Tuesday, 3 October 2017

Pengertian Resensi, Struktur dan Tips Jitu Membuatnya

Pengertian Resensi, Struktur, Jenis dan Tips Jitu Dalam Membuatnya

Pengertian Resensi


Semakin hari, semakin banyak buku yang dibuat untuk setiap genre ataupun jenisnya. Misalnya buku yang bergenre novel yang setiap tahun pasti selalu bertambah.

Bertambahnya jumlah novel ini tentu akan membuat pecinta novel ataupun orang yang hobi membaca buku dibuat bingung harus membaca novel yang mana dulu.

Hal ini berkaitan dengan aktivitas membaca buku yang juga memakan waktu dan juga uang untuk membeli atau menyewanya. Beruntung sekali jika kamu mempunyai seorang teman yang buku - bukunya boleh kamu baca.

Nah, di sinilah salah satu fungsi sebuah resensi buku. Sebuah resensi buku salah satu fungsinya adalah untuk memudahkan kita dalam memilih buku mana yang sebaiknya kita baca.

Sebuah resensi buku memiliki peran yang sama dengan review atau ulasan film. Terkadang, karena saking banyaknya film yang tayang di bulan yang sama, tak jarang, membaca review dari film - film tersebut perlu kita lakukan, supaya kita bisa menonton film yang tepat.

Sama halnya dengan resensi. Resensi dibuat atau diciptakan untuk membuat pembacanya tahu seperti apa kualitas suatu buku.

Dalam sebuah resensi yang baik umumnya dibahas hal - hal seperti tema cerita, gaya penulisan penulisnya, penulisannya enak tidak dibaca dan beberapa hal lainnya.

Jadi, apakah yang dimaksud dengan resensi?

Jika dirangkum ke dalam sebuah kalimat ringkas, resensi dapat dikatakan sebagai penilaian atas sebuah karya. Sering kali, seseorang membeli sebuah buku itu karena resensi yang dibacanya.

Jadi, saat kamu membuat resensi itu berarti kamu sedang membuat penilaian atas suatu karya (dalam hal ini karya tersebut adalah buku). Lalu, apa saja yang kita nilai dalam sebuah resensi? Jawabannya banyak. Ada banyak hal.

Ya, ada banyak hal (dari sebuah buku) yang bisa kita nilai melalui sebuah resensi. Salah satu hal yang bisa kita nilai adalah tentang seberapa baik suatu buku dibanding dengan buku lainnya di genre (jenis) yang sama.

Kita bisa membandingkan buku A dengan buku B yang ditulis oleh pengarang yang berbeda. Namun, tidak jarang juga, ditemukan resensi - resensi yang penulis resensinya membandingkan buku - buku dari penulis yang sama.

Misalnya, saya sedang membuat resensi tentang novel Marmut Merah Jambu karangan Raditya Dika. Di dalam resensi tersebut saya membandingkan Marmut Merah Jambu dengan Koala Kumal, misalnya.

Hal yang bisa dibandingkan misalnya Marmut Merah Jambu dibuat terlalu melankolis, tidak seperti Koala Kumal yang sangat mengocok perut. Ini misalnya loh ya, hanya contoh.

Pengertian resensi menurut para ahli

Pengertian resensi menurut para ahli

Di bawah ini terdapat beberapa pengertian resensi yang diutarakan oleh ahli termasuk sebuah pengertian yang merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Ada tiga tokoh yang telah memaparkan opininya tentang pengertian resensi, ketiganya adalah Saryono, Panuti Sudjiman dan W.J.S. Poerwadarminta. Berikut adalah opini yang mereka paparkan :


  • Menurut Saryono, resensi adalah sebuah tulisan yang berbentuk esai dan bukan ulasan berukuran besar mengenai isi dari sebuah buku.
  • Menurut Panuti Sudjiman, resensi adalah hasil dari pembahasan dan juga penilaian pendek tentang suatu karya tulis.
  • Lalu, menurut W.J.S. Perwadarmita, resensi adalah perbincangan atau pertimbangan tentang isi dari suatu buku yang memberi nilai berupa kelebihan atau juga kekurangan buku yang dinilai, menarik atau tidaknya isi buku tersebut, dorongan untuk membeli atau berupa kritikan dan juga kesimpulan apakah buku tersebut layak untuk dibaca oleh khalayak ramai atau tidak.
Sedangkan menurut KBBI, pengertian resensi adalah :
  • Pembicaraan tentang buku atau pertimbangan dari isi buku, ulasan buku. Perilaku resensi mempunyai arti memberi penilaian, mengungkapkan kembali isi dari sebuah buku dan juga membahas kritik dari sebuah buku.


Struktur resensi

pengertian resensi buku menurut para ahli


Sama seperti karya dalam bentuk tulisan lainnya, resensi ditulis dengan mengikuti struktur penulisan tertentu. Struktur ini dijadikan acuan dalam penulisan sebuah resensi.

Struktur resensi yang biasa digunakan pada umumnya adalah sebagai berikut :

  1. Judul resensi
  2. Cover buku
  3. Asal tempat pencetakan buku
  4. Judul buku
  5. Tahun penerbitan
  6. Pengarang
  7. Jumlah halaman
  8. Jumlah penerbitan buku
  9. Ulasan/rangkuman isi buku
  10. Kesimpulan, kelebihan dan kekurangan buku

Di dalam sebuah resensi, tentu, wajib ada judul. Judul resensi bisa kamu buat sesuai keinginanmu. Ingatlah bahwa judul yang menarik akan membuat orang tertarik untuk membaca.

Cover buku, sertakan cover buku di dalam resensi yang kamu buat. Cover buku turut disertakan sebagai tujuan agar pembaca resensi tahu seperti apa wajah buku tersebut sehingga akan memudahkan ketika mereka mencari buku di toko buku.

Ingatlah bahwa resensi itu biasanya dibaca oleh orang yang belum pernah membaca buku yang diulas di resensi. Sehingga menyertakan gambar sampul buku merupakan salah satu hal penting dalam membuat resensi.

Asal tempat pencetakan buku, entah apa pun fungsinya, harus disertakan di dalam bagian kepala resensi.

Tuliskan juga judul buku, karena mau bagaimanapun informasi yang satu ini harus (wajib) ada supaya pembaca resensi yang kita buat tidak kebingungan karena tidak adanya informasi tentang judul buku di depan.

Jenis - jenis resensi

pengertian resensi


Terdapat tiga jenis resensi yang dapat kita buat dan jenis - jenisnya adalah seperti berikut :

Yang pertama, resensi informatif.
Resensi informatif adalah sebuah resensi yang hanya menyampaikan isi resensi secara ringkas dan hanya membahas hal - hal umum dari keseluruhan isi buku.

Ciri resensi informatif ini biasanya : 1. Tidak mengandung opini seperti pendapat (si penulis resensi) tentang gaya penulisan buku, apakah buku tersebut inspiratif atau tidak, misalnya. 2. Tulisan resensi secara keseluruhan cenderung singkat, 3. Tidak mengandung kritik maupun saran.

Yang kedua, resensi deskriptif.
Resensi deskriptif adalah salah satu jenis resensi yang membahas setiap bagian buku secara detail. Resensi jenis ini (seringnya) membahas buku secara bab per bab, tema cerita, bagaimana cerita dikembangkan, dan lain - lain.

Yang ketiga, resensi kritis.
Resensi jenis ini berisi banyak opini dari sang penulis resensi yang ditulis dengan mengikuti kaidah penulisan resensi tertentu. Pada resensi kritis, opini yang ditulis tentu harus objektif dan jauh dari unsur subjektif.

Resensi paling baik adalah resensi jenis ketiga ini, resensi kritis. Jika saja semua penulis resensi hanya membuat resensi jenis ini, maka hal ini akan memudahkan pembaca resensi mengetahui seperti apa nilai dari sebuah buku.

Resensi kritis biasanya ditulis oleh orang - orang yang memang suka mengulas/mereview isi buku. Mereka (yang membuat resensi kritis) adalah orang - orang yang sudah terbiasa memberi penilaian pada sebuah buku melalui resensi. Resensi jenis ini lah yang paling menarik untuk dibaca.

Tips jitu membuat resensi

pengertian resensi


Jika kamu belum pernah membuat sebuah resensi tapi ingin membuat suatu resensi yang baik, salah satu cara yang paling mudah agar kamu bisa membuat resensi dengan baik adalah dengan mengikuti tips penulisan resensi berikut :

1. Menyusun data buku

Dalam menulis resensi, selalu awali dengan mengidentifikasi data - data buku seperti judul buku, pengarang, penerbit, tempat penerbitan buku, tahun terbit, jumlah cetakan pertama (opsional), edisi cetakan, tebal buku dan harganya.

2. Membuat pembukaan

Di bagian pembukaan resensi ada sistematika penulisan tertentu seperti berikut ini :

Yang pertama, buat uraian tentang latar belakang pengarang. Cari tahu informasi tentang asal - usul pengarang, seperti tempat lahir, usia, riwayat pendidikan, karya - karya lain yang pernah diciptakan, serta prestasi yang pernah diraih si pengarang buku.

Yang kedua, bandingkanlah novel atau buku dengan novel atau buku karya pengarang lainnya dari genre dan topik yang sama. Misalnya, novel bertema sosial dibandingkan dengan novel dengan tema sosial. Buku dengan tema pengembangan diri dibandingkan dengan buku pengembangan diri juga.

Buat ulasan mengenai perbandingan buku tersebut dan masukkan ke dalam resensi. Kamu bisa melakukannya dengan mencari keunikan dari masing - masing novel terlebih dahulu. Misalnya, novel A membahas tema sosial namun lebih ke sosial politik, isinya secara khas banyak membahas tentang kritik terhadap pemerintah, sedangkan novel B lebih banyak membahas tentang kehidupan sosial di masyarakat.

Yang ketiga, tulis kelebihan novel. Buat ulasan positif terkait isi novel. Biasanya ulasan positif ini terletak pada gaya bahasa, pemilihan tema novel dan alur cerita novel.

Keempat, sampaikan kesan yang kamu miliki terhadap novel tersebut. Setelah menulis bagian ulasan, tugas pembuat resensi selanjutnya adalah menyampaikan kesan terhadap novel tersebut. Saat membuat bagian ini, kamu perlu mengingat satu hal, jika resensi yang kamu buat nanti akan berisi banyak kritikan akan kelemahan dari buku, sudah (seharusnya) pula kamu menyebutkan sisi positif dari novel tersebut seperti prestasi penulisnya, atau jumlah penjualannya yang meskipun banyak dikritik tetapi laris manis terjual.

Dalam menulis resensi, upayakanlah agar resensi yang kamu buat tidak berkesan menjatuhkan si pengarang dan buatlah supaya terkesan netral. Karena pada dasarnya, resensi itu dibuat dengan tujuan untuk mempromosikan buku atau novel yang kita ulas.

Yang kelima, tulis secara ringkas profil penerbit. Meskipun terlihat seperti bukan bagian penting dari resensi, namun ternyata banyak juga loh orang yang memutuskan untuk membeli sebuah buku dengan mempertimbangkan siapa penerbitnya.

Biasanya para penerbit besar tidak akan menerbitkan buku yang isinya biasa - biasa saja, makanya, meskipun sepele, ada baiknya kamu juga menuliskan profil singkat penerbit buku yang kamu bahas di resensi yang kamu buat.

Keenam, lemparkan kalimat - kalimat pertanyaan yang ditujukan kepada pembaca. Buatlah supaya gaya bahasa penulisan terlihat seolah kamu memposisikan diri sedang berbicara dengan pembaca.

Pembaca resensi lebih senang membaca resensi yang ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Cirinya, di dalam resensi terdapat kata kamu yang ditujukan untuk pembaca.

Sebenarnya, sistematika penulisan resensi akan berbeda dari standard penulisan resensi novel pada umumnya kalau resensi akan diletakkan di koran atau majalah yang nanti penulisannya akan menyesuaikan dengan besar kolom koran atau majalah.

Sebagai contoh, misalnya ada majalah A yang menerima resensi novel dengan menyantumkan identitas buku dan jenisnya adalah resensi informatif. Sementara ada koran atau majalah B yang memberikan ruang resensi hanya berupa ulasan singkat saja.

Kalau kamu ingin tahu bagaimana cara membuat resensi secara mendalam, kamu bisa membaca Kaidah Komprehensif Menulis Resensi agar kamu bisa lebih paham bagaimana cara membuat resensi yang tepat.

pengertian resensi buku novel


Tips jitu menulis resensi buku berikutnya adalah :

3. Membaca novel atau buku yang akan diresensi berkali - kali

Mau membuat resensi tapi belum pernah membaca bukunya akan menjadi hal yang lucu. Kamu tidak akan bisa membuat resensi tanpa membaca bukunya terlebih dahulu.

Untuk membuat resensi yang bagus, kamu harus membaca buku atau novel secara berulang. Namun, pengulangan tersebut tidak perlu kamu lakukan dari halaman depan sampai belakang lalu diulang dari depan sampai belakang lagi.

Kamu bisa melakukannya dengan mengulangi bagian tertentu yang kamu anggap menarik dan ingin kamu bahas saja. Misal, kamu sedang mencari tahu tentang latar atau setting dari cerita.

Kamu bisa mengenali latar cerita dengan membaca bagian novel yang mendeskripsikan latar cerita secara berulang sampai kamu paham dan yakin untuk menuangkan pendapatmu ke dalam resensi.

4. Mencari, menandai dan menulis catatan penting saat membaca novel

Poin ke empat merupakan poin lanjutan dan secara langsung (sebenarnya) masih berhubungan dengan poin ketiga.

Ketika membaca novel, entah itu untuk pertama kali ataupun ketika membaca ulang, kamu bisa memanfaatkan pulpen, spidol atau post it kecil untuk menandai bagian tertentu yang ingin kamu masukkan ke dalam resensi.

5. Buat sinopsis atau ringkasan singkat

Menyertakan ringkasan singkat di bagian awal resensi dapat membuat resensimu terus dibaca sampai habis atau bahkan tidak akan dibaca sama sekali.

Tulislah ringkasan yang menarik yang bisa membuat pembaca menjadi kepo atau penasaran sama buku yang kamu ulas di resensimu.

Kamu juga bisa menceritakan tentang alasan kenapa kamu suka dengan buku tersebut. Jika kamu merasa buku itu sangat bagus dan kamu ingin merekomendasikannya kepada orang lain, tuliskanlah alasan kenapa kamu ingin orang lain membacanya di dalam rangkuman ini.

Itulah 5 tips jitu yang dapat kamu ikuti untuk membuat sebuah resensi yang bagus. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon