Friday, 4 March 2016

Review Buku 'Rich Dad Poor Dad' dari Robert T. Kiyosaki



Review Buku "Rich Dad Poor Dad" Robert T. Kiyosaki


Saya baru saja membaca ulang buku dari Robert T. Kiyosaki yang berjudul Rich Dad, Poor Dad. Buku ini pertama kali saya baca di 2014 setelah saya mendapatkannya di salah satu toko buku di Yogyakarta. Buku ini sendiri pertama kali diterbitkan pada 1 April 2000.

Pada halaman ini, Anda akan membaca review buku Rich Dad, Poor Dad yang saya tulis secara komprehensif dengan mengumpulkan beberapa pandangan dari blog - blog luar negeri yang juga membahas tentang Rich Dad, Poor Dad ini.

Saat pertama kali membaca buku ini, saya langsung mendapatkan bagian pokok yang saya sukai dari seorang Robert Kiyosaki. Bagian tersebut adalah cara ia melihat dunia dari perspektif yang berbeda dari kebanyakan orang.

Buku ini membuat saya berpikir dengan cara berbeda mengenai bisnis dan investasi dari sebelumnya.

Semenjak awal kemunculannya, buku ini telah membuat pembacanya terbagi menjadi dua bagian.

Yaitu, mereka yang mencintai isinya dan mereka yang langsung membenci isi dan penulisnya.

Di sini saya akan menyampaikan review dari sudut pandang netral dan akan meninjau isi buku ini berdasarkan pengalaman saya di dunia bisnis.

Rich Dad, Poor Dad adalah buku permulaan yang cocok untuk newbie di bidang bisnis atau investasi apapun. Buku ini memaparkan investasi secara ringkas.

Rich Dad, Poor Dad bukan buku yang berisi daftar apa yang harus dilakukan (to do list) agar seseorang bisa menjadi pengusaha yang baik. Robert Kiyosaki menekankan enam poin pokok melalui buku ini.

Buku ini adalah pembeda antara ayah "miskin"nya (ayah sebenarnya) dari Robert Kiyosaki dan ayah "kaya" yang membantunya memahami bisnis dan menjadi kaya raya.

  1. Orang kaya tidak bekerja untuk uang
  2. Pentingnya melek finansial
  3. Mengurus bisnis Anda sendiri
  4. Pajak dan perusahaan
  5. Orang kaya menciptakan uang
  6. Kebutuhan untuk bekerja untuk belajar dan tidak bekerja untuk uang
Cover buku rich dad, poor dad Robert Kiyosaki
Sampul buku rich dad, poor dad Robert Kiyosaki

Yang baik  dari buku ini

Sistem Pendidikan cacat

Seperti yang Robert sebutkan berkali - kali di dalam buku ini, sistem pendidikan di Amerika Serikat adalah sistem pendidikan tradisional, dan itu cacat. Sistem pendidikan dirancang--terutama--untuk membuat seseorang menjadi karyawan setelah selesai sekolah dan bisa menjadi pengaruh negatif bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha.

Robert Kiyosaki juga menyebutkan bahwa ia tidak menyarankan kepada orang - orang untuk tidak menempuh pendidikan tinggi, tetapi ia juga menyampaikan bahwa pendidikan tinggi itu tidak membantu seseorang berpikir dengan jalan yang cerdas.

Melek finansial merupakan sesuatu yang jarang sekali dibahas di sekolah bahkan hampir tidak pernah, dan jikapun ada sekolah yang membahasnya, pembahasannya hanya ada di tingkat dasar.

Berdasarkan latar belakang pribadi saya, saya telah membuat pemahaman mengenai keuangan ini menjadi fokus pribadi dan akan memastikan bahwa anak-anak saya di masa depan adalah anak yang berpendidikan dalam hal ini.

Biaya pendidikan terus meningkat lebih cepat daripada tingkat inflasi. Ini menjelaskan bahwa sistem pendidikan kita rusak. Pernyataan Robert tentang topik ini akurat.

Menjadi Seorang Pengusaha itu Tidak Terlalu Beresiko

Biasanya, orang mengatakan seperti ini : memiliki usaha lebih berisiko daripada bekerja untuk orang lain.

Menurut pendapat saya, memiliki suatu usaha akan membuat pemiliknya memiliki banyak keterampilan dan kemandirian yang tidak akan didapatkan jika bekerja untuk orang lain.

Jika sepanjang hidup ini, Anda senang merasakan "buaian sampai liang kubur" (dimanjakan hingga Anda menemukan ajal) sebagai mentalitas hari - hari Anda, maka Anda membuat pribadi Anda menjadi begitu tergantung dengan orang lain.

Memiliki bisnis telah memberi saya kemandirian yang lebih dan keterampilan berharga yang masih bisa saya gunakan jika saya harus bekerja untuk orang lain hari ini.

Tempat Tinggal Utama Anda Bukanlah Aset

Selama bertahun-tahun secara umum hampir semua orang di banyak negara pasti menganggap bahwa rumah yang kita miliki dan tempati adalah sebuah aset. Di dalam buku Rich Dad, Poor Dad ini, Robert Kiyosaki mengatakan hal yang jauh berbeda(dan saya sependapat dengan ini), yaitu bahwa rumah tinggal Anda bukanlah aset, karena rumah tersebut tidak menghasilkan arus kas positif (keuntungan) bagi pemiliknya.

"Orang-orang kaya memperoleh aset. Orang miskin dan kelas menengah memperoleh kewajiban, tetapi mereka pikir itu adalah aset " - Robert Kiyosaki
Di sisi lain, sewa properti juga telah turun nilainya, jika Anda ingin berfokus pada arus kas positif (keuntungan), maka pastikanlah bahwa Anda  mendapatkan keuntungannya setiap bulan. Robert Kiyosaki bahkan menyatakan dalam bukunya bahwa nilai rumah tidak selalu naik.

Lalu, ia juga menyampaikan bahwa hampir semua barang yang habis jika dipakai untuk keperluan sehari - hari termasuk dalam kategori kewajiban atau liabilitas.

Dia menyarankan bahwa kita harus membeli sebuah investasi yang menghasilkan arus kas positif untuk membayar "barang-barang kecil" tersebut secara otomatis tanpa perlu Anda bekerja di dalamnya.

Misalnya, setiap bulan kita mempunyai kewajiban untuk membayar listrik, kebutuhan rumah, kebutuhan anak - anak dan lain sebagainya, nah di sini Robert mengajarkan kepada kita supaya kita membangun sebuah aset dan aset tersebutlah yang akan membayar semua keperluan itu. Bisa Anda lakukan dengan membeli sebuah franchise.

Ini adalah cara yang bagus untuk melihat bagaimana sebaiknya Anda membeli mainan Anda.

Apa yang dimaksud Aset dan Kewajiban?

"Aset adalah sesuatu yang mendatangkan uang di saku saya. Kewajiban adalah sesuatu yang mengeluarkan uang dari saku saya. " - Robert Kiyosaki

Sebagian besar penentang buku Rich Dad, Poor Dad menunjukkan bahwa pernyataan ini tidak mengikuti standar akuntansi umum. Hal ini benar, dan Robert mengakui ini. Titik utamanya, dengan banyak kekurangan dari segi penjelasan, yaitu bahwa Anda harus berfokus pada arus kas untuk menjadi kaya.

"Kekayaan adalah kemampuan seseorang untuk bertahan hidup dalam sekian hari ke depan ... atau jika saya berhenti bekerja hari ini, berapa lama saya bisa bertahan?" - Robert Kiyosaki
Pernyataan ini masih saya gunakan dan membuat saya bisa menulis beberapa posting tentang topik ini :
  • Bagaimana Kaya Apakah Anda?
  • Apakah Kekayaan Bersih itu Penting?
  • Cara Menjadi Kaya
Bagian yang kurang

Ada banyak laporan yang menyatakan bahwa "Rich Dad" atau "ayah kaya" dari Robert Kiyosaki dalam buku ini sebenarnya tidak ada di dunia nyata dan hanya tokoh yang dibuat - buat oleh Robert.

Ini mungkin ada benarnya, namun jangan lupa bahwa ada banyak buku keuangan pribadi yang merupakan karya fiksi.

Yang dipermasalahkan beberapa orang dengan karya Robert adalah ia membuat bukunya sebuah karya non-fiksi tapi isinya tidak, dan saya setuju dengan masalah ini.

Robert tidak mengecilkan peran risiko dalam saran investasi. Ini cukup benar, tapi dia menyarankan kepada siapapun untuk memahami investasi yang akan Anda lakukan sebelum benar - benar melakukannya.

Robert menyatakan bahwa sebuah investasi akan berisiko jika dan hanya jika Anda tidak memahami secara menyeluruh tentang apa yang Anda investasikan.

Ringkasan

Saya pribadi merekomendasikan buku Rich Dad, Poor Dad ini untuk Anda baca, terutama bagi Anda yang merupakan pengusaha pemula atau baru mau belajar jadi pengusaha.

Buku ini bagus untuk Anda baca, jika Anda tidak suka membaca buku motivasi atau tidak ingin membeli buku ini karena Anda tidak membutuhkan motivasi dari sebuah buku, Anda bisa memanfaatkan buku ini untuk mendapatkan Anda untuk berpikir berbeda dari karyawan yang digaji setiap bulannya.

Jika ada kelompok yang membenci dan menyukai buku ini, maka saya ada di kelompok yang suka dengan buku ini. Buku ini menurut saya layak untuk mendapat nilai 4/5.

Alasannya karena waktu pertama kali membaca ini saya memang sedang berada di awal - awal belajar menjadi pengusaha, saya senang cara berpikir robert dalam mengelola keuangan. Selain itu, banyak topik yang dibahas di dalam buku ini yang akan tetap relevan untuk diterapkan di lima, sepuluh atau lima puluh tahun ke depan.

Jika Anda memutuskan untuk membaca buku-buku Robert, saya hanya merekomendasikan membaca Rich Dad, Poor Dad dan Rich Dad's Cashflow Quadrant. Sebagian besar buku-buku lain dari Robert Kiyosaki hanya merupakan pengulangan dari dua buku tersebut.

Buku ini cocok untuk saya masukan ke dalam best personal finance books untuk alasan dasarnya dan karena buku ini bisa membuat Anda berpikir dengan cara berbeda.

Reviewer : Arfi Ardian

Format:Soft Cover
ISBN:9792210954



Tanggal Terbit:November 2004
Bahasa:Indonesia
Penerbit:Gramedia Pustaka Utama






Review Buku "Rich Dad Poor Dad" Robert T. Kiyosaki



Artikel Terkait

2 komentar

Pengulasan buku nya keren..
Bener juga sih investasi berbahaya jk kita yg invest ga tau proses nya.

*toas*

terimakasih kak Nauval Hafidzi :)


EmoticonEmoticon