Monday, 10 October 2016

Dataran Tinggi Dieng & 169 Tempat Wisatanya - Remarkable Dieng

Dieng atau Dataran Tinggi Dieng memiliki nama lain dalam bahasa Inggris yaitu Dieng Plateau. Dataran Tinggi Dieng berada di Kab. Wonosobo, Jawa Tengah.

Tahukah kamu bahwa di Dataran Tinggi Dieng ini ada banyak tempat wisata yang terawat dan menarik untuk dikunjungi. Mau liburan? Cobalah untuk main ke Dieng, karena dengan sekali berangkat, Kamu bisa mencicipi main ke banyak tempat wisata. Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. hehe.


Dieng Plateau (Dieng)


Dataran Tinggi Dieng & 169 Tempat Wisatanya


Dieng memiliki ketinggian rata - rata 2000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dengan letak geografisnya yang ada di ketinggian ini membuat Dieng menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

Siang hari terik tidak begitu panas jika di sini, tentu saja bagi Kamu yang suka tempat wisata dengan iklim seperti itu Dieng sangat layak untuk Kamu kunjungi.

Kamu ga perlu khawatir apabila ingin mencari tempat penginapan jika berwisata ke tempat ini karena lokasinya yang tidak begitu jauh dari pusat Kabupaten Wonosobo. Bila perlu, sebelum berangkat cek dulu hotel yang tersedia melalui traveloka atau web penyedia layanan booking hotel lainnya.

Apabila Kamu saat ini sedang berlibur di Yogyakarta atau Magelang, Dieng cukup pas untuk Kamu kunjungi karena kedua kota ini tidak begitu jauh dari Dataran Tinggi Dieng.

Perlu waktu 4 jam dari Jogja dan 2 jam 30 menit dari Magelang untuk sampai ke Dieng. Jika berangkat dari Jogja berangkatlah pagi -pagi jam 5 subuh atau bahkan lebih baik lagi jika berangkatnya malam atau sore hari sebelumnya.

Kalau berangkat hari sebelumnya Kamu memiliki keuntungan lebih yaitu bisa melihat sunrise atau yang lebih tepatnya golden sunrise.

Golden sunrise adalah sunrise yang berwarna kuning emas yang tidak di semua tempat bisa melihat penampakkannya. Salah satu tempat terbaik untuk melihat golden sunrise di Dataran Tinggi Dieng adalah dari puncak Sikunir.

Nah, ada banyak pengalaman wisata yang bisa Kamu dapatkan di Dieng dari pagi hingga sore hari karena ada banyak sekali tempat wisata yang bisa Kamu kunjungi di sini.

Supaya semakin pinter, makin tahu apa saja tempat wisata yang ada di Dieng, mari gan... simak dulu ulasan satu per satu dari noyvesto.net tentang tempat - tempat wisata di Dataran Tinggi Dieng ini. Cekidot.

Wisata Dataran Tinggi Dieng Yang Menarik Untuk Dikunjungi


Dieng Plateau (Dieng)
Peta wisata Dieng : ndahsaja.com
Peta di atas menunjukkan peta wisata di Dataran Tinggi Dieng, yah, meskipun petanya tidak bisa membuat kita benar - benar sampai ke tiap - tiap lokasi, tetapi dengan peta ini kita dimudahkan dalam mengetahui ada tempat wisata apa saja di Dataran Tinggi Dieng.

Sebentar lagi Kamu akan mengetahui tentang tempat wisata yang ada pada peta di atas. Sudah siap? Oke, ini dia daftar tempat - tempat wisata di Dieng based on petah dan kata hati, cekidot :


1. Jalatunda Great Well


Salah satu tempat wisata yang cukup unik di Dieng adalah Sumur Jalatunda. Sumur Jalatunda memiliki diameter sebesar 90 meter yang terbentuk akibat fenomena alam.

Fenomena alam yang terjadi sebagai sebab terbentuknya sumur besar ini adalah letusan gunung purba ratusan tahun lalu.

Konon, kedalaman sumur ini mencapai ratusan meter, hmm... percaya ga percaya sih, tapi itulah kabar yang kami ketahui tentang sumur ini terkait kedalamannya.

Lokasinya yang tersembunyi membuat Sumur Jalatunda ini masih jarang dikunjungi oleh wisatawan. Agar bisa sampai ke bibir sumur, semua pengunjung wajib melewati jalan satu - satunya berupa anak tangga yang berjumlah 275 buah dahulu.

Ada satu cerita menarik yang berkembang di masyarakat Dataran Tinggi Dieng tentang Sumur Jalatunda, yaitu cerita tentang legenda & mitos - nya.

Konon, Sumur Jalatunda terbentuk akibat pijakan kaki Bima atau Werkudara, salah satu tokoh pewayangan) yang saat itu lagi marah kemudian menancapkan kakinya ke tanah yang akhirnya membuat tanah tersebut menjadi lubang yang amat besar.

Karena pijakan tersebut sangat dalam, maka air pun keluar dari dalamnya. Akhirnya penduduk pun menamai sumur ini dengan nama Sumur Jalatunda.

Ada sebutan mistis khusus untuk sumur ini yaitu "Bumi Sapta Pratala" yang artinya "Bumi Lapis Ketujuh" yang diambil dari kisah pewayangan.

Konon (lagi), nama Jalatunda berasal dari dua kata, kata "jala" dan kata "tunda" yang memiliki arti yang cukup dalam dan memiliki makna pesan moral yang besar.

Pesan moral dari nama tersebut adalah "siapapun yang memiliki cita - cita yang baik seharusnya segera dikerjakan, jangan ditunda - tunda".

Bagi masyarakat setempat sampai hari ini masih ada kepercayaan bahwa jika kita melempar batu dan batunya bisa sampai ke ujung dinding sumur di seberang maka hajat atau cita - cita-nya akan segera tercapai.

2. Kawah Candradimuka

Mendengar namanya seperti bukan nama yang asing di telinga, sesuatu yang familiar. Kawah Candradimuka merupakan salah satu kawah tiga kawah aktif di Dataran Tinggi Dieng yang cukup familiar bagi wisatawan lokal.

Kawah ini juga lebih dikenal dengan legendanya dalam cerita pewayangan. Dalam legenda tersebut diceritakan bahwa kawah ini merupakan tempat Gatotkaca, tokoh pewayangan yang terkenal dengan kekuatannya yang super, dijedi atau yang dalam bahasa jawa berarti dimandikan. Wah, ternyata kuat - kuat ga bisa mandi sendiri ya.

Tapi jangan salah, konon, karena dimandikan di sini lah kekuatan dan kesaktian yang dimiliki Gatotkaca berasal.

Kawah Candradimuka sampai saat ini masih aktif dan dari dalamnya masih sering keluar gas namun bukanlah gas yang berbahaya. Lokasi kawah ini berada di atas bukit yang dikelilingi oleh lembah yang eksotis khas Dataran Tinggi Dieng.

6 kilometer dari Kawah Candradimuka ini ada bagian utama dari Komplek Candi Arjuna, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur.

3. Kawah Sileri


Dataran Tinggi Dieng memang merupakan tempat yang juga terkenal akan kawah - kawahnya. Letak Dieng yang berada di tempat tinggi serta dekat dengan beberapa gunung membuat Dieng memiliki beberapa kawah dalam jarak yang tidak terlalu jauh bahkan kawah - kawah tersebut masih aktif.

Setelah mengetahui sedikit hal dari Kawah Candradimuka, sekarang Kamu akan tahu tentang Kawah Sileri yang terkenal dengan "panasnya".

Kawah aktif ini sebelumnya pernah meletus beberapa kali loh, tercatat kawah ini sempat meletus di 1944, 1964, 1984 dan terakhir di 2009.

Meskipun masih aktif dan pernah beberapa kali meletus, kondisi Kawah Sileri ini aman untuk dikunjungi. Malah, dengan kondisi kawahnya yang masih aktif tempat ini sering dikunjungi oleh wisatawan yang penasaran ingin melihat seperti apa sebuah kawah aktif dari jarak dekat.

Lokasi Kawah Sileri bisa dicapai dalam 15 menit dari gerbang Dieng Plateau. Jika Kamu ke sini, jangan heran apabila Kamu menjumpai banyak asap gas karena di tempat ini terdapat pusat pengeboran gas alam untuk kepentingan PLTU.

Nama Sileri diambil dari bahasa jawa dari kata Leri yang berarti air sisa cucian beras, kemungkinan nama tersebut diambil karena air kawahnya yang terlihat kotor seperti leri.

Penduduk Dieng meyakini bahwa kawah Sileri adalah kawah yang paling aktif di antara kawah - kawah yang ada di Dataran Tinggi Dieng.

4 & 6. Candi Dieng

Siapa sangka bahwa Dieng yang terkenal dengan objek wisata alamnya ternyata juga memiliki objek wisata berupa candi. Wow, di ketinggian 2000 meter ada candi?

Ya, Dieng memiliki komplek percandian yang di dalamnya ada tiga buah komplek candi dan 1 buah candi yang berdiri sendiri. Dan dari kesemua komplek candi dan bangunan candi tersebut biasa disebut orang - orang sebagai Candi Dieng. Setidaknya frasa itulah yang diketik oleh orang - orang yang mencari informasi tentang komplek percandian di Dataran Tinggi Dieng ini.

Dari semua candi tersebut satu kawasan yang paling favorit adalah Komplek Candi Arjuna. Di google pun, dibandingkan dengan candi - candi lain, Komplek Candi Arjuna foto - fotonya lebih mudah dijumpai.

Percandian yang ada di Dieng seperti yang telah disebutkan sebelumnya ada empat titik dengan tiga di antaranya merupkan komplek dari beberapa candi dan satu dari empat titik tersebut ada satu bangunan candi yang berdiri sendiri.

Untuk cerita lebih lengkapnya tentang Candi Dieng Kamu bisa membacanya secara lebih rinci di artikel Candi Dieng : Pesona Candi di Ketinggian 2000 mdpl.

Sedikit informasi penting yang ingin kami sampaikan, pertama, Candi Dieng secara keseluruhan berada di satu kawasan yang sama yang luas totalnya 1.9 x 0.8 kilometer persegi, jadi Kamu bisa mendatangi ketiga komplek candi dan satu bangunan candi yang ada di Dieng dalam jarak yang sangat dekat.

Kedua, lokasi percandian ini hanya 4,8 kilometer dari gapura Dieng Plateau. Lalu hanya 1.8 meter ke Telaga Warna. 

Hmm, gimana? Tertarik ke tempat indah ini? Cobain!


5. Suharto Withlam Meeting House

Dieng (Dieng Plateau)

Nah, karena informasi tentang Suharto & Withlam Meeting House ini sangat dikit sekali, jadi Kami belum bisa memberikan banyak informasi tentang tempat tersebut.

Tapi yang jelas, tempat ini dulunya pernah digunakan oleh Presiden Suharto untuk bertemu (meeting) dengan seseorang bernama Withlam, perdana menteri Australia pada masanya.

7. Museum Kailasa


Dieng Plateau (Dieng)

Dient tak hanya memiliki Dieng Plateau Theater tetapi juga memiliki satu tempat lainnya yang harus kita kunjungi kalau mau tahu lebih banyak tentang Dieng, yaitu Museum Kailasa ini.

Museum Kailasa menyimpan berbagai hal tentang Dieng, mulai dari sejarah Dieng, catatan kehidupan masyarakat setempat, kebudayaan yang ada di daerah Dieng, sistem kepercayaan yang ada hingga informasi tentang hewan dan tanaman yang ada di Dieng semua informasinya ada di museum ini.

Salah satu hal yang keren untuk dilihat di sini adalah diorama tentang sejarah terbentuknya Dataran Tinggi Dieng akibat letusan Gunung Prau Tua. Hmm... kebayang ga tuh Gunung Prau yang katanya ga ada puncak da kawahnya saat ini tuh ternyata pernah meletus, woooow.

Museum Kailasa buka setiap hari dari jam tujuh pagi sampai jam empat sore. Harga tiket masuk atau HTM - nya adalah Rp5.000 per orang.

Museum ini berdiri di lahan yang areanya mencapai 560 persegi. Bangunan museum ada dua buah. Bangunan pertama merupakan tempat disimpannya bagian - bagian candi yang ada di Dieng

Wah, kenapa disimpan ya? Ternyata alasan kenapa benda - benda candi yang ada di sini disimpan karena demi keamanan, tidak hilang. 

Selain itu, benda candi disimpan karena memang posisinya yang sudah tidak diketahui berada di mana, jadi karena tidak tahu mau dipasang di mana akhirnya beberapa benda - benda candi yang ada di Dieng di simpan di tempat ini. 

8. Telaga Merdada


Telaga Merdada ini adalah telaga yang paling luas di antara telaga - telaga yang ada di Dieng. Ada satu fakta unik nan menarik terkait telaga ini, yaitu terkait asal air yang ada di telaga.

Ternyata air dari telaga ini tidak berasal dari sumber mata air, tetapi murni dari air hujan. Karena itulah, pada musim kemarau telaga ini akan kering dan bagian tengah telaga akan terlihat jelas.

Namun, walaupun telaga ini kering saat kemarau, bukan berarti dasar telaga bisa kita lewati begitu saja. Bagian dasar telaga yang berlumpur dan dalam menjadi alasan kenapa tidak dianjurkan untuk main ke tengah dasar telaga.

Dahulu, tepatnya dari 1950 sampai 1998, area di dekat telaga ini digunakan sebagai tempat untuk pembibitan jamur. Namun, karena krisi (1998) akhirnya tempat ini ditutup.

Bangunan yang dahulu merupakan tempat untuk melakukan pembibitan jamur saat ini masih ada namun kosong dan tidak terpakai.

Air Telaga Merdada adalah sumber air yang penting bagi petani sekitar di mana lahan - lahan yang mereka miliki mengandalkan air yang berasal dari telaga ini. Wah, berarti pada saat kemarau petani - petani yang ada di sini lumayan kesulitan ya.

Tempat ini sebenarnya belum dieksplorasi menjadi tempat wisata. Tapi merupakan aset Dieng yang berpotensi menjadi kawasan wisata.

Karena masih sekadar potensi dan belum dikelola dengan serius menjadi tempat wisata akhirnya kami memilih untuk tidak merekomendasikan Kamu untuk main ke sini.

Tapi kalau Kamu penasaran ingin melihat seperti apa besaranya telaga ini, sok, silakan, Kamu bisa mengunjunginya kapanpun. Gunakan google maps & Kamu akan menemukan jalan ke sini.

9. Kawah Sikidang


Kawah Sikidang merupakan aslinya adalah sebuah kawah dari gunung api besar (Kawasan Dataran Tinggi Dieng) yang sampai detik ini aktivitas vulkaniknya masih berlangsung.

Luas area kawah ini sekitar 200 meter persegi. Di pinggir kawah terdapat bagian tanah datar yang merupakan keunikan tersendiri bagi Kawah Sikidang.

Tanah datar di pinggir kawah memudahkan wisatawan yang datang untuk menikmati pengalaman melihat langsung Kawah Sikidang dari dekat.

Dari dekat kawah Kamu bisa melihat gumpalan asap membumbung keluar dan nik ke atas. Kadar belerang di Kawah Sikidang juga sangat tinggi, jadi sebelum berangkat ke sini lebih baik Kamu beli masker terlebih dahulu, dan jangan lupa dipakai kalau sudah dibeli, yaa.

Pagar kayu sengaja dibuatkan oleh pengelola wisata setempat untuk menjaga supaya pengunjung tidak masuk terlelu dekat ke bibir kawah.

Sebagai informasi yang perlu Kamu ketaui, gaess, Kawah Sikidang merupakan kawah yang paling banyak diminati oleh wisatawan dibandingkan kawah - kawah di Dataran Tinggi Dieng lainnya.

Kamu bisam menebak kan apa yang membuat kawah ini begitu diminati wisatawan? Ya, benar, aktivitas kawahnya yang bisa dinikmati dari dekat.

Untuk bisa masuk ke Kawah Sikidang, pengunjung perlu mengeluarkan biaya masuk yang sangat murah, cuma Rp6.000 saja. Jadi, kapan mau ke Dieng? Segera ya!

10. Geothermal Station


Hmmm, jadi meskipun peta di atas merupakan peta wisata, ternyata bukan berarti semua yang ada di dalam daftar pada peta di atas merupakan daftar nama - nama tempat wisata.

Contohnya Geothermal Station ini yang merupakan pembangkit listrik tenaga uap yang ada di Dieng. Stasiun pembangkit ini dikelola oleh Geo Dipa Energy. Oke, jangan ke sini ya.

11. Telaga Cebong


Telaga Cebong adalah tempat yang satu paket dengan Bukit Sikunir, sebuah bukit yang merupakan tempat favorit untuk didatangi saat fajar untuk melihat golden sunrise.

Telaga Cebong biasa digunakan sebagai tempat berkemah oleh para sunrise hunter. Lokasi telaga yang hanya berjarak 1,5 kilometer dari puncak bukit sikunir menjadi alasan kenapa banyak orang yang datang dan ngecamp di sini.

Telaga yang terletak di desa paling tinggi di Jawa--Desa Sembungan--ini, merupakan telaga yang muncul karena dulunya merupakan kawah purba.  Telaga ini dulunya memiliki luas 18 Ha, namun saat ini luasnya hanya 12 Ha.

Jadi, kalau ke telaga ini sekalian rencanakan ke puncak Sikunir ya, okey?


12. Pabrik Jamur


Iyaks, karena pabrik jamurnya sebagian sudah tutup dan saya juga tidak yakin kalau tempat tersebut rekomended untuk dijadikan tempat kunjungan wisata jadi saya cukupkan kisah pabrik jamurnya sampai di titik ini >>.

13. Kebun Bunga Dieng

Ternyata, Dieng bukan cuma tentang kawah, bukit, air panas, candi dan gunung, tapi ada juga suatu tempat yang dipenuhi dengan bunga - bunga cantik yang memiliki beragam warna di sepanjang

Okeh, karena peta ini sesat....... jadi saya sudahi tulisannya ya.. mohon maaf lahir batin.



Dataran Tinggi Dieng & 169 Tempat Wisatanya





Artikel Terkait


EmoticonEmoticon