Wednesday, 7 September 2016

Review "Gara - Gara Facebook" Dewa Eka Prayoga



Review "Gara - Gara Facebook" Dewa Eka Prayoga

Judul buku : Gara - Gara Facebook
Genre : Bisnis, Marketing
Penulis : Dewa Eka Prayoga
ISBN 978-602-74777-0-4
Release : Juli 2016

-----------------------------------------------------------
Gara - Gara Facebook

Sebuah buku yang katanya cocok untuk siapapun yang ingin meningkatkan omset atau profit bisnisnya lebih banyak lagi.

Sebuah buku yang menjelaskan rangkaian tips & trik yang terbukti bekerja. Ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulisnya.

Sebuah buku yang berisi hal - hal praktis atau aplikatif yang bisa diterapkan oleh pembacanya.

----------------------------------------------------------------

Sebagian orang yang fesbukan di Indonesia, khususnya mereka yang berkecimpung di dunia internet marketing, nama Dewa Eka Prayoga sudah tidak asing lagi.

Saya pribadi mengenal namanya dari sebuah kiriman yang dibagikan oleh seorang teman di beranda facebook, postingan yang saya lihat itu tentang promosi bukunya yang berjudul "Easy Copy Writing" tahun lalu.

Jujur, saya pribadi baru "ngeh" apa arti dari copy writing itu sendiri setelah membaca buku Gara - Gara Facebook. Dulu, saya mengasosiasikan copy writing ini dengan copy paste. Jika copy paste adalah menyalin mentah - mentah, maka saya mengira kalau copy writing itu berarti mengkopi dengan menulis ulang sebuah tulisan dengan bahasa sendiri. Atas pandangan tersebut maka saya tidak tertarik sedikitpun untuk membeli buku "Easy Copy Writing" ini. Melihat penjelasan tentang buku tersebut pun saya enggan.

Duh! Ternyata saya keliru!

Di buku Gara - Gara Facebook ini kebetulan Kang Dewa juga memasukkan pembahasan mengenai teknik copy writing, sebuah jurus jitu yang berguna untuk menghasilkan sales atau closing dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Baru, dari sinilah saya tahu makna sebenarnya dari frasa copy writing yang dimaksud dalam judul buku Easy Copy Writing tersebut.

Lanjut lagi tentang Gara - Gara Facebook.

Buku yang berisikan 281 halaman ini menjelaskan bagaimana memanfaatkan facebook personal--sekali lagi facebook per-so-nal ya, bukan fanpage--untuk jualan.

--------------------------------------------

Note :

Ada dua cara dalam memanfaatkan facebook sebagai channel penjualan, yaitu dengan menggunakan akun personal, dan satu lagi dengan menggunakan fanpage.

Bedanya, di fanpage kita bisa memanfaatkan fitur facebook ads, sedangkan akun personal tidak bisa.

-------------------------------------------

Nah, Gara - Gara Facebook ini secara khusus hanya membahas cara yang pertama. Menggunakan akun personal.

Bagian yang menarik adalah Kang Dewa memaparkan terlebih dahulu tentang prinsip - prinsip penting jualan di facebook, bagian yang menurut saya merupakan salah satu sisi penting dari buku ini.

Saya kaget saat membaca bagian ini, Kang Dewa menyampaikan supaya kami (pembaca buku ini) tidak menggunakan facebook sebagai media jualan. Nah lo!

Ini buku tentang trik jualan, malah melarang menggunakan facebook untuk jualan. Ah#*@+:$/?!/(+#

Tapi setelah dibaca dibaca dibaca saya baru tahu betapa pentingnya peringatan tersebut. Larangan membanjiri timeline facebook personal dengan status yang sifatnya "jualan banget" ini ada benarnya. Salah satu alasannya yaitu untuk menghindari rasa enek dari teman - teman di facebook kita.

"alah... jualan lagi jualan lagi", , "iklan lagi - iklan lagi".

Tentu, ini seperti sebuah tamparan bagi kita yang sering membuat status facebook yang sifatnya "jualan banget". . :)

Pada dasarnya, Facebook adalah social media, bukan selling media. Fungsi utamanya supaya orang bisa terhubung satu sama lain dari berbagai tempat dengan lebih efektif.

Jadi hal pertama yang harus ditanamkan di kepala sebelum memanfaatkan facebook untuk memasarkan produk adalah BERSOSIAL DULU! Bangun Personal Branding!

Membangun personal branding terlebih dahulu dengan menggunakan facebook secara tepat adalah pondasi yang kuat sebelum "BERJUALAN".

Branding - branding dulu, jualan - jualan kemudian. Ibarat di dunia offline, kenal mengenal dulu, jualan k

Dewa menyarankan untuk menggunakan facebook dengan tepat dahulu, memanfaatkannya untuk berkomunikasi dengan orang - orang di list pertemanan, membangun hubungan dua arah, membuat orang lain tahu siapa kita sebenarnya, baru jualan. Intinya, membuat mereka tahu kalau Anda adalah orang yang enak diajak berteman adalah langkah yang tepat sebelum "berjualan".

Saran Kang Dewa bagi saya pribadi merupakan sebuah masukan yang tepat. Berbagi manfaat, menshare ilmu sesuai dengan bidang yang kita kuasai adalah jalan untuk membangun citra diri di hadapan teman - teman sesama pengguna facebook.

Buku ini pada dasarnya menjelaskan secara jelas tentang pengalaman Dewa Eka Prayoga dalam membangun citra dirinya di media sosial. Di buku ini, cara membangun personal branding yang diajarkan, murni, merupakan pengalaman bro Dewa.

Jika ada satu hal yang harus saya kritisi dari buku ini, bagian tersebut adalah bagian personal branding ini.

Ia menyebutkan bahwa dirinya sudah dua tahun vakum di dunia perfesbukan, dan baru di 2015 ia mulai aktif lagi. Di sisi lain, Ia sendiri bangkrut pada 2012, dan baru berusaha memperbaiki citra dirinya yang tercoreng pada tahun itu juga.

Artinya, facebook bukanlah jalan awal Kang Dewa dalam membangun personal branding. Dan, ini berarti, kesuksesannya dalam berjualan di facebook dalam kurun waktu kurang dari satu tahun setelah ia mulai aktif "lagi" di facebook, berasal dari perjuangannya membangun personal branding melalui media sosial yang lain.

Ia sudah dikenal banyak orang lebih dulu sebelum menggunakan facebook, ini dalam bahasan personal branding dalam buku ini.

Untuk itu, kita harus lebih sabar dalam memanfaatkan facebook untuk membangun brand personal, jangan mengharapkan bisa melakuka hal yang sama dalam waktu yang sama singkatnya seperti yang didapatkan oleh Kang Dewa. Ia sudah terkenal duluan, jadi lebih mudah jualan di facebook.

Meskipun demikian, isi dari buku ini, secara keseluruhan sangat bagus untuk dijadikan pedoman adalam membangun personal branding di media sosial, khususnya facebook.

Kang Dewa pun juga memberitahu pembaca bukunya tentang karakteristik facebook yang sangat penting untuk kegiatan marketing. Fitur berbagi, likes dan algoritma facebook edge juga dijelaskan di sini, sehingga cukup memberi insight kepada pembaca tentang seberapa bagusnya facebook untuk kegiatan marketing termasuk personal branding.

Setelah selesai memahami betapa pentingnya personal branding, Kang Dewa--melalui bukanya ini tentunya--memberikan segelontor tips dan trik yang siap pakai dan bisa diaplikasikan.

Dari memulai membangun personal branding, melakukan soft selling sampai melakukan hard selling, semua trik siap pakai ini dijabarkan secara lengkap di buku ini. Copy writing pun juga diberikan di sini.

Kesimpulan. Buku ini sangat cocok untuk Anda yang berjualan melalui facebook, ingin sukses jualan melalui facebook, ingin membangun citra diri yang baik dengan cara yang tepat.

Selain untuk para praktisi jualan, buku ini juga pantas untuk dibeli oleh Anda yang bekerja dan merasa ahli di bidang yang Anda geluti, saya merasa tips - tips di buku ini bisa membantu Anda supaya lebih dikenal melalui media sosial yang Anda gunakan, seperti linkedin ini.

Arfi Ardian | Pertama kali dipost di LinkedIn.com/arfiardian

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon