Wednesday, 20 January 2016

Jalan - jalan ke Curup Sambar Nyawe Lahat


Januari 2016 kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman.

Saya, putra asli kelahiran Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, ini.

Kalau ngomongin tentang curup yang ada di Kabupaten Lahat, setahuku, dulu curupnya tidak sebanyak ini.

Hanya ada beberapa curup saja yang pernah ku dengar di jaman sekolah dulu, yaitu Curup Karang Dalam, dan satu lagi Curup Perigi.

Tulisan ini, secara khusus, membahas tentang Curup Sambar Nyawe yang berlokasi di Desa Talang Sejemput.

Ga nyangka ya... ternyata di desa yang letaknya di seberang Sungai Lematang ini ada sebuah air terjun yang dikenal luas oleh masyarakat Lahat dan sekitarnya.

Akses Jalan

Untuk mencapai lokasi curup, dari Desa Tanjung Payang, Kamu bisa mencapai curup ini dengan menggunakan sepeda motor atau mobil dengan waktu tempuh hanya 45 menit.


Jalan menuju Curup Sambar Nyawe Lahat
Peta googlemaps dari Lahat Kota ke Curup Sambar Nyawe di Desa Talang Sejemput
Lama waktu perjalanannya tergantung pada kecepatan rata - rata kendaraan ya.

Di sini, waktu 45 menit itu diestimasikan kalau kecepatan rata - rata berkendara 45 kilometer/jam.

Untuk urusan jalan, kita cukup beruntung karena akses jalan ke lokasi wisata ini sudah cukup baik. 

Dari jembatan beton atau Jembatan Benteng di Desa Tanjung Payang sampai ke lokasi parkiran wisata, jalan sudah beraspal.

Satu hal yang disayangkan adalah rambu - rambu atau papan petunjuk arah sepanjang jalan ke lokasi wisata ini masih minim.

Karena petunjuk arah yang minim ini, maka sebaiknya Kamu mengajak orang yang pernah main ke sini.
Curup sambar nyawe
Cek Bensin Motor.

Karena lokasi Curup Sambar Nyawe yang jauh dari pusat kota, saat ini, di sepanjang jalan menuju lokasi ini masih belum ada fasilitas – fasilitas umum, seperti stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU.

Jadi, sebelum berangkat, cek dulu bensin. Isi kalau kosong. Pastikan isinya pas untuk balik lagi ke Lahat kota.

Sebenarnya kalaupun kelupaan isi bensin, ada sih, beberapa pertamini di sini.

Tapi tahu kan kalau mengisi bensin di pertamini harganya sedikit lebih mahal. 

Rute yang naik turun

Sepanjang perjalanan ke Curup Sambar Nyawe, Kamu harus melewati tanjakan dan turunan berkali - kali.

Beberapa diantara tanjakan dan turunan ini merupakan tanjakan atau turunan yang panjang. 

Untuk itu, jangan lupa siapkan motor yang akan Kamu naiki dengan sebaik - baiknya.

Pastikan sistem remnya berfungsi dengan baik.

Cek juga thortle atau tarikan gas dari motor yang akan Kamu bawa, pastikan tarikan gasnya enteng, jadi Kamu tidak perlu turun waktu menanjak.



curup sambar gunung nyawe lahat
Curup Sambar Nyawe Lahat. foto : Dwi Jayanti (DJ)
rup sambar nyawe
Curup sambar nyaweCurup sambar nyawe
Jalan kaki 500 meter
Curup sambar nyawe
Setelah sampai di parkiran motor, Kamu perlu berjalan kaki melewati jalan setapak yang panjangnya kurang lebih 500 meter sampai ke air terjun. 

Oh iya, tidak perlu panik atau was – was meninggalkan motor di parkiran yang ada di sini. 

Parkiran motor di sini sangat aman. Ada banyak penjaga parkir yang siap menjaga kendaraan milik pengunjung.

Lokasi parkiran sendiri ada tiga tempat, yang pertama di dekat rumah kepala desa, lalu di tengah tepat di sebelah kanan tanjakan dan di ujung tanjakan atau di pangkal turunan menuju air terjun.

Perjalanan saat berangkat ke air terjun (dari parkiran) mengharuskan Kamu melawan gravitasi. Jalannya menanjak.

Jika sebelumnya perjalanan yang dilalui dengan sepeda motor atau mobil sudah enak.

Enak karena jalannya yang sudah teraspal.

Ternyata beda halnya dengan perjalanan dari parkiran motor sampai ke air terjun.

Untuk sampai ke air terjun, Kamu harus melewati jalan tanah liat yang ketika hujan tanahnya menjadi licin.

Selain jalan bertanah liat Kamu juga akan melewati beberapa anak sungai selebar 60 cm.
Curup sambar nyawe
Masih minim fasilitas
Curup sambar nyawe
Sampai di lokasi kami mendapati bahwa lokasi air terjun ini memang masih minim fasilitas. 

Hal yang wajar karena lokasi wisata ini memang baru dibuka, hal yang sama seperti di Pantai SedahanJogja yang juga "masih" terlihat primitif sampai terakhir kali saya ke sana, November 2015 lalu.

Atau jika penasaran sahabat bisa melihatnya di artikel Asiknya Camping di Pantai Sedahan Jogja.  Curup sambar nyawe
Curup sambar nyawe

Di sini ada sebuah warung, tetapi belum ada toilet umum. 

Jika Kamu lapar atau haus, ingin memesan mie rebus atau kopi hangat, Kamu bisa mendapatkannya di satu - satunya warung yang ada di sini. 

Tapi, kalau Kamu kebelet buang air besar atau kecil di sini belum ada toilet umum. Mungkin kembali ke cara masa lalu adalah jalan satu – satunya, hihihi. Curup sambar nyaweCurup sambar nyawe
Sebagai masyarakat Lahat, menurut saya kami harus bersyukur dengan dibukanya curup tersebut. 

Meskipun aksesnya belum sebagus akses jalan di kawasan wisata Air Terjun Bedegung yang ada di timur Muara Enim, Air Terjun Sambar Nyawe kelak akan menjadi primadona tujuan wisata bagi seluruh warga Kabupaten Lahat dan sekitarnya. 

Hal ini tentu saja tergantung bagaimana pemerintah Kabupaten Lahat mengelola sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang ada ini sebagai lokasi wisata yang menghasilkan bagi kas daerah.
Curup sambar nyawe
Lahat memang memiliki sumber mineral yang berlimpah, terbukti dengan banyaknya perusahaan tambang batu bara yang beroperasi sejak 2010 lalu. 

Namun menggantungkan nasib kas kabupaten kepada sumber daya mineral itu saja sepertinya bukanlah ide yang baik, selain belum bisa melakukan pengolahan sendiri atau menjual dalam bentuk mentah tanpa diolah tentu saja jumlah batu bara tersebut lama - lama juga akan habis. 

Mengoptimalkan potensi alam Kabupaten Lahat menjadi lokasi wisata yang menarik dikunjungi adalah hal yang menarik dan patut dicoba.

Tempat yang asik buat seru – seruan

Air terjun ini tidak bisa didekati bagian bawahnya, jika ingin berendam di air, pengunjung hanya bisa berendam di sungai yang ada di sisi kanan air terjun. 

Meskipun saat ke sana, kami juga tidak mencoba untuk berendam di air yang berasal dari air terjun, kami sudah merasa cukup puas karena semburan embunnya yang cukup deras dan tidak bisa dihindari. 

Saat ke lokasi curup ini kami tidak memiliki rencana untuk nyebur ke air atau mandi, tapi ujung – ujungnya semua orang basah dari atas ke bawah, hahaha. 
Semburan airnya, wooohooo seger banget gan! 

Kalau berjalan mendekati air terjun rasanya seperti sedang di tengah - tengah hujan dan kerennya lagi di sini pengunjung bisa lihat pelangi kemanapun mata memandang, dengan catatan selagi cuacanya cerah dan cahaya matahari bisa terlihat dari objek wisata, huehehe. 

Secara keseluruhan, saya puas diajak jalan - jalan ke sini, hehehe. Terimakasih Rika, #eh.



Foto saya dan si cinta.  Curup sambar nyawe

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon