Wednesday, 30 December 2015

Test tabrakan mobil untuk mengetahui tingkat keamanan

Crash test Range Rover Evoque

Setiap jenis mobil sebelum dilepas ke pasar wajib melewati tahap ini. "Crash Test" atau tes tabrakan adalah salah satu tes wajib yang harus diujicoba untuk mengetahui bagaimana tingkat keamanan sebuah mobil. Wajib dong, karena keamanan pengendara adalah hal nomor satu yang harus didahulukan. Dalam pelaksanaannya, crash test ini disertai dengan perekaman menggunakan kamera berkecepatan tinggi, seperti The super-compact Q-MIZE HD camera yang mampu mendapatkan citra 2000 frame per second. Kamera - kamera ini dipasang di berbagai sisi.

Selain menggunakan kamera berkecepatan tinggi, pada tes ini juga dipasangkan replika manusia, terutama bagian dari pinggang ke atas. Tujuannya untuk mengetes fungsi airbag kendaraan. Replika ini pun tidak hanya dipasang di bagian depan saja, penumpang juga dipasang di kursi belakang untuk mobil dengan empat pintu.

Tujuan

Sebuah crash test merupakan bentuk pengujian destruktif. Test ini biasanya dilakukan dalam rangka untuk memastikan standar desain yang aman di crashworthiness dan kompatabilitas kecelakaan untuk berbagai moda transportasi atau sistem terkait dan komponen.

Jenis - jenis crash testing

Untuk mengetahui standard keamanan sebuah jenis mobil dalam menghadapi kecelakaan, maka test ini pun mewajibkan agar sebuah mobil baru mengikuti berbagai jenis test dengan arah tabrakan yang berbeda. Mulai dari tabrakan bagian depan secara menyeluruh, separuh, ditabrak dari samping, ditabrakkan ke pembatas jalan, digulingkan sampai dicoba diadukan dengan generasi terdahulu.

frontal impac test

Frontal-impact test adalah test tabrakan dengan cara menabrakkan mobil ke sebuah tembok yang ukurannya minimal sama dengan lebar mobil dari depan. Tapi, dalam test ini terkadang digunakan mobil lain sebagai lawan untuk menggantikan tembok.  Kecepatan untuk test ini ditentukan juga, jadi tidak sembarang.
  • dari depan
  • mobil vs tembok
  • mobil vs mobil
  • kecepatannya tertentu







Moderate Overlap tests

Lalu ada yang namanya moderate overlap tests. Pada test ini hanya bagian dari depan mobil yang menghantam penghalang. Ini penting, sebagai gaya impact (kurang-lebih) tetap sama seperti dengan tes impak frontal, tetapi ada sebagian kecil bagian dari mobil yang diperlukan untuk menyerap semua kekuatan. Jenis pengujian dilakukan oleh Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) Amerika Serikat, EuroNCAP, Australasian New Car Assessment Program (ANCAP) and ASEAN NCAP.




Small Overlap tests

Pada test ini, bagian mobil yang ditabrakkan hanya sebagian kecil saja, kalau yang moderate itu setengah, yang ini lebih sedikit lagi. Tujuan test ini adalah untuk melihat bagaimana sistem keamanan kendaraan bekerja apabila menabrak sebuah pohon atau pembatas jalan ataupun mobil lainnya dengan porsi bagian mobil yang tertabrak hanya sedikit, seperti pada video di bawah. Bagian depan mobil yang ditest untuk test ini hanya 15 sampai 20% saja.



Side-impact tests

Kecelakaan dari samping merupakan bentuk kecelakaan yang memiliki kemungkinan yang sangat besar dari kematian, hal ini karena mobil tidak memiliki zona lipatan signifikan untuk menyerap kekuatan impak sebelum penumpang atau sopir terluka. Artinya ketika mobil mendapat hantaman yang kuat dari samping, tidak ada part mobil, misalnya rangka atau chasis, yang meredam hantaman tersebut secara menyeluruh, sehingga penumpang maupun sopir apabila mendadak ditabrak dari samping kemungkinan besar akan cedera parah bahkan meninggal.


Roll-over test

Roll over test menguji kemampuan mobil, khususnya bagian pilar penyangga atap, dalam mendukung mobil itu sendiri saat terguling. Saat terguling, bagian pilar penyangga atap sebuah mobil akan menerima beban kejut dinamik berkali - kali tergantung seberapa banyak mobil berputar ketika terbanting.



Roadside Hardware Crash Test

Untuk test yang satu ini, dari namanya saja kita sudah tahu, aha! roadside hardware crash test ini menguji kemampuan mobil dalam meredam gaya impak yang diterima mobil saat menghantam tembok atau pagar pembatas jalan. Test dilakukan untuk mengetahui bentuk rangka samping, terutama chasis setelah menabrak sebuah pembatas jalan. Test ini dilakukan pada kecepatan bervariasi.


Old vs New

Seringnya test ini dilakukan dengan mempertemukan sebuah mobil tua berbodi besar dengan sebuah mobil baru dengan bodi kecil. Atau bisa juga test ini dilakukan dengan mempertemukan mobil dari tipe atau jenis yang sama dari dua generasi berbeda. Test ini dilakukan untuk menunjukkan kemajuan mobil generasi terbaru dalam menghadapi tabrakan. Mobil generasi terbaru tentu harus lebih baik daripada generasi sebelumnya.



Computer Model

Karena biaya test kecelakaan secara penuh itu mahal, maka insinyur dunia membuat sebuah aplikasi komputer untuk memungkinkan tes tabrakan atau crash tests ini bisa diuji melalui simulasi di komputer. Hebat bukan, test yang tadinya memerlukan mobil sungguhan, dengan cara ini pihak pabrik tidak perlu merelakan empat sampai lima mobilnya untuk menjalankan rangkaian tes uji kelayakan seperti ini. 

Tapi, ternyata hal yang barusan Anda baca tidak sepenuhnya benar, iya, nyatanya tes menggunakan komputer ini dilakukan sebelum dilakukan tes sungguhan. Artinya meskipun tes sudah dilakukan dengan simulasi komputer, tetap saja memerlukan tes yang sungguhan.

Untuk lebih jelasnya, simak video berikut.


Nah, ternyata setiap seri mobil itu sebelum dilepas atau dijual dipasaran pastilah melewati rangkaian - rangkaian tahap test seperti ini. Jadi, tidak perlu khawatir sob kalau sedang mengendarai mobil, karena sudah teruji keamanannya, dites fungsi airbagnya dan bagaimana framenya menerima benturan dalam kecepatan tertentu.



Artikel Terkait


EmoticonEmoticon