya makan cuma isinya saja. Kalau lagi sakit mungkin saya akan makan langsung sekaliab cangkangnya, #loh.

First impression. Kalau ngomongin kuliner, pastilah kita bahas tampilan penyajian. Dengan lokasinya yang berada di pinggir jalan, kakilimaan, cara penyajiannya termasuk istimewa, pengunjung diberi kemudahan untuk menikmati menu kerang yang dipesan, ada air kobokan, setiap kali makan, pastikan tangan Anda bersih. Lalu, ada wadah khusus berbahan stainless steel sebagai wadah untuk menyisihkan cangkang kerang. 

Sebuah nilai plus menurut saya, soalnya kalau cuma untuk mewadahi sisa makanan, dalam hal ini cangkang kerang, bisa saja wadahnya memakai baskom plastik biasa. Atas pilihan wadah stainless steel tersebut, tampilan penyajiannya jadi istimewa.

Waktu itu saya ke sini dengan bang Imam, si abang pesen juga satu kilogram, tapi setengah kilogram kerang hijau, setengah kilogramnya lagi kerang dara. Dengan demikian, ada tiga baskom di meja, satu berisi kerang hijau ½ kg, satunya lagi berisi kerang dara ½ kg, dan 1 kg kerang dara pesenan saya. Penyajian menu kerangnya menarik, sudah benar menggunakan baskom plastik seperti ini.

Di dalam baskom tersebut, kerangnya masih panas, di wadah itu terlihat bumbu - bumbu yang digunakan, ada bawang putih, cabe merah, dan daun sirih, tapi tidak ada kuah. Sepertinya memang sengaja disajikan seperti itu, bumbunya tetap disertakan.

Rasanya gimana? Rasanya mantap srob, awal - awal makan saya lupa kalau makan kerang dara itu paling enak disedot dari cangkangnya. Tujuannya, supaya bumbu yang meresap di kerangnya bisa terasa di lidah. Sambal cocol asam manisnya aduhai, pas untuk melengkapi makan kerang rebus yang saya pesan.

Yang jelas, kalau mau rasa bumbu kerangnya terasa, menurut saya, Anda makannya dengan cara seperti yang saya lakukan saja, disedot, srrroot. Dah, kalau sudah seperti itu, terasa pasti bumbu kerangnya.

Kenyamanan tempat

Lokasinya yang ada di sebelah gedung PKKH atau gedung purna budaya UGM memang menjadi pilihan yang tepat bagi mahasiswa - mahasiswa UGM dan UNY untuk mampir ke sini. Di radius 2 - 3 kilometer dari Warung Kerang Kingdom, sepertinya tidak ada warung lainnya yang menjual secara khusus menu kerang - kerangan seperti di sini. Jadi, kalau nyari kerang ya ke sini saja kalau Anda tinggal di sekitaran UGM.

Dari segi kenyamanan, modelnya yang lesehan memang membuat betah pengunjung yang bertandang. Saya mencoba mencari cara yang pas untuk mendeskripsikan bagaimana rasanya duduk dan makan di warung tersebut. Pilihan saya, jatuh ke meja makan.

Warung Kerang Kingdom memiliki meja makan dengan tinggi kaki meja yang pas tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Sebenarnya ini merupakan hal yang relatif, tergantung tinggi badan masing - masing. Untuk saya yang memiliki tinggi 165 cm, meja makannya, pas sekali. Ketika makan rasanya enak, nyaman, bikin betah duduk dan makan berlama - lama di situ. Selain ketinggian kaki, lebar meja juga pas menurut saya, tidak terlalu lebar, tidak terlalu kecil untuk menampung baskom - baskom, wadah cangkang kerang, gelas es teh, cerek air putih, tempat tisu dan tempat air kobokan.

Warungnya terang, enak untuk mata, sehingga Anda memiliki pilihan tambahan ketika mampir ke warung ini. Jika di warung kakilima biasanya kita hanya mengobrol dan main smartphone waktu menunggu pesanan datang, dengan lampunya yang terang ini memungkinkan Anda untuk membaca buku sambil menunggu pesanan. Tapi awas dikaplok sama temenmu kalau datang berdua Anda malah baca buku. Hehehe.

Sepertinya tulisan tentang review Warung Kerang Kingdom ini sudah cukup, saya juga sudah bingung mau nulis apa lagi, hehehe. Entah kenapa, sebagai orang yang baru pertama kali menikmati kerang 1 kg sendirian yang saya sebut khilaf, saya punya keinginan untuk jajan lagi ke sini suatu waktu. Harganya yang bersahabat, menurut saya, membuat saya berniat kembali lagi untuk menikmati hidangan kerang di warung ini.

Tentu saja, besok - besok kalau ke WKK lagi, saya tidak pesan satu kilogram kerang lagi untuk saya sendiri. Setengah kilogram sendiri, atau setengah kilogram berdua kalau resleting dompet saya susah dibuka, hehe.

Sekian dari kolom jajan - jajan review kali ini. Stay terus ya di noyvesto.net

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon