Tuesday, 16 February 2016

5 Negara Asing dengan Jumlah Orang Indonesia Terbanyak

Tags

5 Negara Asing dengan Jumlah Orang Indonesia Terbanyak ini pernah dimuat di berbagai media online. Saya sendiri baru pertama kali melihat artikel tentang 5 negara (selain Indonesia) yang memiliki jumlah penduduk dari Indonesia terbanyak baru - baru ini dari situs kaskus.co.id.

Keputusan orang Indonesia untuk pindah dan bermukim di negara lain bukan tanpa alasan. Berbagai alasan menjadi energi pendorong yang membuat mereka sampai di negara lain.

Lalu, apa saja yang menjadi alasan mengapa orang - orang Indonesia tinggal di negara lain, dan mengapa pula lima negara asing ini di huni oleh warga Indonesia. Berikut ulasannya :


1. Malaysia (2,5 Juta Jiwa)


Sebagai negara yang satu rumpun dengan Indonesia, sepertinya Malaysia sangat menarik untuk dikunjungi. Bahasa Melayu atau Bahasa Malaysia yang sebelas lima belas dengan Bahasa Indonesia menjadi daya tarik yang bisa menggelitik rasa penasaran siapapun, termasuk saya sendiri.

Terkadang saya senang sekali membayangkan bagaimana nanti di suatu hari saya sedang berada di Malaysia, ngobrol dengan penduduk asli di sana menggunakan bahasa melayu.

Sebagai orang Lahat yang menggunakan bahasa dusun yang mixed dengan bahasa daerah lain--termasuk bahasa melayu--saya merasa pede jika suatu hari pergi ke Malaysia.

Artinya, jika ke sana saya tidak perlu khawatir dengan persoalan bahasa karena bahasa mereka yang mudah dimengerti bagi orang Sumatra.

Alasan lainnya kenapa orang Indonesia banyak yang tinggal di Malaysia adalah sejarah masa lalu negara kita dengan negara upin ipin ini yang membuat perpindahan besar - besaran penduduk Indonesia ke Malaysia.

Contohnya adalah perpindahan orang - orang dari bugis, jawa dan daerah - daerah lainnya ke wilayah Kesultanan Malaka dengan tujuan untuk melakukan perniagaan (jual beli). Ya, itulah masa - masa di mana belum ada situs jual beli online seperti sekarang ini, hahaha.

Konon, karena arus perdagangan di wilayah Kesultanan Malaka ini begitu kuat, jadinya orang - orang dari Indonesia tertarik untuk datang ke sana demi mendapatkan rejeki dengan melakukan perdagangan.

Selain dua alasan di atas, ada satu lagi peristiwa yang memicu pergerakan besar - besaran orang Indonesia untuk pindah ke Kesultanan Malaka.

Peristiwa yang dimaksud adalah Perang Padri.


Perang Padri adalah peperangan yang berlangsung di Sumatera Barat dan sekitarnya terutama di kawasan Kerajaan Pagaruyung dari tahun 1803 hingga 1838. Perang ini merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan penjajahan. 
 wikipedia bahasa            

Perpindahan besar - besaran karena Perang Padri dilakukan oleh orang - orang Minangkabau dan Mandailing yang ingin menyelamatkan diri dari peperangan dengan berlari ke daerah kekuasaan Kesultanan Malaka.


2. Belanda (395ribu jiwa)


Belanda adalah negara terlama yang menjajah Indonesia. Tidak 350 tahun, tetapi hanya 126 tahun. Banyaknya orang Indonesia di Belanda bisa jadi karena memang ketika menjajah Indonesia, Belanda membawa orang Indonesia dengan tujuan yang saya sendiri belum tahu karena belum nemu artikel yang membahas tentang hal itu.

Bisa juga karena alasan bahasa dan keinginan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Pada saat dijajah, orang Indonesia pasti melihat dan bahkan menganggap bahwa orang - orang yang berasal dari Belanda ini hidupnya makmur.

Bisa jadi, dari sanalah asal muasal munculnya ide jika tinggal di Belanda hidup akan lebih baik. Kesamaan bahasa ini menurut saya ada benarnya. 126 tahun menjajah, atau 12 dekade adalah waktu yang lama.

Dalam waktu selama itu, pihak yang dijajah pasti mau tidak mau harus bisa Bahasa Belanda. Kesamaan bahasa dan karena perjalanan melalui kapal yang ada dulu adanya cuma ke Belanda, makanya orang Indonesia banyak yang pindah ke Belanda.

Selain itu, negara Robin Van Persie ini juga memiliki sekolah dan kampus yang berkualitas seperti--yang paling terkenal--TU Delft. 

Jadi wajar jika banyak--dan akan bertambah banyak  lagi--orang - orang dari Indonesia yang di kemudian hari akan berangkat ke Belanda dan tinggal di sana dengan tujuan untuk menimba ilmu.




3. Suriname (90ribu Jiwa)


Suriname, dulu sewaktu saya masih sekolah dasar, saya--mungkin Anda juga--pernah mendengar kalau ada sebuah negara yang isinya mayoritas adalah orang jawa asli yang bernama Suriname.

Suriname terletak di Amerika Selatan. Berdasarkan hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh badan pusat statistik negara ini, Suriname memiliki penduduk dengan jumlah 534.189. Luas wilayahnya 163.821 km2.

Asal muasal keberadaan orang Indonesia di negara ini adalah rasa butuh Belanda terhadap tenaga kerja untuk mengelola negara yang baru mereka kuasai saat itu. Belanda ingin mengoptimalkan potensi Suriname dengan tenaga orang - orang Indonesia.

Ketika itu hanya orang jawa yang diajak oleh kompeni Belanda untuk berangkat ke Suriname. Orang - orang ini dibawa untuk dijadikan buruh yang akan mengurus pertanian di Suriname.

Ada cukup banyak orang Indonesia yang diberangkatkan oleh Belanda ke Suriname. Jumlahnya sekitar 15 persen dari total populas.

Kemudian, karena saat itu penyebaran berita atau informasi masih sulit, maka orang - orang di Suriname ini telat mengetahui berita tentang kemerdekaan Indonesia.

Selain telat mendapatkan informasi, ketersediaan akomodasi juga menjadi kendala untuk bisa kembali ke tanah air. Akhirnya sebagian besar orang - orang Indonesia yang ditempatkan di sini memilih untuk tetap tinggal di Suriname.


4. Australia (86ribu jiwa)




Banyaknya orang Australia di sini mungkin kita pikir lantaran bekerja atau pun menempuh pendidikan. Padahal, kalau dilihat dari sejarahnya, sudah banyak para pelaut kita dulu melakukan penjelajahan di sepanjang garis pantai negeri kangguru.

Kembali ke tahun 1900an, para pelaut Bugis dengan kapal Pinisi kebanggaannya, sudah pernah melakukan pelayaran hingga ke Australia. Bahkan ini dijadikan rutinitas tahunan di mana orang-orang Bugis datang dan pergi setelah menetap berbulan-bulan. Mungkin dari sini juga yang menyebabkan banyaknya orang Indonesia di Australia.


5. Kaledonia Baru – Sekitar 7 Ribuan Jiwa

Kaledonia Baru adalah negeri jajahan Perancis yang letaknya ada di sebelah Timur Australia atau di sebelah utaranya Selandia Baru. Ya, meskipun negara ini adalah bekas jajahan Perancis, tapi sebagian kecil dari warganya adalah keturunan Indonesia, khususnya orang jawa.
Lalu, kenapa orang Indonesia bisa pindah ke negara yang kecil ini? Dulu, orang-orang Belanda punya kerja sama dengan Perancis dalam hal ekonomi. Kemudian pada suatu ketika Perancis membutuhkan banyak pekerja untuk memberdayakan tanah di Kaledonia Baru. Belanda pun kemudian memenuhi permintaan tersebut dengan mulai mengirimkan orang-orang Jawa. Hingga kini masih eksis orang Jawa di sana. Sama persis seperti Suriname sekarang di mana bahasa sehari-hari mereka juga Jawa.
Wih, sama sekali nggak pernah nyangka kan kalau orang-orang Indonesia cukup banyak ditemukan di negara-negara itu? Hal ini jadi bukti kalau orang-orang kita adalah perantau yang sangat ulung. Hal yang tak kalah mengagumkan lagi adalah hebatnya orang Indonesia dalam membaur. Eksistensi mereka yang tetap awet sampai sekarang adalah bukti nyata jika orang-orang Indonesia juga ahli dalam bergaul.
Berikut ini infografik terkait dengan bahasan dalam tulisan di atas tentang 5 Negara Asing dengan Jumlah Orang Indonesia Terbanyak


+ Klik untuk Memperbesar

Pustaka :


Artikel Terkait

1 komentar so far

Pasti dari sekian banyaknya, orang jowonya hhehe.
Terimakasih infonya mas


EmoticonEmoticon