Thursday, 10 March 2016

Review Buku "How To Win Friends & Influence People" Karya Dale Carnegie

Review Buku "How To Win Friends & Influence People" Karya Dale Carnegie


Cover buku How to Win Friends & Influence People

Sebelumnya, noyvesto.net sudah merilis artikel yang berisi ringkasan dari buku How To Win Friends & Influence People ini, jika sahabat ingin membaca ringkasannya, sahabat bisa membacanya di artikel yang berjudul Ringkasan Buku "How To Win Friends & Influence People" Dale Carnegie.

Ringkasan tersebut bisa Anda gunakan untuk mengingat bagian - bagian penting dari buku ini di mana pun Anda berada tanpa perlu khawatir Anda tidak membawa bukunya.

Sebagai informasi bagi sahabat yang sedang membaca tulisan ini, buku How to Win Friends & Influence People  ini merupakan moyangnya buku - buku kepemimpinan. Yap, betul.

Buku ini telah menginspirasi banyak sekali buku - buku baru setelahnya yang membahas tentang kepemimpinan. Selain itu, fakta lain yang tidak kalah menarik, yaitu bahwa pemimpin - pemimpin besar di seluruh dunia pasti sudah pernah membaca buku yang telah dicetak sebanyak 30 juta eksemplar di seluruh dunia sejak pertama kali rilis pada 1937.

Lebih dari 75 tahun yang lalu.

Ajaran dari Dale Carnegie yang masih tetap relevan sampai 2016 ini menjadi penyebab larisnya buku kepemimpinan terbaik abad 21 ini.

Buku ini telah direview di banyak situs dan blog di berbagai negara, dan ini adalah salah satu blog yang mereview How to Win Friends & Influence People dalam bahasa Indonesia.

Buku ini adalah buku yang penting untuk dibaca oleh semua orang, karena hampir semua orang memiliki pendapat yang salah tentang "cara mendapatkan perhatian" atau "cara disukai orang lain".

Banyak orang berpikir bahwa orang - orang akan tertarik kepada mereka jika mereka terlihat pandai berbicara, dominan dalam percakapan, dan yang sejenisnya. Lebih banyak berbicara dan terlihat pandai akan memenangkan hati orang, seperti itulah hampir setiap dari kita berpikir.

Ini adalah salah satu poin utama yang menjadi alasan mengapa buku ini penting untuk Anda baca. Karena hampir semua dari kita berpikir dengan cara tersebut. Masih banyak poin yang menjadikan buku ini sangat bernilai.

Agar tidak penasaran, perkenankan kami untuk menyampaikan review singkat tentang buku tersebut.

Bagian yang baik

Dale Carnegie, untuk Anda ketahui, ia tidak sekadar menyampaikan teori tanpa menerapkan sendiri apa yang ia ajarkan kepada orang lain.

Dalam sebuah kesempatan, saat ia bertugas sebagai penceramah, ia memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai mimbar. 

Tentu saja, bukan karena telat datang di acara itu.

Carnegie menyapa dan menyambut semua orang yang tersenyum dan menyapanya ketika ia hendak ke atas panggung. Setiap orang yang ada di sepanjang tepian jalan ke mimbar tersebut ditemuinya satu per satu, ia datangi mereka, dengan senyuman dan menjadi conversationalist yang handal bagi semua lawan bicaranya di kesempatan tersebut.

45 menit untuk mencapai mimbar, wow. Itu waktu yang lama. Cerita ini saya dapatkan di buku Dale Carnegie lainnya yang berjudul How To Have Rewarding Relationships, Win Trust And Influence  People, yang sampulnya mirip buku koleksi perpustakaan - perpustakaan di Indonesia.

Di lain kesempatan, ia diundang makan malam di sebuah pesta pernikahan. Saat menghadiri undangan tersebut, Carnegie bertemu dengan seorang teman yang suka berbincang. Mereka berbincang sepanjang pesta hingga pesta tersebut selesai.

Selama obrolan tersebut berlangsung, Carnegie tidak banyak berbicara, ia hanya mendengarkan dengan ketertarikan yang tinggi terhadap lawan bicaranya, sekali bersuara ia hanya bertanya dengan pertanyaan yang memancing lawan bicaranya kembali berbicara.

Di akhir pesta, saat di mana obrolan tersebut harus berakhir. Tak disangka, lawan bicara tersebut menyampaikan kepada tuan rumah pesta tersebut, ia menyampaikan bahwa Carnegie adalah seorang corversationalist yang hebat. Dalam bahasa Indonesia conversationalist adalah seorang pembicara. Carnegie dianggap oleh lawan bicaranya sebagai seorang pembicara yang handal.

Namun, dalam buku lainnya yang ditulis Carnegie & Asociates, How To Have Rewarding Relationships, Win Trust And Influence  People, Carnegie menyampaikan bahwa sepanjang percakapan tersebut ia hanya sedikit bertanya dan lebih banyak mendengarkan.

Poin terbaik di sini adalah Carnegie tak hanya mengajarkan kepada kita tentang ilmu menanam pengaruh namun ia sendiri juga menerapkan apa yang ia ajarkan di dalam hidupnya. Bahkan, dengan sebuah persentase, Dale Carnegie menyarankan agar kita 75% mendengarkan dan 25% berbicara dalam sebuah percakapan.

Selain itu, banyak sekali nasihat yang disampaikan dalam buku tersebut yang merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari - hari. Sebagian dari nasehat di buku tersebut mungkin sudah pernah Anda dengar sebelumnya, tetapi saya yakin ada lebih banyak hal yang belum Anda ketahui sebelum Anda membaca buku tersebut. 

Salah satunya yang kami yakin baru Anda ketahui setelah membaca review ini yaitu seperti bagian yang disebutkan pada poin di atas. Mendengarkan.

Dale Carnegie mengajarkan kepada kita untuk lebih banyak mendengarkan. Lebih tepatnya--dan ini adalah bagian yang sangat bagus--ia mengajarkan agar dalam suatu percakapan kita sebaiknya benar - benar tertarik kepada orang lain secara tulus, memancing orang lain untuk lebih banyak berbicara tentang dirinya, dirinya dan dirinya, tentang minat mereka tentang apa yang menarik bagi mereka.

Berusahalah untuk tidak mengarahkan perbincangan menuju ke topik yang sangat Anda, Anda dan Anda. Hindari hal tersebut apabila Anda ingin menanam pengaruh Anda kepada seseorang.

Ada satu quote di dalam buku tersebut yang pesannya sangat mendalam :

Anda bisa menambah lebih banyak teman dengan menjadi benar - benar tertarik kepada orang lain selama dua bulan, daripada berusaha memaksa orang lain untuk tertarik kepada Anda selama dua tahun. 
Begitulah bunyi pesan tersebut. Cobalah Anda resapi isi atau makna dari kalimatnya.

Sekali lagi, cobalah untuk meresapi makna quote tersebut.

Pesan dari quote ini benar adanya, saya pernah menerapkan ajaran di buku ini ke beberapa teman, dan dari situ saya merasakan bahwa memang benar, ketika kita berusaha untuk lebih tertarik dengan orang lain, orang tersebut akan senang berteman dengan kita.

Semua orang cenderung lebih senang berbicara, senang mendapatkan perhatian, that's the key. Secara normal, manusia memiliki kecenderungan seperti itu, menjadi sosok yang bisa menjadi tempat orang lain berbicara dan memerhatikan orang lain adalah hal yang baik untuk menebar pengaruh meskipun caranya akan sangat membosankan jika Anda coba.

Tetapi, jika Anda memiliki keinginan sejati untuk menjadi pemimpin, pasti Anda akan mencoba menerapkan ajaran di buku ini dengan antusias yang tinggi.

Pada dasarnya, saya ingin menyampaikan bahwa buku How to Win Friends & Influence People ini sangat bagus untuk dibaca oleh Anda yang sedang mempelajari kepemimpinan. Teori kepemimpinan yang ada di dalam buku ini, walaupun pertama kali terbit sudah lebih dari 75 tahun yang lalu, tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari - hari sekarang.

Kalau Anda pernah membaca karya - karya John C. Maxwell, tetapi belum pernah membaca karya klasik dari Dale Carnegie ini, maka Anda sama seperti saya yang membaca buku John C. Maxwell dahulu barulah kemudian membaca buku dari Dale Carnegie.

Esensi yang disampaikan oleh dua penulis buku kepemimpinan tersebut sebenarnya hampir sama, namun jika Anda benar - benar tertarik untuk mempelajari kepemimpinan, maksud saya tertarik mempelajari kepemimpinan yang sebenar - benarnya, maka buku How to Win Friends & Influence People ini sangat bagus bagi Anda.

Baca juga :  Rinkasan buku How to Win Friends & Influence People

Review Buku "How To Win Friends & Influence People" Karya Dale Carnegie

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon