Wednesday, 30 March 2016

Pengalaman Saya Memulai Bisnis Kuliner

Pengalaman Memulai Bisnis Kuliner


Membuat sebuah bisnis atau memulai sebuah bisnis adalah pekerjaan yang gampang, tetapi membangun bisnis yang kita mulai tersebut dan membesarkannya merupakan pekerjaan yang membutuhkan kerja keras dan fokus. Perlu pengorbanan yang besar untuk berhasil.

Pada saat membuat bisnis kuliner ini, saya masih kuliah, saat itu saya sedang menempuh pendidikan di semester delapan. Sejak awal waktu mempersiapkan usaha ini, saya sudah menanamkan niat di dalam diri saya bahwa ketika usaha ini berjalan saya wajib fokus mengurus usaha.

Hal pertama yang mungkin bisa sahabat catat adalah "pasanglah niat yang benar saat membangun bisnis" atau dengan bahasa lain membangun bisnis membutuhkan keseriusan dan fokus, jadi sahabat harus serius dan fokus dalam menjalankan bisnis yang sahabat buat.

Namun, ada kegiatan penting yang harus Anda lakukan di awal (permulaan) sebelum Anda me-running usaha yang Anda buat. Kegiatan tersebut adalah membuat perencanaan.

Mungkin sahabat sering mendengar kata business plan, business plan merupakan bagian yang penting dari sebuah bisnis. Benda tersebut akan menjadi acuan Anda dalam menjalankan bisnis, seharusnya begitu.

Tapi, seperti apa yang terjadi di lapangan? Apakah banyak pengusaha yang menggunakan business palnnya sebagai acuan? Jawabannya adalah "saya tidak tahu". 

Sebenarnya, di bagian depan ini saya ingin menyampaikan bagian terpenting dari business plan yang meskipun proses pembuatan business plannya ingin Anda lewati, namun jangan sekali - kali melewati bagian ini, market research.

Ingat, pasti Anda akan mendengar suara - suara dari beberapa orang yang berucap seperti ini "perencanaan itu tidak perlu - perlu banget lah, udah yang penting jalan aja dulu, ga usah banyak mikir, nanti di tengah jalan bisa diperbaiki", jika kamu mengaminkan kalimat tersebut, awas.... kamu melakukan hal yang sama dengan yang saya lakukan.

Kalimat tersebut sah - sah saja jika Anda memulai bisnis dengan skala yang kecil, seperti berjualan donat untuk anak - anak di kost tempat Anda tinggal. Tetapi, jika usaha yang akan Anda running adalah usaha yang membutuhkan kocek yang cukup besar maka Anda wajib (minimal) menentukan target pasar Anda secara spesifik dan lebih baik lagi jika ditambah dengan survey kecil - kecilan (market research)

Sahabat harus memastikan bahwa bisnis yang sahabat buat itu dibutuhkan oleh sekelompok orang. Jangan sampai, ketika bisnisnya sudah jalan, sudah running, eh ternyata yang membutuhkannya hanya sedikit sekali dan nyaris tidak ada.

Mungkin sahabat akan berpikir seperti ini "ga apa walaupun belum ada peminatnya, kita akan buat orang lain suka dengan produk ini". Yes, Anda bisa melakukan hal tersebut, tapi seberapa cepat Anda mulai membuat orang lain menyukai produk Anda adalah pertanyaan yang harus Anda jawab.

Saat memulai usaha kuliner ini, saya menyampaikan kalimat yang sama seperti kalimat di atas, "kita akan buat orang lain suka produk ini", begitu kata saya dengan sangat yakin seyakin - yakinnya bahwa hal tersebut bisa kami lakukan dalam waktu cepat.

Empat bulan bisnis tersebut jalan, akhirnya saya sadar bahwa menjual produk yang tidak banyak peminatnya jauh lebih susah daripada menjual produk yang memang dibutuhkan oleh banyak orang.

Untuk itu, saya menyarankan apabila sahabat berniat memulai sebuah usaha, lebih baik (bahkan wajib) untuk Anda agar melakukan riset pasar terlebih dahulu.

Jika membuat business plan terlalu ribet, Anda bisa menggunakan business model canvas untuk  membuat perencanaan bisnis Anda. Canvasnya bisa Anda download di sini.

Dalam mengisi sembilan blok yang ada di bisnis model canvas, pengisian blok tersebut wajib dimulai dari kanan, yaitu pada kolom customer segments.

baca juga : Perencanaan bisnis dalam hal posisi

+ Klik untuk memperbesar


Kenapa harus mulai dari blok yang paling kanan, blok customer segments? Karena kita harus tahu terlebih dahulu tentang siapa saja orang atau sekelompok orang yang membutuhkan produk atau jasa yang kita jual.

Customer Segments (spesifik) :
  1. Berapa usia mereka?
  2. Jenis kelamin?
  3. Pekerjaan mereka? (pelajar/mahasiswa/karyawan)
  4. Berapa uang saku harian atau pengeluaran harian mereka
Penentuan customer segments ini akan menjadi acuan bagaimana bisnis tersebut akan berjalan, dan yang lebih penting adalah mengukur apakah bisnis yang Anda jalankan benar - benar dibutuhkan orang atau tidak di daerah tempat Anda membuka bisnis baru ini.

Jika sudah menentukan demografi dari calon - calon customer yang Anda target, cobalah untuk lakukan survey kecil - kecilan. Buat produknya (versi mini juga bisa) dan tawarkanlah kepada orang - orang yang termasuk ke dalam customer segments yang Anda target, lalu mintalah saran mereka dan jangan lupa tanyakan bagaimana kalau produk tersebut di jual ke orang - orang seperti mbak/mas, kira - kira mereka akan membeli atau tidak. Berat ga dengan produk seperti itu dengan harga segitu.

Bagian ini adalah bagian yang tidak kami "lakukan dengan baik". Sewaktu memulai usaha bubur ayam yang kami buat, kami memang sempat melakukan survey kecil - kecilan, tetapi survey tersebut hanyalah survey untuk variasi menu. Saat itu kami hanya mencari tahu apakah Menu A, Menu B dan Menu C ini enak atau tidak, hanya sebatas itu.

Kami belum melakukan survey terkait harga dari produk yang kami buat kepada calon konsumen yang kami target. Dan hebatnya kami tidak merencanakan dengan baik siapa calon konsumen yang kami target saat itu.

Saya ingat bahwa di awal - awal itu target konsumen yang kami bidik adalah mahasiswa yang cukup besar pengeluaran hariannya--kita bisa menyebutnya "anak orang kaya"--dan juga karyawan - karyawan yang kerja di sekitar UGM.

Nah! saat itu saya dan teman - teman belum menyadari bahwa ini merupakan kesalahan. Kami menarget mahasiswa dari keluarga kalangan menengah atas dan karyawan kantoran, tetapi tempat kami menjual produk tersebut hanya warung tenda lesehan pinggir jalan.

Bisakah Anda membayangkan letak kesalahan yang kami lakukan?

Pengalaman Memulai Bisnis Kuliner

Artikel Terkait

2 komentar

This comment has been removed by the author.

terimakasih sharing nya gan,,,,kapan" maen ke webnya ayamdadarbandung yah :)


EmoticonEmoticon