Friday, 29 September 2017

Cara Meresensi Buku (Kaidah Utama Dalam Membuat Resensi)

Cara Meresensi Buku Dengan Komprehensif : Inilah Kaidah Utama Dalam Meresensi Segala Jenis Buku

cara meresensi buku


Menulis resensi sebuah buku bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Kamu bisa membuatnya dengan mudah asalkan kamu paham kaidah dasar dalam penulisan sebuah resensi.

Seperti yang saya katakan pada kalimat sebelumnya bahwa menulis resensi buku bukanlah hal yang sulit, sehingga sebenarnya kamu juga bisa membuatnya sendiri.

Resensi buku sebenarnya merupakan rangkaian jawaban dari pertanyaan yang telah disusun. Setiap resensi buku pada dasarnya memiliki pola penulisan yang khas. Jadi, kalau kamu membaca sebuah resensi buku yang ditulis dengan baik, kamu akan melihat kesamaan pola penulisan dari resensi tersebut dengan resensi buku yang ditulis dengan baik lainnya.

Sebelum membaca cara meresensi buku yang sudah saya tulis, saya punya kabar baik. Di halaman ini, kamu bisa mendownload sebuah template yang berisi susunan pertanyaan yang (nanti) jawabannya akan tersusun menjadi sebuah resensi atau pun resume sebuah buku.

Template yang dimaksud dapat kamu download ya. Ingat, kamu baru bisa menggunakan panduan ini hanya jika kamu membaca tulisan ini sampai tuntas. Jadi, stay read ya. Dijamin bermanfaat.
cara membuat resensi buku novel non fiksi

Kita akan mulai dalam beberapa saat lagi.

Yaudah kita langsung mulai saja yah.

Bagaimana cara membuat resensi buku yang baik?

Untuk membuat sebuah resensi yang baik, kamu sebaiknya menggunakan template menulis resensi buku di atas. Lalu, menjawab semua pertanyaan yang ada di template tersebut.

Namun, selain itu, kamu juga harus memperhatikan beberapa hal penting yang bisa memudahkanmu dalam membuat resensi.

Persiapkan diri sebelum mulai

Untuk membuat resensi yang bagus, kamu bisa melakukannya dengan membaca buku dengan membuat catatan.

Catat langsung ketika kamu sedang membaca. Nah, di sinilah template cara meresensi buku ini berperan. Supaya kamu tidak bingung saat membaca dan mencatat, catatlah "hanya" hal - hal yang ditanyakan di dalam template saja.

Jika memungkinkan, bacalah buku yang akan kamu buatkan resensinya beberapa kali. Membaca secara berulang cenderung membuat seseorang yang sedang membaca bisa melihat aspek cerita, latar cerita, serta karakter tokoh dalam cerita dengan cara yang berbeda.

Simpelnya, kamu bisa menemukan sudut pandangmu sendiri, bisa beropini dengan pandanganmu sendiri kalau kamu mengerti setting (latar)-nya, karakteristik tokoh - tokohnya dan beberapa aspek lainnya.

Nah, sudut pandang pribadi ini baru bisa muncul setelah kamu paham sama ceritanya. Dan pemahaman tersebut baru bisa kamu dapatkan setelah membaca secara berulang.

cara meresensi buku pengetahuan

Buat catatan

Ketika kamu mulai membaca, kamu bisa sekaligus membuat catatan di atas kertas atau langsung di komputer/laptop. Catat apapun hal yang membuatmu tertarik ketika kamu membaca. 

Misal, untuk sebuah novel, kamu bisa mencatat "oh, si tokoh A ini keren, meskipun dia pendiam, tapi dia ternyata adalah seseorang yang memiliki filosofi hidup yang menarik, cara berpikirnya unik dan berbeda dari kebanyakan orang".

Catatan awal yang kamu buat tentu tidak perlu sempurna ataupun terorganisir. Catat saja seperlunya, catat yang menarik.

Nanti, kalau kamu sudah selesai membaca, barulah kamu bisa merangkum semua catatan yang kamu buat, misal, dalam meresensi novel, kamu baru bisa melihat karakter keseluruhan seorang tokoh setelah semua catatan kecil tentang seorang tokoh terkumpul.

cara membuat resensi buku cerita

Bahas tentang genre atau bidang yang dibahas dalam buku

Di dalam template cara meresensi buku, ada juga pertanyaan terkait genre atau jenis buku. Resensi buku yang menarik adalah resensi yang bisa memberikan perbedaan kepada pembacanya.

Perbedaan tersebut (lagi - lagi) bisa tercipta kalau kamu bisa mengeluarkan opinimu sendiri. Jadi, saat membahas tentang genre, bahaslah dengan caramu, sudut pandangmu.

Pembahasan untuk bagian ini bisa kamu mulai dengan membandingkan bagaimana buku yang kamu baca itu sesuai dengan genre yang ditulis di sampulnya.

Kamu bisa menuliskan pendapatmu mengenai alasan kenapa buku bergenre tertentu. Misal, di halaman sampul buku dituliskan kalau genre dari buku adalah horor, kamu bisa memaparkan bahwa (misalnya) "buku ini mampu membuat pembaca merasakan nuansa horor yang mencekam, bulu kuduk dibikin berdiri, sehingga pantas - pantas saja kalau buku ini disebut buku bergenre horor terbaik tahun ini", misalnya.

Nah, kamu bisa membahas tentang ini di resensimu. 

Bisa juga seperti ini : contohnya, kalau kamu meresensi sebuah buku non-fiksi yang di dalamnya membahas tentang vaksin polio pada tahun 1950, kamu bisa mempertimbangkan untuk membaca buku lain yang juga membahas tentang vaksin polio atau informasi (yang bisa kamu cari di internet) tentang perkembangan vaksin polio, sehingga dengan beberapa informasi tambahan ini kamu bisa membandingkan cerita di dalam novel dengan fakta yang sebenarnya.

Atau, kalau kamu sedang meresensi buku fiksi, misalnya buku seperti The Scarlet Letter karya Nathaniel Hawthorne, kamu bisa membahas tentang bagaimana korelasi antara novel ini dengan novel romantis ataupun fiksi sejarah lainnya yang memiliki latar atau setting pada periode waktu yang sama. Apakah gaya romantisme pada periode waktu tersebut (yang diceritakan di buku) sama dengan gaya romantisme yang ada di buku fiksi lainnya.

Tentukan tema utama dari buku

cara membuat resensi buku novel non fiksi pengetahuan

Tema, seringnya, adalah sebuah pelajaran atau pesan secara keseluruhan yang diterima pembaca dari bari ke baris.

Tema juga bisa menjadi gagasan fundamental dan biasanya universal yang dibahas di buku. Setiap penulis buku bisa menghadirkan banyak tema dalam penulisannya, terutama pada karya fiksi.

Supaya bisa menentukan tema dengan baik, kamu dapat mempertimbangkan saran berikut :
  • Perhatikan kata pengantar, kutipan atau referensi (kalau ada) dalam pengantar buku, karena isi cerita atau pembahasannya mungkin akan menyoroti tema utama dan sudut pandang buku.
  • Cara sederhana untuk menentukan tema utama buku adalah meringkas buku dalam satu kata. Jadi, misalnya, tema utama The Scarlet Letter bisa jadi "dosa". Begitu kamu memiliki satu ringkasan kata, kembangkan satu kata tadi menjadi sebuah pesan atau pelajaran, seperti (misalnya) mengembangkan sebuah kata menjadi pesan "dosa dapat memberi kita pengetahuan tetapi juga dapat menyebabkan penderitaan".

Perhatikan gaya penulisan sang penulis

cara penulisan resensi buku

Kamu bisa memulai bagian ini dengan bertanya kepada diri sendiri apakah gaya penulisannya sesuai dengan cara berkhayal dari audiens atau pembaca buku tersebut.

Ingaat bahwa genre adalah sebuah kategori dari penulisan, dan gaya adalah cara bagaimana sebuah subjek diekspresikan. Jadi, dari gaya yang digunakannya lah, seorang penulis bisa menyajikan sudut pandang yang berbeda kepada audiens yang dituju. Singkatnya, beda gaya penulisan, sudut pandang penulisan bisa berbeda.

Sebagai contoh, pada novel The Scarlet Letter, Hawthorne mencoba mengombinasikan gaya penulisan dari periode romantis masa lalu (1800 - 1855) dengan sekarang, bahasa sehari - hari dari orang Amerika Puritan tahun 1600-an. Hawthorne melakukan ini dengan kalimat panjang dan deskriptif yang digabung bersama koma dan semi-titik dua, dia juga menggunakan pilihan kata - kata kuno dan deskripsi yang berakar pada periode Romantis dan dalam istilah puritan yang diilhami oleh Alkitab.

Cari sisi unik buku

cara menulis resensi novel non fiksi


Setiap buku (seharusnya) punya keunikan masing - masing. Dan memang seperti itulah hal yang seharusnya. Karena, jika sebuah buku tidak mempunyai keunikan tertentu atau tidak memiliki nilai tambah tertentu dibanding buku sejenis lainnya, maka buat apa buku tersebut diciptakan.

Selain itu, seorang penulis terkadang mencoba mengembangkan aturan dan norma yang sudah ada pada sebuah genre. Pikirkan bagaimana buku tersebut dikembangkan dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi persepsi pembaca.

Jelaskan seberapa baik buku tersebut bagi target audiens

Tidak semua penulis buku (dalam hal ini buku non-fiksi) mampu menyajikan informasi yang tepat dan benar - benar berbobot bagi audiensnya, meskipun tidak sedikit juga (bahkan banyak) penulis yang mampu memberikan informasi yang benar - benar dibutuhkan audiensnya.

Nah, kamu bisa membahas tentang seberapa baik buku tersebut bagi para audiensnya. Misal, buku yang sedang ditulis resensinya adalah buku bergenre bisnis dan kebanyakan membahas tentang mindset seorang pebisnis hebat.

Kamu dapat menuliskan di resensi buku yang kamu buat bahwa buku bisnis tersebut merupakan buku bisnis yang sangat cocok bagi seorang pebisnis pemula karena sangat dominan membahas tentang mindset atau pola pikir seorang pebisnis.

Buat Draft Awal Resensi

Sekarang, kamu membaca bagian teknis dalam pembuatan resensi buku. Pada tahap selanjutnya ini, kamu akan ditunjukkan hal - hal teknis dalam membuat resensi.

Mulai dari bagian depan (kepala)

Hal pertama yang harus kamu lakukan dalam membuat resensi adalah membaca sekaligus mencatat (ketika kamu menemukan hal menarika yang perlu dicatat, lihat template cara membuat resensi yang sudah kamu download).

Buatlah catatan dan memulainya dari bagian depan resensi. Sebagian besar resensi buku dimulai dengan bagian depan yang membahas semua informasi bibliografi tentang buku. Kamu bisa menulis informasi tentang judul buku, tempat buku dipublikasikan, penerbit buku, tanggal publikasi, serta jumlah halamannya.

Awali dengan pendahuluan

Sebuah pendahuluan yang baik akan mencuri perhatian pembaca. Bagian pendahuluan yang baik tentu akan menjadi hal sangat penting karena jika bagian pendahuluannya baik, maka pembaca akan terkesan dan mulai menilai bahwa suatu resensi menarik untuk dibaca.

Kalau mereka sudah membuat penilaian setelah membaca bagian pendahuluan dan memiliki penilaian positif terhadap bagian pendahuluan yang mereka baca, maka mereka pasti akan terus membaca resensi tersebut sampai selesai. Kalau kamu (ketika menulisnya) menulisnya dengan gaya penulisan yang baik.

Pastikan bahwa bagian pendahuluan resensi yang akan kamu buat berisi detail yang relevan seperti latar belakang penulis, dan kalaupun ada, tulis juga karya lain dari si penulis untuk genre yang sama.

Kamu bisa juga menuliskan secuil potongan pembahasan terkait tema dari buku yang nanti akan kamu bahas secara lebih detail di belakang.

Dengan membahas sebagian hasil identifikasi yang kamu lakukan terkait tema buku akan membuat para pembaca resensimu berpikir bahwa kamu sudah membaca buku (yang kamu buat resensinya) dengan baik.

Sertakan bahasan lain yang memungkinkan untuk disertakan seperti momoen - momen historis, anekdot, pernyataan yang mengejutkan dari penulis, atau pernyataan yang bersifat deklaratif (berita).

Terlepas dari kalimat pendahuluan yang kamu buat, pastikan mereka secara langsung berhubungan dengan tanggapan kritismu terhadap buku ini secara singkat dan langsung.

Jika kamu tidak yakin tentang bagaimana memulainya, cobalah menulis bagian pendahuluan ini belakangan. Hal ini dapat memungkinkan kamu dalam mengatur semua poin pendukung dan posisi kritismu dan kemudian barulah menulis pendahuluan di akhir.

Dengan cara ini, kamu mungkin akan lebih yakin bahwa pendahuluan yang bakal kamu buat itu nyambung dengan bagian inti atau isi dari resensi.


Tulis rangkuman

Sekali kamu dapat menulis bagian pendahuluan dan bagian kepala, kamu bisa mulai merangkum tema dari buku beserta poin utamanya.

Jaga atau upayakan (bagaimanapun caranya) supaya rangkuman yang kamu buat tertulis dengan ringkas, singkat. Gunakan quote atau parafrasa dari buku untuk mendukung rangkuman. Pastikan kamu mensitasi semua quote dan parafrasa yang kamu tulis agar terhindar dari plagiasi.

Jangan menginformasikan detail penting bagian akhir buku di rangkuman, dan jangan menulis apapun dengan terlalu mendetail, termasuk apapun yang terjadi di bagian tengah buku dan seterusnya.

Selain itu, jika buku yang kamu buat resensinya merupakan bagian dari sebuah serial, kamu bisa menyinggung tentang bagian ini kepada pembaca resensimu yang tentunya juga merupakan audiens dari serial yang salah satu bukunya sedang kamu review.

Kritisi

cara membuat resensi buku novel fiksi non fiksi

Setelah selesai membuat rangkuman dan membahas tentang tema utama serta beberapa aspek penting lain, mulailah masuk ke pembahasan hal - hal yang kamu kritisi. Bagian ini merupakan inti dari resensi yang kamu buat. Jadi buatlah sejelas mungkin dan to the point.

Gunakan jawaban (dari pertanyaan - pertanyaan di template yang sudah kamu download) untuk memformulasikan kritik yang akan kamu tulis.

Alamatkan kritikmu ke pembahasan seperti seberapa baik buku itu ditulis, seberapa baik buku tersebut akan memuaskan pembacanya, seberapa baik buku tersebut jika dibandingkan dengan buku lain untuk genre yang sama, seberapa baik paragraf buku tersebut dikembangkan.

Selain itu, jangan lupa juga untuk menyampaikan pengalamanmu dalam membaca buku tersebut. Bagian ini adalah bagian penting, karena seorang pembaca resensi memerlukan beberapa penilaian dari orang yang sudah pernah membaca buku yang ia cari. Kalau kamu tidak mempunyai pendapat pribadi, lalu untuk apa kamu mebuat resensi?

Selalu gunakan qoute pendukung (dengan sitasi yang proporsional) dan isi dari buku untuk mendukung kritik yang kamu tulis. Hal ini tidak hanya akan menguatkan sudut pandang kamu dengan sumber terpercaya, tetapi juga membuat pembaca merasakan gaya penulisan serta narasi dari buku.

Aturan umum praktis dalam penulisan resensi adalah bahwa pada separuh pertama sampai dua pertiga resensi harus merangkum gagasan utama penulis dan setidaknya pada sepertiga bagian lainnya harus dituliskan hal yang harus dievaluasi.

Bungkus


Tulis paragraf penutup atau beberapa kalimat yang menjelaskan analisis kritismu terhadap buku. Jika posisi kritismu telah disampaikan dengan argumentasi yang baik, kesimpulannya harus mengikuti secara alami.

Periksa kekuatan dan kelemahan buku. Diskusikan apakah kamu akan merekomendasikan buku (yang kamu buat resensinya) itu kepada orang lain atau tidak.

Kalau iya, kamu merekomendasikannya, menurut kamu, siapakah orang yang ideal untuk buku tersebut? Tulis jawaban pertanyaan ini di resensimu.

Kamu juga bisa memberikan skor secara angka kepada buku itu. Kamu juga bisa memberikan jempol ke atas atau jempol ke bawah atau rating bintang.

Bagian Penting Terakhir

Di bagian terakhir ini, yang harus kamu lakukan adalah mem-finishing resensi yang kamu buat. Ada beberapa tahap yang bisa kamu ikuti agar kamu bisa dengan mudah mengeksekusi bagian ini.

Baca ulang dan langsung perbaiki

Tulisan pertamamu di resensi yang kamu buat mungkin tidak sesempurna seperti yang kamu inginkan, jadi bebaslah dalam merevisi dan menyesuaikan draft yang kamu buat. 

Untuk memperoleh perspektif yang baik, letakkan resensi yang kamu buat dan tinggalkan dalam beberapa hari dan kemudian baca lagi dengan mata dan pikiran yang lebih segar.

Dapatkan feedback atau umpan balik

Dalam membuat sebuah karya, mendapatkan feedback atau umpan balik merupakan hal yang penting.

Mengoreksi dan menemukan kekurangan dalam tulisan yang kamu buat sendiri bukanlah hal yang mudah. Karena itulah kamu memerlukan orang lain supaya tulisan yang kamu buat bisa lebih sempurna.

Pastikan kamu hanya mengumpulkan karya terbaikmu

Yap, inilah hal paling baik yang harusnya kamu lakukan. Hanya mengumpulkan hasil terbaikmu entah untuk tugas sekolah ataupun untuk masuk ke redaksi, pastikanlah kamu hanya mengumpulkan karya terbaikmu. 

Hal ini (kalau kamu upayakan terus menerus) akan membuatmu menjadi seseorang yang berkelas.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon