Tuesday, 26 September 2017

5 Tempat Wisata Malam di Jogja Yang Unch Unch Banget

5 Tempat Wisata Malam Terbaik di Jogja Yang Harusnya Kamu Kunjungi

Tempat wisata malam jogja 2017 2018

Jogja itu adalah tempat wisata idaman. Idaman semua masyarakat Indonesia. Jadi akan sangat wajar kalau kamu juga ingin datang ke kota wisata yang juga menyandang julukan sebagai kota pelajar ini.

Oh iya, gaes, tulisan ini tidak dibuat untuk dilihat poin ke poinnya secara langsung ya, akan lebih bermanfaat kalau kamu membaca semua kalimatnya. Saya usahakan tulisan saya seperti buku - buku best seller yang renyah (enak) kalau dibaca. InshaAllah.

Saat membuat tulisan ini, saya sempat memikirkan hal berikut

Mudah - mudahan saya tidak melakukan kesalahan dalam menebak siapa audiens untuk tulisan ini. Di sini saya berharap kamu, iya kamu yang membaca tulisan ini, adalah wisatawan dari luar kota yang berkunjung ke Jogja hanya dalam beberapa hari saja. Sehari, dua hari, tiga hari, empat hari atau mungkin seminggu.

Kalau tebakan saya benar, bahwa kamu adalah orang yang seperti saya sebutkan di atas, maka ijinkana saya untuk menunjukkan beberapa tempat wisata malam yang tentu worth it untuk kamu kunjungi (baik) bersama teman atau keluarga di Jogja.

Kalau kamu sedang mencari informasi tentang apa saja tempat wisata malam yang ada di Jogja, jawabannya akan sangat banyak. Karena, dii Jogja itu, perempatan lampu merah saja jadi tempat wisata, tentu hanya beberapa ya, ga semuanya.

Jadi kalau kamu cuma sekadar ingin tahu informasi mana saja tempat wisata malam di Jogja, akan ada banyak sekali jawaban yang bisa kamu temukan di google dengan mudah. Tapi, apakah kamu yakin mau ke sana, ga ke sini atau ke situ saja?

Ada banyak situs yang sudah menjelaskan tentang tempat wisata malam di jogja seperti,



Okeh, kalau kamu memang (kebetulan) hanya membutuhkan list atau daftarnya saja, kamu bisa melihatnya di bawah, ini dia.

Daftar Tempat Wisata Malam di Jogja

  • Alun - alun Kidul
  • Alun - Alun Utara (Musiman, ramai kalau ada pasar malam)
  • Angkringan Stasiun Tugu
  • Bukit Bintang
  • Hutan Pinus Pengger
  • Jalan Malioboro
  • Oyot Godhong Cabaret Show
  • Pasar Seni Gabusan
  • Pentas Seni Ramayana Prambanan
  • Plengkung Gading
  • Purawisata
  • Sindu Kusuma Edupark (SKE)
  • Taman Parkir Abu Bakar Ali
  • Taman Pelangi
  • Titik Nol Kilometer
  • Tugu Jogja

Ada banyak kan, gaes, daftar ini disusun berdasarkan abjad ya, bukan berdasarkan rekomendasi atau yang lain, hanya berdasarkan abjad.

Nah, kalau kamu hanya butuh daftar lokasi wisata malam di Jogja, daftar di atas adalah jawabannya. Tetapi, kalau kamu mau tahu tempat yang mana dari daftar di atas yang seharusnya kamu kunjungi, maka kamu bisa terus membaca tulisan ini.

Apa yang akan kamu baca berikutnya?

Kamu akan tahu alasan tentang mengapa 5 tempat ini yang seharusnya kamu kunjungi. Lokasinya di mana, bagaimana cara ke lokasi wisatanya (jenis angkutan apa yang bisa digunakan), ada apa di sana, ada makanan kah? apa saja, dan bagaimana cara menikmati jalan - jalan di masing - masing tempat.

Tempat senang - senang di malam hari

Tujuan dari jalan - jalan adalah meng-entertaint diri atau menghibur diri. Bahasa simplenya refreshing, sebuah aktifitas yang secara budaya berarti berusaha membuat otak sekaligus hati menjadi segar kembali. Senang - senang.

Di mana ya tempat di Jogja yang bisa memenuhi kebutuhan refreshing di malam hari? 

Tempat - tempat yang akan saya tunjukkan beberapa di antaranya berada jauh dari pusat kota dan mayoritas berada di kota. Semuanya tergantung pilihanmu, kamu membutuhkan tempat seperti apa.

Kalau kamu datang rame - rame bareng keluarga atau teman, tempat yang disebutkan di sini adalah tujuan yang cocok untukmu.

5 Tempat wisata yang unch unch itu adalah

Tempat wisata malam di Jogja 2017 2018
sumber : bintang.com

1. Jalan Malioboro

Kepopuleran yang dimiliki Jalan Malioboro memang tidak bisa dihiraukan, ada banyak sekali orang yang memimpikan untuk datang ke sini dan melihatnya dari media sosial (melalui foto) atau di televisi (cukup sering dibahas di tv). 

Jalan Malioboro sebenarnya adalah jalan biasa, iya jalan biasa, jalannya beraspal, tengahnya ada garis - garis yang dicat putih dan juga ada trotoar di pinggir. Persis seperti jalan aspal pada umumnya.

Jalan ini menjadi tidak biasa karena ramai oleh pengunjung yang ingin berbelanja oleh - oleh, mulai dari batik, kaos jogja - jogjaan (kaos bertuliskan jogja), hingga kerajinan perak ada di sepanjang malioboro. 

Salah satu hal yang hebat dari Jalan Malioboro adalah fakta bahwa jalan ini tidak pernah sepi, entah itu siang ataupun malam. 

Di malam hari, tepatnya dari maghrib hingga jam setengah satu dinihari, Jalan Malioboro masih ramai dari ujung ke ujung. 

Ada alasan tertentu kenapa noyvesto.net merekomendasikan Jalan Malioboro sebagai tujuan wisata malam hari di Jogja. 

Alasannya adalah sebagai berikut.

Alasan pertama, tempat ini dekat dengan tujuan wisata malam lainnya. Lokasinya bahkan bisa dibilang berada di tengah - tengah. 

Malioboro berada di dekat dengan Stasiun Tugu Yogyakarta, di mana di dekat stasiun besar Jogja ini ada tempat nongkrong khas Jogja, angkringan. Di angkringan stasiun kamu bisa duduk, ngobrol, istirahat setelah jalan di Malioboro sambil menikmati jajanan khas angkringan, nasi kucing, kopi jos, susu jahe dan lain - lain.

Selain itu, Malioboro juga dekat dengan Titik Nol Kilometer, salah satu tempat yang juga ramai pada siang dan malam hari di Jogja. Bahkan, kalau mau, kamu bisa ke alun - alun utara (bagian depan Keraton Yogyakarta) setelah itu baru ke Alun - alun Kidul. 

Untuk Alun - alun Kidul, kita akan membahasnya juga di sini. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang seharusnya kamu kunjungi pada malam hari di Jogja.

Jadi, kalau kamu ke Malioboro, kamu punya dua banyak pilihan. Yang pertama, mungkin kamu memilih balik ke penginapan atau hotel karena sudah lelah. 

Yang kedua, kamu bisa memilih melanjutkan perjalanan ke arah selatan. Kalau ke arah selatan, kamu akan menuju Titik Nol Kilometer, lanjut ke Alun - alun Kidul melewati bagian depan Keraton Yogyakarta (Alun - alun Utara).

Yang ketiga, kamu bisa memilih melanjutkan perjalanan ke utara. Kalau ke utara, kamu bisa ke angkringan Stasiun Tugu, lalu lanjut (bisa jalan kaki) ke Tugu Jogja (Tugu Pal Putih).

Nah, jadi salah satu alasannya itu adalah, kalau ke Malioboro, kamu berada di tengah - tengah, jadi bisa ke tempat ramai lainnya.

Alasan berikutnya, kamu bisa duduk - duduk di kursi yang tersedia di sepanjang trotoar timur Jalan Malioboro, ini kalau kursinya kosong ya. Kalau duduk di sini, kamu bisa berfoto ataupun sekadar beristirahat sambil berbincang dengan teman.

Alasan berikutnya lagi, di Jalan Malioboro ini ada beberapa mall besar, seperti Malioboro Mall dan Ramai Mall. Keberadaan mall ini akan memudahkan kamu kalau kamu ingin membeli sebuah barang di mall.

Musik Angklung juga menjadi salah satu daya tarik dari Malioboro. Keberadaan musik angklung ini terdapat di beberapa titik. Biasanya tidak jauh di selatan Malioboro Mall. Musik angklung yang noyvesto.net masuk adalah seperti ini :

Halo - halo Bandung with Bobotoh (kayaknya)

Nah, kalau malam, nonton musik angklung di Malioboro ini jadi enak. Bakal rame banget loh yang nonton. 

Selain bisa menikmati musik angklung, kamu bisa mengunjungi sebuah tempat yang menurut saya iconic banget. Tempat ini adalah salah satu toko yang ada di Malioboro. Toko yang kalau kita masuki, kita akan mencium aroma dupa yang khas serta mendengar musik gamelan. Toko ini berada di selatan Jalan Malioboro, namanya Mirota Batik.

Toko ini salah satu pusat belanja oleh - oleh di Jalan Malioboro, dan saya merekomendasikan ke kamu agar berkunjung ke sini kalau berniat ke Malioboro.

diclaimer : ini bukan promosi, noyvesto.net tidak dibayar oleh pihak Mirota Batik ataupun produk lainnya yang disebutkan dalam tulisan.

Nah, jadi ga ada alasan untuk tidak ke Malioboro pada malam hari. Meskipun kamu sudah ke sini pada waktu siang, kamu tidak akan rugi datang ke sini pada malam hari.

Setelah Malioboro, tempat berikutnya yang recommended untuk kamu kunjungi pada waktu malam di Jogja adalah

2. Bukit Bintang

tempat wisata malam di jogja bukit bintang

Bukit Bintang adalah tempat yang paling jauh dari kota. Dari lima tempat yang noyvesto.net rekomendasikan, inilah tempat terjauh.

Ada dua kondisi paling enak dan tepat kalau mau berkunjung ke sini.

Yang pertama, berkunjung karena sekalian jalan menuju ke Jogja setelah jalan - jalan ke wisata pantai di Gunung Kidul. Jadi, kalau siang - siang kamu main ke Gunung Kidul (Kabupaten yang pantainya banyak banget, ada 50an), sekalian saja pulangnya malam atau maghrib, jadi bisa sekalian mampir ke Bukit Bintang.

Yang Kedua, kamu mau ke arah pantai untuk menginap di pantai dan menikmati sunrise. Yaelah, yang satu sekalian jalan balik, yang satunya sekalian jalan berangkat ke pantai.

Tunggu dulu, saya belum selesai.

Kalaupun kondisimu tidak ada yang sesuai dengan dua kondisi di atas, kamu juga bisa berkunjung ke sini langsung secara khusus hanya untuk ke sini. Lokasinya berada di dekat pintu masuk ke Kabupaten Gunung Kidul.

Secara geografis Bukit Bintang berada di lereng perbukitan. Letaknya berada di pinggir jalan raya antar kabupaten.

Dari bukit bintang ini kamu bisa menikmati pemandangan kota jogja yang terlihat seperti bintang - bintang. Citra bintang yang terbentuk berasal dari cahaya lampu rumah penduduk yang berada di bawah bukit.

Berhubung Jogja itu dataran renda, jadi dari Bukit Bintang ini kita dapat melihat lampu rumah - rumah warga yang terlihat seperti hamparan bintang yang luas.

Alasan tempat ini bagus untuk dikunjungi adalah sebagai berikut :

Alasan pertama, di tempat ini anginnya sepoy - sepoy. Kamu bisa memilih tempat sesuai dengan jumlah orang yang bersamamu, kalau ramai, pilih tempat di restoran yang ada di lokasi. Kalau cuma berdua, kamu bisa bebas memilih, mau duduk di resto yang ada atau duduk ngemper, bebass.

Alasan kedua, tempat ini satu - satunya tempat ramai di Jogja yang bisa melihat pemandangan seperti ini. Cocok juga kalau kamu mau ke sini sama pacar, tempat dan keadaannya memungkinkan untuk terciptanya suasana yang romantis.

Kalau kamu suka tempat yang jauh dari kota, maka Bukit Bintang adalah tempat yang tepat untuk kamu kunjungi. Jalan menuju ke lokasi Bukit Bintang ini menanjak dan berkelok, namun tenang, kamu tidak perlu jalan terlalu jauh dari tanjakan pertama karena lokasi Bukit Bintang ini memang tidak begitu jauh.

Untuk sampai ke sini kamu bisa memanfaatkan google maps karena sinyal internet masih bisa kok diakses sampai ke lokasi.

Nah, setelah Malioboro dan Bukit Bintang, tempat wisata malam di Jogja yang noyvesto.net rekomendasikan berikutnya adalah

3. Alun - alun Kidul

tempat wisata malam di jogja alun alun kidul

Setelah sempat dimention saat tulisan baru membahas tentang Malioboro, kali ini noyvesto.net akan menceritakan alasan kenapa ke Alun - alun Kidul adalah pilihan yang seharusnya dipilih oleh kamu yang akan ke Jogja atau mungkin sedang di Jogja.

Sama seperti Malioboro, Alun - alun kidul ini berada di tengah kota (walaupun agak minggir ke selatan). Akses ke lokasi cukup mudah, karena masih berada di tengah kota, jadi kamu bisa memanfaatkan google maps kalau bawa kendaraan sendiri. Kalau pun tidak, kamu bisa ke sini pakai becak, Go-Jek/Gocar ataupun Grab-bike/Grab-Car.

Alasan kenapa kamu harusnya ke sini adalah

Yang pertama, karena kamu tidak akan terlalu jauh dari tempat menginap, sehingga kalau mau menghabiskan waktu di sini pun, kamu tidak akan terlalu lama atau terlalu jauh menuju ke tempat tidur.

Yang kedua, karena di sini kamu bisa nongkrong, entah kamu bersama keluarga ataupun teman, tempat nongkrong di sini cocok buat keduanya. Selain itu, harga makanan di sini relatif terjangkau, apalagi bagi kamu yang mungkin datang dari kota besar seperti Jakarta, Bandung atau kota besar lainnya.

Makanan yang dapat kamu nikmati di sini ada banyak ragamnya, kamu bisa pilih sesuai selera. Nasi, soto, tempura, kopi jos, susu jahe, es teh, ataupun yang khas - khas Jogja lainnya ada.

Yang ketiga, di sini kamu bisa mencoba permainan berjalan sambil tertutup mata untuk melewati dua pohon beringin. Nah, ini adalah salah satu hal yang patut kamu coba kalau ke Alun - alun kidul. Permainan berjalan dengan mata tertutup melewati dua pohon beringin ini telah populer karena liputan - liputan dan siaran pariwisata di televisi.

Kalau mau mencoba ini, kamu bisa menyewa alat tutup mata, biayanya 5.000 sekali sewa dan bisa untuk bergantian.

Yang keempat, kalau kamu orang yang senang seru - seruan, di Alun - alun Kidul ini ada yang namanya mobil - mobilan. Mobil - mobilan ini memang benar - benar mobil - mobilan, tapi bisa dinaiki.

Mobil - mobilan ini terbuat dari rangka berbahan logam yang dilengkapi dengan sistem penggerak seperti yang dimiliki sepeda. Iya, kalau mau mobilnya jalan, kita harus mengayuh. Yang menarik, ngayuh mobilnya bisa ramai - ramai.

Hal yang heboh dan menarik dari mobil - mobilan ini adalah lampunya yang terang serta suara musiknya yang besar. Jadi, kalau naik mobil ini kamu bisa dengerin musik, entah musik apa pun itu.

Sekali lagi, kalau kamu adalah orang yang suka seru - seruan maka kamu patut mencoba ini.

Biaya

Kalau ke sini, biaya pertama yang harus kamu keluarkan adalah parkir, itu pun kalau kamu bawa kendaraan sendiri.

Selain itu, tidak ada tiket masuk, main permainan melewati dua pohon beringin dengan mata tertutup pun juga gratis.

Kalau mau naik mobil - mobilan kamu harus siapin uang sekitar 50 - 80 ribu untuk mobil - mobilan yang bisa dinaiki lebih dari empat orang. Kalau menawar biaya sewa mobil, jangan lupa tawar jumlah putarannya juga, bisa jadi kalau sewanya cuma untuk sekali putar biayanya bisa lebih murah.

Cara menikmati malam di sini adalah dengan duduk nongkrong menikmati makanan dan minuman dan juga bermain jalan dengan mata tertutup serta naik mobil - mobilan.

4. Tugu Jogja

Tempat wisata malam di jogja tugu jogja malam hari
brilio.net

Tugu Jogja merupakan perempatan teramai kedua (mungkin) setelah kilometer nol. Tapi, kalau urusan rame - ramean di tengah perempatan, tempat inilah yang paling ramai.

Tugu ini merupakan tugu bersejarah milik Kota Yogyakarta. Di tenggara tugu ada sebuah museum kecil yang menjelaskan tentang sejarah tugu. Di sini, kita juga melihat miniatur Tugu Golog Gilig (tugu awal).

Selain itu, di museum mini ini terdapat pula plaza sumbu yang menjelaskan tentang hubungan letak dari Keraton Yogyakarta, Alun - alun selatan, Alun - alun Utara, Jalan Malioboro, Tugu Jogja dan Gunung Merapi. Kamu bisa belajar tentang alasan kenapa tempat - tempat ini terletak sejajar dari selatan ke utara atau sebaliknya.

Alasan kenapa harus ke sini...

Alasan pertama, tugu berada tidak jauh dari Malioboro, angkringan KR (angkringan depan kantor koran KR), Stasiun Tugu Yogyakarta, angkringan stasiun, serta beberapa tempat lainnya.

Kalau kamu seorang budget traveller, kamu bisa mempertimbangkan untuk makan soto sampah (namanya serem ya) yang berada di seberang pom bensin di utara tugu. Di soto sampah ini kamu bisa makan nasi soto dengan harga mahasiswa. Cius.

Tetapi, kalau kamu mau nyobain makan di angkringan, sekalian datanglah ke angkringan dekat stasiun tugu, karena di situlah yang paling murah di antara jejeran angkringan dari Tugu Jogja ke stasiun.

Alasan kedua, ada pepatah "belum ke Jogja kalau belum main ke Tugu Jogja". Nah, hal inilah yang menyebabkan ada banyak sekali wisatawan yang berdatangan sekadar hanya untuk berfoto di depan tugu.

Tugu Jogja adalah salah satu landmark terkenal milik Jogja. Makanya tempat ini selalu ramai. Tugu ini seperti menara eifel di paris. Jika melihat foto menara eifel kita langsung teringat paris karena letaknya di paris, maka dengan melihat foto tugu ini kita bisa tahu kalau tugu itu terletak di Jogja.

Tempat ini mulai ramai sejak jam 3 sore dan semakin ramai di malam hari. Berdasarkan data dari google maps, puncak kunjungan terbanyak di tempat ini adalah antara jam sembilan sampai jam sepuluh malam. Jadi, kamu mau ke sini jam berapa, itu terserah kamu yang penting jangan lupa makan (#eh).

Biaya

Kalau ke sini, kamu hanya perlu menyiapkan uang parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk roda empat. Yaps, untuk sekadar masuk atau berfoto dengan tugu, tidak ada pungutan biaya masuk alias gratis.

Tugu Jogja berada 1 kilometer dari pangkal Jalan Malioboro. Jarak tersebut sebenarnya tidak terlalu jauh bagi pejalan kaki. Jadi, kamu bisa mempertimbangkan untuk jalan ke Malioboro setelah puas main di sekitar tugu ataupun sebaliknya.

5. Titik Nol Kilometer

Tempat wisata malam di Jogja titik nol kilometer
brilio.net

Kalau untuk rame - rame, tempat ini adalah salah satu tempat yang cocok untuk kamu kunjungi. Di sini kamu bisa berfoto - foto dengan seniman yang menghiasi dirinya menyerupai kadang - kadang spongebob, kadang superhero sampai hantu.

Untuk kamu yang jalan - jalan bersama keluarga, tempat ini bukan tempat yang cocok untuk kamu kunjungi. Untuk bersama keluarga, kami merekomendasikan kamu untuk kulineran ke resto yang cukup unik, yaitu Raminten. Again, ini bukan promosi ya. Atau, bisa juga main ke Mall, Jogja punya banyak mall untuk dikunjungi.

Kalau punya adik kecil, kamu bisa mengajak keluargamu untuk main ke Taman Pelangi yang sudah kita bahas di poin ke empat tadi. 

Lanjut lagi tentang Titik Nol Kilometer.

Di Titik Nol Kilometer ini kamu bisa melihat bentuk asli bangunan gedung bank BNI lama, Istana Negara, Benteng Vredeburg, Kantor Pos lama dan Bank Indonesia.

Titik Nol Kilometer ini berada tepat di perempatan Jalan Ahmad Yani/Jalan Malioboro, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Jalan Panembahan Senopati dan Jalan Pangurukan Yogyakarta.

Titik Nol Kilometer ini berada dekat dengan parkiran bus pariwisata loh. Bisa jadi, saat pertama kali bus kamu sampai dan berhenti (ketiga tujuannya ke Malioboro), kamu akan turun di dekat Titik Nol Kilometer. Tapi bisa juga sebaliknya, bisa jadi kamu akan turun di parkiran dekat Stasiun Tugu (Parkiran Abu Bakar Ali).

Alasan kenapa kamu seharusnya ke sini adalah

Kalau kamu cuma datang satu dua hari ke sini dan cuma punya satu malam untuk jalan - jalan di Jogja. Pilihan terbaik adalah jalan - jalan ke sekitar Titik Nol Kilometer, Jalan Malioboro dan Tugu Jogja Saja. Just maka it simple aja.

Atau kalau kamu belum puas dengan tempat - tempat ini, kamu bisa mencoba untuk berwisata kuliner. Tempat wisata kuliner malam hari yang rekomended di Jogja bisa kamu kunjungi kapanpun kamu mau. Tinggal perhitungkan saja antara waktu, budget dan tenaga yang mau keluarkan untuk ke tempat - tempat ini.

5 Tempat Wisata Malam Terbaik di Jogja Yang Harusnya Kamu Kunjungi

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon