Sunday, 9 October 2016

Candi Dieng : Pesona Candi di 2000 mdpl dan Sejarahnya

Candi Dieng merupakan sebutan bagi komplek candi yang ada di Dieng Plateau. Berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, menjadikan komplek Candi Dieng ini nyaman untuk dikunjungi, hawanya sejuk berangin.

Candi Dieng peninggalan kerajaan Mataram

Candi Dieng Wonosobo : Pesona Candi di Ketinggian 2000 mdpl


Ada beberapa hal yang ingin noyvesto.net sampaikan di tulisan ini selain foto - foto keindahan komplek Candi Dieng ini, seperti sejarah dari candi - candi yang ada di sini, bagaimana agar sampai ke lokasi dan seperti apa rasanya main ke komplek Candi Dieng ini.

Karena candi merupakan benda bersejarah, maka kurang pas rasanya jika membahas tentang Candi Dieng ini tanpa membahas bagaimana sejarahnya.Untuk itu, simak dulu yuk cerita tentang sejarah tempat yang menjadi simbol majunya peradaban masa lalu di Dieng.

Candi Dieng : Sejarah


Candi Dieng pertama kali ditemukan pada 1814 oleh tentara Inggris yang berniat berwisata di Dataran Tinggi Dieng. Bagian yang pertama kali dilihat oleh tentara Inggris adalah bagian atas candi, saat itu candi - candi ini berada di dalam kubangan air.

Perlu waktu yang cukup lama bagi peneliti saat itu untuk benar - benar mulai mengeruk tanah yang ada di area candi. Barulah pada 1856 akhirnya pengerukan dan pengeringan pertama kali dilakukan.

Usaha tersebut dipimpin oleh Van Kinsbergen. Dari penggalian pertama ini akhirnya candi - candi lain yang berada di sekitar candi pertama ditemukan.

Candi Dieng pada dasarnya merupakan candi Hindu, namun karena tidak ditemukan bukti tertulis, maka hal - hal detail terkait candi ini tidak ditemukan. Informasi seperti kapan candi ini dibangun pun tidak ditemukan.

Candi Dieng merupakan peninggalan kerajaan mataram
Kawasan Candi Arjuna salah satu bagian dari Candi Dieng

Satu - satunya benda yang ditemukan adalah prasasti yang memiliki tulisan angka 808 Masehi. Ada ahli yang menyampaikan kalau komplek Candi Dieng ini dibangun pada abad 8 sampai 9 Masehi.

Pendapat tersebut didasarkan pada perintah raja - raja dari dinasti Sanjaya. Tapi, berdasarkan penelitian yang lebih jauh lagi, ternyata didapatkan tanda - tanda bahwa ada kemungkinan komplek Candi Dieng dibangun  dalam dua tahap.

Jadi bisa dipastikan bahwa Candi Dieng adalah candi peninggalan kerajaan Mataram, kerajaan hindu yang saat itu dipimpin oleh Dinasti Sanjaya.

Diperkirakan, tahap pertama pembangunan candi - candi ini berlangsung pada akhir abad ke-7 sampai awal abad ke-8.  Dan untuk pembangunan tahap kedua dilakukan pada pertengahan abad kedelapan sampai 780an Masehi.

Candi Dieng sebenarnya adalah sebuah komplek candi. Ini berarti bahwa di area percandian ini tidak hanya ada satu candi, tapi tersusun dari banyak gugusan (komplek) yang tersebar di tempat yang sedikit berjauhan antara satu dengan yang lain.

Area komplek Candi Dieng memiliki luas total sebesar 1.9 x 0.8 kilometer persegi. Cukup luas.

Di komplek percandian ini terdapat tiga kelompok candi serta 1 buah candi yang berdiri sendiri. Hal yang unik adalah semua kelompok candi tadi memiliki nama masing - masing, dan uniknya lagi nama candi - candi ini dinamai dengan nama tokoh - tokoh wayang yang ada di kitab Mahabharata, yaitu Komplek Candi Arjuna, Komplek Candi Gatotkaca, Komplek Candi Dwarawati dan Candi Bima.

Candi Bima merupakan Candi yang berdiri sendiri atau tidak berkelompok.

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram


Nah, keindahan candi - candi di kawasan Candi Dieng ini bisa kamu lihat di bawah sembari membaca tulisan ini. Kita mulai dari yang pertama.....

Candi Dieng : 1. Komplek Candi Arjuna


Di Komplek Candi Arjuna ini terdapat lima buah candi yaitu Candi Puntadewa, Candi Srikandi, Candi Semar, Candi Sembadra dan tentu saja Candi Arjuna.

Komplek Candi Arjuna adalah satu - satunya komplek candi yang semua bangunan candi - candinya masih berdiri.

a. Candi Puntadewa

Candi Puntadewa memiliki bentuk yan mirip - mirip dengan candi lainnya, ukurannya tidak terlalu besar, tetapi tampak lebih tinggi dari candi yang lain.

Badan Candi Puntadewa berdiri di atas batur yang disusun setinggi 2,5 meter. Candi ini memiliki tangga menuju ke pintu masuk bagian dalam tubuh candi yang memiliki pipi candi yang disusun berlapis dua, sesuai dengan batur candi.

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram

Atap Candi Puntadewa memiliki kemiripan dengan atap dari Candi Sembadra, kesamaannya ada pada bentuknya yang berupa kubus.

Sayangnya karena bagian puncak atap sudah hancur jadi kita tidak bisa lagi melihat bentuk aslinya. Di masing - masing sisi atap juga memiliki relung - relung kecil mirip tempat untuk menaruh arca.

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram

Ruang bagian dalam candi ini kosong, tidak ada lagi arca, dan ukurannya termasuk sempit untuk dimasuki. Tiga dari empat sisi candi memiliki jendela.

Untuk lebih jelasnya lagi kamu bisa perhatikan foto Candi Sembadra di atas.

b. Candi Srikandi


Candi Srikandi terletak di sisi utara Candi Arjuna. Candi ini memiliki batur candi dengan ketinggian yang paling rendah, yaitu 50 centimeter. Bentuk dasar dari Candi Srikandi  ini adalah kubus.

Candi ini memiliki tangga dan pintu ke ruang arca yang mengarah ke timur. Di dinding bagian utara ada pahatan - pahatan yang menampilkan Dewa Wisnu, lalu pada sisi timur ada pahatan Dewa Siwa dan ada juga Dewa Brahma di sisi bagian selatan candi.

Atap candi ini juga sudah tidak dalam bentuk aslinya, sudah rusak, sehingga pengunjung akan melihat bentuk seperti di bawah ini, Candi Srikandi dengan bentuk atap yang sudah rusak.

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
Candi Sembadra Kawasan Candi Arjuna


Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
Salah satu Relief  (pahatan) dari Candi Srikandi Kawasan Candi Arjuna


c. Candi Semar

Letak candi ini berhadapan langsung dengan Candi Arjuna, denah dari candi ini berbentuk dasar persegi empat yang membujur ke arah utara selatan.

Batur Candi ini juga memiliki tinggi yang hanya 50 cm, bentuknya polos tanpa hiasan. Di sisi timur candi terdapat tangga menuju ke ruang arca.

Jika penasaran dengan bentuknya, Kamu bisa melihatnya pada gambar di bawah ini :

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
Candi SemarKawasan Candi Arjuna

Atap dari candi ini berbentuk limas loh. Masih ingat bentuk limas itu seperti apa? Hayoo ngaku saja deh kalo kamu ga inget, ga apa kok. hehehe.


Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
Candi Semar Kawasan Candi Arjuna
Candi ini, konon, dulunya digunakan sebagai tempat penyimpan perlengkapan pemujaan dan senjata. Kalau di lihat dari bentuknya yang besar, wajar jika candi ini disebut sebagai tempat penyimpanan.

d. Candi Sembadra


Candi ini memiliki batur yang disusun setinggi 50 sentimeter. Secara umum denah dasar candi ini berbentuk bujur sangkar.

Di tengah - tengah sisi samping selatan, utara dan timur ada bagian yang menjorok atau timbul keluar yang membentuk relung.

Pintu masuk candi ini mengarah ke mana ya? Ada yang tahu? Kalo ga tahu, saya kasih tahu ya, hehehe, pintu masuk candi ini terletak di sisi barat.

Agar lebih jelas lagi Kamu bisa melihat foto Candi Sembadra di bawah ini. Check it out.

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
Candi Sembadra Kawasan Candi Arjuna

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
Candi Sembadra Kawasan Candi Arjuna

Pintu masuk candi ini cukup sempit, jadi kalau mau masuk ke dalam Kamu harus ramping dulu, #eh.

Selanjutnya, ada Candi Arjuna yang namanya dipakai sebagai nama dari komplek candi yang ada di komplek ini. Penasaran seperti apa bentuk dari Candi Arjuna ini? Kamu akan tahu setelah membaca tulisan di bawah, yuk lanjut... ini dia .. : 

d. Candi Arjuna

Candi Arjuna hampir serupa dengan Candi Gedong Sanga. Candi Arjuna berbentuk persegi dengan luas area 4 meter persegi.

Badan candi diletakkan di atas batur (batu - batu kotak) yang tingginya 1 meter. Salah satu ciri yang mencolok dari komplek candi ini adalah terdapatnya susunan batu yang menjorok ke luar membentuk ruang tempat ditaruhnya arca.



alamat Candi Dieng
Candi Arjun tampak belakang
Di sisi luar dinding candi, tepatnya di bagian utara, barat dan selatan ada bagian yang menjorok keluar yang membentuk tempat arca.

Di bagian bawah bingkai bagian depan candi ada hiasan berupa kepala naga dengan mulut terbuka. Pada bagian atas dari bingkai, terdapat hiasan kalamakara tanpa rahang bawah.

Lalu, pada dinding bagian kiri dan kanan pintu bangunan di sisi utara ada relung - relung yang digunakan sebagai tempat menaruh arca. Sekarang ini, dua relung tersebut dalam keadaan kosong tidak berisi.

Hmmm... arcanya pada ke mana ya?


Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
Candi Arjuna tampak depan
Foto di atas adalah gambar Candi Arjuna jika dilihat dari depan. Bagian depan Candi Arjuna berhadapan langsung dengan Candi Semar.

-----------------------------------------

Nah, setelah tahu seperti apa candi - candi yang ada di Komplek Candi Arjuna, berikutnya, Kamu akan mengetahui seperti apa Kawasan Candi bima, tempat di mana ada satu candi yang sendirian, tanpa teman di kawasan Candi Dieng ini.  

Langsung saja, ini dia.... Kawasan Candi Bima.

Candi Dieng : 2. Kawasan Candi Bima


Candi Bima terletak di atas bukit, tidak sama seperti komplek candi lainnya, Candi Bima berdiri sendiri tanpa berdampingan dengan candi lain, karena memang tidak ada candi lain selain Candi Bima di tempat ini.

Candi ini memiliki atap yang bertingkat lima. Masing - masing  tingkat mengikuti bentuk badan candi secara keseluruhan, yaitu semakin ke atas semakin kecil.

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram


Tahukah Kamu bahwa ternyata Candi Bima merupakan bangunan Candi terbesar di antara bangunan - bangunan Candi yang ada di Kawasan Candi Dieng.

Uniknya, candi ini memiliki perbedaan bentuk jika dibandingkan dengan candi - candi yang ada di jawa tengah secara umum. Coba deh lihat gambar candi ini  pada foto di atas dan di bawah, bentuk candi ini memang berbeda kan dari bentuk candi - candi lainnya?


Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram

Atap Candi Bima disusun bertingkat lima di mana pada masing - masing tingkatan bentuknya mengikuti bentuk badan Candi Bima, yaitu semakin ke atas semakin mengecil.

Setiap tingkatan di bagian atap ini memiliki hiasan berupa pelipit padma ganda dan relung kudu. Hmmm, apa ya artinya?

Kudu merupakan arca setengah badan yang tampak seperti orang yang sedang melihat ke luar jendela. Hiasan relung kudu seperti ini juga bisa ditemui di Candi Kalasan Jogja.

Untuk bagian puncak atap, kebetulan saat ini bagian puncak dari atap candi ini juga sudah hancur, jadi kita tidak bisa melihat bentuk awal candi ini seperti apa.

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram


Karena kebanyakan dari candi - candi yang sudah kita bahas tadi memiliki kesamaan, yaitu memiliki bagian atap yang sudah rusak, saya jadi bertanya - tanya "kenapa ya kok tidak disertakan saja bentuk aslinya di samping candi - candi ini, supaya pengunjung bisa tahu bentuk asli dari candi yang mereka kunjungi?"

Bisa jadi pemerintah beserta pemerhati sejarah setempat juga tidak memiliki blue print dari candi - candi ini karena memang kurangnya tulisan - tulisan dari masa lalu sehingga informasi dari masa lalu tidak bisa diketahui oleh masyarakat jaman sekarang.

Candi Dieng : 3. Komplek Candi Gatotkaca

Ada lima candi di Komplek Candi Gatotkaca ini, kelimanya adalah Candi Setyaki, Candi Nakula, Candi Gareng, Candi Petru dan Candi Sadewa.

Namun sayangnya, candi - candi yang ada di komplek ini sebagian besar sudah hancur dan hilang. Satu - satunya bangunan candi yang tersisa di sini adalah Candi Gatotkaca.

Okay guys, saatnya Kamu tahu lebih banyak lagi tentang satu - satunya candi yang masih tersisa dan memiliki bangunan yang kondisinya masih cukup baik, yaitu Candi Gatotkaca. Ini dia :

Candi Gatotkaca


Candi Gatotkaca memiliki batur berbentuk bujur sangkar yang disusun setinggi satu meter. Candi ini mempunyai bentuk menyerupai bangunan bertingkat. Ini disebabkan bentuk atapnya yang dibuat mengikuti badan candi.

Sisi luar dinding candi memiliki beberapa relung yang sepertinya dulu digunakan sebagai tempat menaruh arca. Sisi atapnya juga memiliki relung untuk meletakkan arca di keempat sisinya.

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram


Pintu masuk berada di bagian barat bangunan candi, sehingga bagian dalam candi bisa mendapat sinar matahari secara langsung pada pagi hari.

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram


Di dekat Candi Gatotkaca terdapat tumpukan batu yang merupakan reruntuhan dari empat candi lain di komplek ini dan sayangnya reruntuhan tersebut belum bisa disusun kembali karena banyak bagian yang hilang.


Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram


Candi Dieng : 4. Komplek Candi Dwarawati 


Komplek candi ini memiliki nasib yang sama seperti Komplek Candi Gatotkaca yang sudah Kamu baca di atas. Komplek candi ini juga hanya memiliki satu bangunan candi yang masih utuh dan tiga bangunan candi lainnya sudah hancur runtuh tanpa bisa disusun kembali.

For your information ni gaess, di komplek candi ini sebenarnya ada empat buah candi, satu dari keempatnya adalah Candi Dwarawati yang sekarang namanya dipakai untuk komplek candi ini dan tiga lainnya yang sudah runtuh adalah Candi Abiyasa, Candi Margasari dan Candi Pandu.

Okaii, karena cuma ada Candi Dwarawati yang tersisa, di bagian ini tentu saja Kamu hanya akan membaca ulasan tentang Candi Dwarawati. Langsung cabs, ini dia....

Candi Dwarawati

Candi ini memiliki bentuk berupa bujur sangkar. Di bagian bawah terdapat susunan batur yang disusun setinggi 50 senti.

Bagian depan Candi mengarah ke barat. Pintu candi dilengkapi dengan tangga kecil yang tingginya mengikuti tinggi batur.

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram

Jika dilihat sekilas, nampak bahwa bangunan candi berbentuk menyerupai sebuah bangunan bertingkat. Sekali lagi, citra ini juga disebabkan bentuk atapnya yang mengikuti bentuk badan candi.

Masih di bagian atap, masing - masing sisi atap memiliki relung kecil yang digunakan sebagai tempat untuk meletakkan arca. Namun, lagi - lagi kami mendapati bahwa sekarang arca - arca di atap tersebut sudah tidak ada.

Sebenarnya wajar saja apabila arca - arca tersebut sudah tidak ada karena bisa jadi karena memang arcanya sudah tidak ada sejak pertama kali bagian - bagian Candi Dwarawati ini ditemukan.


Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram

Lokasinya yang berada di dekat terasering membuat pemandangan di sekitar candi ini nampak indah. Tentu saja bisa Kamu bayangkan betapa sejuknya di sini, tempat tinggi dan masih sangat hijau. Waaah, jadi kapan mau ke sini? hehe.



Bonus


Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
Komplek Candi Arjuna saat ramai




Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
komplek Candi Arjuna



Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
komplek candi arjuna di pagi hari

Candi Dieng peninggalan kerajaan mataram
komplek Candi Arjuna saat diselimuti kabut


Candi Dieng Wonosobo : Pesona Candi di Ketinggian 2000 mdpl

------------------------------------

Pencarian terkait :

  • Candi dieng
  • candi dieng wonosobo
  • candi arjuna, Candi Puntadewa, Candi Srikandi, Candi Semar, Candi Sembadra
  • candi jago 
  • candi singosari







Artikel Terkait


EmoticonEmoticon