Saturday, 19 March 2016

Review Film The Social Network (2010) Kisah Pendirian Facebook

Review Film The Social Network (2010)

Film The Social Network yang direlease pada 2010 lalu ini merupakan film yang bercerita tentang pendirian raksasa medsos saat ini, Facebook. FIlm ini dimulai dengan kisah putusnya Mark Zuckerberg dengan sang pacar. Dari film ini, ceritanya, setelah putus dan kesal dengan pacarnya lalu Zuckerberg menulis di blognya di mana isi dari tulisan tersebut adalah tentang mantan pacarnya.

Di dalam tulisan itu, Zuckerberg menuangkan kekesalannya sampai - sampai ia menyebut mantan pacarnya di dalam postingan itu dengan sebutan "bitch" (maaf blog ini belum punya sensor untuk kata - kata seperti ini). 

Lalu, setelah menulis sebuah posting di blog dengan postingan tersebut, Zuckerberg setelah itu juga langsung kepikiran ide untuk membuat sebuah website untuk  memilih "cewek ter-hot" di harvard. Malam itu juga, di mana idenya muncul dan website tersebut langsung jadi dan sudah bisa men-generate 22.000 pengunjung dalam waktu dua jam. Situs tersebut bernama Facemash.

Untuk diketahui, di dalam film ini diceritakan bahwa user yang bisa memilih "cewek ter-hot" di facemash harus melakukan pendaftaran (sign up) dengan menggunakan email harvard university, atau @harvard.edu.

Ada pro kontra tentang kebenaran film tersebut, termasuk pada bagian yang baru saja Anda baca di atas. 

Ketika Anda mencari kebenaran tentang cerita film tersebut di google.com dengan keyword "how accurate the social network" maka Anda akan melihat beberapa halaman website yang membahas tentang keakuratan film the social network ini. Saya pribadi, mencari keakuratannya dengan keyword tersebut karena saya penasaran dengan cerita di dalam film ini, bener atau ga isinya. 

Saya heran karena film ini direkomendasikan oleh beberapa website seperti brilio.net untuk ditonton oleh orang - orang yang memiliki minat di bisnis. Tapi, entah sayanya yang kurang jeli atau jalan ceritanya yang memang kurang berisi membuat saya kesulitan untuk menemukan saripati - saripati tentang bisnis dari film ini. 

Kalau sahabat pernah nonton dan terpikir tentang nilai - nilai bisnis yang ada di film tersebut, sahabat bisa menuliskan pendapat sahabat tersebut melalui komentar di bawah, kalau opininya "bagus", komentar sahabat tadi akan saya masukkan ke dalam tulisan ini, :).

Oke, mari kita bahas keakuratan cerita tentang film the social network ini yang sudah ditulis di paragraf - paragraf awal. Seberapa akurat cerita tersebut? Melalui sebuah tulisan di situs Quora.com yang ditulis oleh Aaron Greenspan, ia mengatakan bahwa di Harvard hanya ada 6.400 mahasiswa aktif setiap semesternya. Angka tersebut hanya pendekatan.

Sedangkan di film ini, visitor atau pengunjung yang datang ada 22.000 dalam waktu dua jam. Film ini juga menceritakan hal yang kurang tepat, seperti ledakan visitor sebanyak 22.000 tersebut telah membuat server web di harvard down.

Cerita sebenarnya, server yang down adalah server yang berada di asrama Mark Zuckerberg di Kirkland House, sebuah asrama yang berada di lingkungan kampus Harvard University. Zuckerberg menggunakan komputer pribadinya untuk menjadi server dari facemash, sehingga tidak ada keterkaitan antara penggunaan email harvard.edu dengan down-nya server dari facemash.

Di samping ketidak tepatan di beberapa cerita tersebut, kisah pendirian facebook menurut film ini, setelah facemash didirikan, berlanjut dengan cerita bahwa Zuckerberg diajak bekerjasama oleh tiga mahasiswa harvard lainnya.

Tiga orang tersebut adalah Ttyler Winklevoss, Cameron Winklevoss dan Divya Narendra. Mereka mengajak Zuckerberg untuk membuat sebuah media sosial baru yang berbeda dari friendster. Ide tersebut, menurut cerita di film, adalah awal dari kelahiran facebook.

Tiga orang tersebut membutuhkan Zuckerberg untuk menjadi programmernya, mereka hanya memiliki ide tetapi tidak bisa membuat program tersebut. Platform tersebut sudah dibuat, setengah jalan, namun programmer mereka keluar karena memilih untuk bekerja di google.

Review film the social network bahasa indonesia
Taylor Winklevoss dan Divya Narendra
Program yang dibuat oleh Winklevoss bersaudara bersama Divya Narendra tersebut mereka sebut dengan Harvard Connection. Yang membedakan Harvard Connection dengan friendster dan myspace adalah semua orang yang bisa mendaftar ke Harvard Connection hanya orang - orang yang memiliki email @harvard.edu.

Emm, okay, akhirnya saya menemukan pesan terkait kewirausahaan di dalam film ini (saya baru terpikir saat menulis review ini pada bagian ini). Hampir sama dengan yang dilakukan oleh Billgates dan Steve Jobs seperti yang diceritakan di dalam film Pirates of Sillicon Valley (1999). Jika Anda pernah menonton film tersebut pasti Anda tahu dengan quote ini :

"Good Artist Copy, Great Artist Steal"
Yap, Zuckerberg juga melakukan hal yang sama dengan dua pendahulunya tersebut. Zuck memodifikasi ide dari Harvard Connection milik Winklevoss bersaudara dan Divya Narendra. Bagian ini benar adanya, Anda bisa mengeceknya di wikipedia dengan menggunakan keyword yang berkaitan dengan Harvard Connection ataupun dengan mengetik nama dari ketiga orang tersebut.

Di film ini, diceritakan bahwa the facebook pada awalnya juga mewajibkan usernya untuk memiliki email berekstensi @harvard.edu, makanya facebook pertama kali dikenal di lingkungan Harvard. Alasan kenapa the facebook lebih disukai dibanding Harvard Connection dan bisa membuat penggunanya kecanduan tentu saja karena facebook memiliki fitur - fitur yang tidak dimiliki oleh Harvard Connection.

The Facebook memiliki user interface yang membuatnya lebih mudah digunakan. Sama seperti Harvard Connection, the facebook juga bisa digunakan untuk mengirim foto, video, status, tetapi memiliki tampilan yang jauh lebih baik.

The facebook memiliki fitur "add friend" yang akan berubah menjadi "remove friend" ketika Anda sudah berteman dengan akun lainnya. Artinya, pengguna bisa bebas menambah ataupun menghapus pertemanan.

The facebook dibuat oleh Zuckerberg dan Eduardo Severin, Severin bertugas sebagai CFO atau Chief Financial Officer dalam perjalanan facebook. Pendanaan untuk keperluan server the facebook di awal berdiri menggunakan uang Eduardo Severin.

Film ini menggunakan alur regresi atau kilas balik, CMIIW. Setting utamanya adalah sebuah sidang antara Mark Zuckerberg, Eduardo Severin, Winklevoss bersaudara, Divya Narendra dan petinggi - petinggi harvard dalam sebuah ruang rapat besar.

review film the social network bahasa indonesia


Ceritanya, di ruang rapat tersebut sedang berlangsung sidang penting terkait hak kekayaan intelektual. Winklevoss bersaudara bersama Divya Narendra mengklaim bahwa the facebook adalah ide curian yang dilakukan oleh Mark Zuckerberg. Mereka merasa bahwa Mark membuat the facebook karena terinspirasi oleh Harvard Connection milik mereka.

Di dunia nyata, pada akhirnya Cameron & Tylor Winklevoss mendapatkan kesepakatan penyelesaian untuk kasus tersebut. Nilai kesepakatan tersebut kabarnya sebesar 65 juta dollar. Artinya, mereka mendapatkan 65 juta dollar sebagai syarat damai. Pada saat itu, kalau dirupiahkan nilainya mendekati Rp585.000.000.000 (585 milyar rupiah). Angka yang layak jika dibandingkan dengan nilai facebook beberapa tahun setelah perjanjian tersebut yang menyentuh 25 milyar dollar Amerika.

Nama the facebook berubah menjadi facebook saat Sean Parker masuk menjadi salah satu investor di perusahaan tersebut. Sean Parker (founder Napster), selain berinvestasi juga menyediakan kantor baru untuk facebook. Pengubahan nama the facebook menjadi facebook sendiri merupakan usulan dari Sean Parker "menurut cerita di film". Dengan investasi tersebut Sean Parker berhak atas kepemilikan saham facebook sebesar 6.47%.

Selain Sean Parker, ada juga Peter Thiel yang juga berinvestasi di facebook. Peter Thiel menginvestasikan uang sebesar setengah milyar dollar sebagai angle investor di 2004. Angle investor adalah seorang individu yang memiliki kekuatan finansial yang massif. Oh iya, Peter Thiel merupakan salah satu founder PayPal bersama Ellon Musk dan tiga orang lainnya. Sehingga wajar jika di tahun 2004 ia memiliki uang yang sangat banyak karena Paypal sudah ada lebih dulu, yaitu sejak 1998. Dari investasi tersebut, Peter Thiel mendapatkan saham facebook sejumlah 7%.

Film ini sendiri mendapat rating 7.7/10 di imdb, 95% di metacritic, 4/5 di empire dan 96% di rotten tomatoes.

Poin - poin Penting yang Berkaitan dengan Kewirausahaan

Inovasi dan ATM (Amati Tiru Modifikasi)

Zuckerberg benar - benar paham tentang hal ini. Di film the social network diceritakan bahwa pada masa - masa awal, facebook memang hanya diperuntukkan untuk pemilik email @harvard.edu. Artinya, pengguna facebook saat itu hanya mahasiswa - mahasiswa di Harvard University. 

Karena tidak dibuat ekslusif seperti Harvard Connection, maka facebook bisa berekspansi dengan leluasa. Facebook tetap menyasar ke kampus - kampus pada saat itu, hal ini mungkin karena pada saat itu (2003an) orang yang sudah terbiasa dengan internet barulah kalangan mahasiswa. 

Setelah Harvard, facebook merambah ke Stanford University, lalu  ke Cambridge University di Inggris. Intinya, facebook memperlebar jangkauannya dengan tidak menjadi ekslusif. 

Facebook juga terus melakukan inovasi seiring berjalannya waktu, penyesuaian terhadap tampilan antar pengguna terus dibenahi untuk menjaga loyalitas dari penggunanya.

Facebook juga menjadi penyedia jasa periklanan internet yang paling akurat. Maksudnya begini, ketika mau menggunakan facebook, seseorang harus mendaftar dan log in supaya bisa menggunakannya.

Ada beberapa penyedia layanan iklan yang terkenal, seperti google yang iklannya bisa Anda lihat di banyak website, termasuk di youtube. Namun google sepertinya tidak seakurat facebook.

Saat beriklan, sebuah brand pasti sudah menentukan siapa target iklan (tergantung target pasar) mereka. Target iklan ini harus disesuaikan dengan target pasar mereka, misalnya iklan pampers. Pampers adalah produk yang diperuntukkan untuk bayi, TAPI iklannya tidak ditujukan untuk sang bayi. Ibunya. Jadi, ketika mau beriklan, brand pampers sebaiknya memasang iklan tersebut untuk orang yang berjenis kelamin perempuan, berusia misalnya 23 - 45 tahun. 

Dengan menggunakan facebook, Anda bisa beriklan dengan sasaran yang sangat spesifik. Ingat bahwa ketika menggunakan facebook kita pasti mengisi alamat tinggal kita, tanggal lahir kita dan beberapa minat kita seperti film kesukaan, musik kesukaan, dll.

Iklan pampers dari brand pampers tersebut akan muncul di akun - akun facebook orang - orang yang berusia 23 - 45 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Jika ingin menyasar ibu - ibu di jakarta, maka pada saat memasang iklan, pengiklan bisa membuat lokasinya menjadi lebih spesifit, dari Indonesia menjadi DKI Jakarta. Di sinilah keunggulan facebook yang membuatnya bernilai milyaran dollar.

Poin ini juga menerapkan prinsip good artist copy, great artist steal. Steal dalam artian, melihat ide yang lama, lalu menggunakannya dengan menambah sentuhan - sentuhan inovasi.

Pembagian saham

Film ini mengajarkan penontonnya untuk terbiasa dengan istilah pembagian saham. Ini penting bagi seorang pebisnis yang sedang mendirikan startup atau ukm. Saat mendirikan bisnis, mungkin ada beberapa orang yang menganggap sepele masalah pembagian saham.

Padahal, pembagian saham adalah masalah yang krusial jika usaha yang dirintis tersebut berhasil. Tidak ada orang bertengkar karena usaha yang dijalankan menemui kegagalan, lebih banyak orang menjadi kacau karena memikirkan pembagian saham ketika usaha menuai keberhasilan. Kejelasan pembagian saham di film ini ditunjukkan dengan baik. Siapa yang bekerja lebih keras dan berkorban lebih banyak pantas untuk mendapatkan saham yang lebih banyak.

Di dalam film ini Zuckerberg memegang 60% saham (sebelum masuk Peter Thiel) Eduardo Severin 30%, Dustin Moskovitz beberapa persen dan Sean Parker beberapa persennya lagi. Dari awal berdiri, pembagian saham dilakukan dengan jelas, dan setiap ada investor baru pasti struktur pembagian saham akan berubah atau disesuaikan jumlahnya.

Review Film The Social Network (2010)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon